Top

16 Agustus 2018

Ketika saya terus merenungkan pernyataan Roh yang saya terima saat menuliskan Daily Devotion kemarin, saya semakin menyadari pentingnya kuasa impartasi dalam kehidupan Ciptaan Baru dan pada saat yang bersamaan, betapa seringnya orang-orang percaya menyia-nyiakan impartasi Roh yang pernah mereka terima dalam kehidupan mereka…

1. Melalui impartasi Roh, jemaat/ orang percaya akan ‘menerima/ memiliki’ berbagai unsur rohani yang bakal mengkondisikan diri mereka ‘memiliki lebih banyak lagi’ perkara-perkara sorgawi.

Selama ini ada banyak orang percaya yang terus terkondisikan untuk bergumul hanya demi untuk bisa bertumbuh/ mengalami kemajuan didalam Tuhan. Jika kita merujuk pada Rahasia tentang Kerajaan sorga, seharusnya tidak perlu ada pergumulan lagi. Karena jika kita memang sudah ‘memiliki’ otomatis Tuhan akan terus ‘menambahkan’ ke dalam hidup kita. Alasan ada banyak orang percaya yang masih terus bergumul, penyebabnya tidak lain adalah karena mereka memang ‘tidak memiliki’ sehingga akhirnya apa yang selama ini mereka anggap sudah mereka miliki-pun, perlahan-lahan jadi hilang dari hidup mereka…

Saat seorang pemimpin/ bapa rohani yang terhubung dengan sorga melayani, secara naluriah dia akan mengimpartasikan keberadaan dirinya yang sudah dibangun oleh Tuhan – apa yang ia ‘miliki’ – ke kehidupan jemaat sehingga otomatis jemaat jadi mulai ‘memiliki’.
Bermodalkan impartasi rohani yang jemaat terima saat sang pemimpin/ bapa rohani melayani, jemaat akan alami adanya pekerjaan firman & Roh yang mengkondisikan diri mereka jadi terus bertumbuh, bertambah maju dalam kehidupan mereka.
Dengan kata lain, melalui keterhubungan yang jemaat miliki dengan pemimpin/ bapa rohaninya, jemaat jadi bisa menikmati adanya gelombang rohani yang mengalir dari kehidupan sang pemimpin, membawa, menarik hidup mereka ke arah memang Tuhan sudah tetapkan.

2. Impartasi rohani dapat dilepaskan melalui doa, penumpangan tangan, nubuatan atau penyampaian pesan firman.

Inti yang harus kita pahami adalah : Setiap hamba Tuhan yang akan melayani, harus memastikan dirinya ‘memiliki’ sesuatu untuk dapat ia bagikan/ impartasikan kepada jemaat yang akan ia layani. Itu sebabnya, setiapkali seorang hamba Tuhan akan melayani, dia harus mempersiapkan diri dalam hadirat Tuhan; memastikan ia menerima sesuatu dari Tuhan dan ia bangun ke dalam hidupnya sebelum ia ‘membagikannya’ kepada jemaat yang ia layani…
1 Korintus 11:23 (TB) Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan…..
Tanpa kita ‘menerima sesuatu’ dari Tuhan, artinya apapun yang kita lakukan dalam pelayanan akan menjadi suatu kesia-siaan belaka. Jika kita sendiri ‘tidak memiliki’, apa yang akan kita ‘berikan’ kepada jemaat…?
Tapi saat sang hamba Tuhan ‘banyak menerima’ dari Tuhan dan apa yang ‘ia terima’ tersebut sudah ia bangun ke dalam kehidupannya, maka setiapkali sang hamba Tuhan melayani, entah dia menumpangkan tangan mendoakan jemaat, menyampaikan pesan nubuatan, berkhotbah, mengajar, memimpin penyembahan – apapun, ia sedang mengimpartasikan berbagai perkara Ilahi yang sudah ‘ia miliki’ ke dalam hidup jemaat. Dengan jemaat membuka diri mereka untuk menerima pelayanan sang hamba Tuhan, impartasi rohani akan berlangsung secara begitu saja. Disaat itulah jemaat jadi mulai ‘memiliki’; dan karena jemaat ‘memiliki’ otomatis Tuhanpun akan terus ‘menambahkan hingga berkelimpahan’….#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus