Top

16 April 2020

Baru-baru ini, Dr. Jonathan David, pemimpin apostolik dari ISAAC Network, ada mengirimkan Email yang memberitakan tentang agenda Tuhan bagi gereja-Nya. Beliau menyatakan bahwa di masa ada banyak negara melakukan lockdown (kondisi di mana aktivitas semua orang menjadi sangat dibatasi), Tuhan justru memanggil gereja-Nya untuk mendesak masuk dalam hadirat-Nya. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu enam hingga tujuh bulan ke depan, akan ada lebih banyak aktivitas ilahi yang akan terjadi, dan hal tersebut dipastikan akan mempengaruhi posisi rohani gereja Tuhan secara global – khususnya bagi setiap jemaat atau hamba-hamba Tuhan yang dengan tekun makin mengejar realita Tuhan untuk dapat termanifestasi dalam kehidupannya.

 

Menanggapi hal tersebut, ada tiga hal penting yang saya yakini perlu kita persiapkan dalam hidup kita:

 

1. Pastikan ada hati yang memang haus-lapar akan Tuhan terus berkobar dalam batin kita.

 

Mengejar realita Tuhan seringkali ‘menuntut banyak’ dari kita: Butuh kematian daging, pendisiplinan pribadi dalam bentuk doa, pembacaan firman, penyembahan bahkan puasa. Jadi jika seseorang ‘mengejar realita Tuhan’ bukan karena memang hatinya yang haus-lapar akan Tuhan, biasanya tidak akan bertahan lama! Dalam sekejap, rutinitas kehidupan yang lama akan kembali mengambil alih kendali atas hidup kita.

 

Itu sebabnya, kita membutuhkan hati yang haus-lapar akan realita-Nya. Dengan adanya hati yang haus-lapar akan Tuhan, kita akan mengalami adanya dorongan dari dalam batin kita yang terus menggerakkan untuk kita tidak jadi ‘melempem kembali’. Kehausan-kelaparan kita akan Dia akan terus menggerakkan kita untuk makin lama berdoa dan menyembah, makin banyak membaca firman, makin sering melakukan deklarasi firman hingga hati berkobar-kobar, bahkan menggerakkan kita untuk lebih banyak melakukan puasa!

 

Karena berbahagialah orang yang haus-lapar akan kebenaran (dan akan realita-Nya), karena jenis orang-orang seperti itulah yang akan dipuaskan (Matius 5:6). Secara perlahan tapi pasti, orang-orang yang memiliki kondisi hati terus haus-lapar akan kebenaran dan realita hadirat-Nya, sedang dibawa Roh untuk mengeliminasi berbagai bentuk ‘kepuasan yang lain’ – rasa puas karena saat shopping mendapatkan banyak barang bagus yang dijual dengan harga murah, rasa puas karena menikmati makanan enak, rasa puas karena berhasil meraih sesuatu – pendek kata berbagai bentuk rasa puas yang sifatnya eksternal.

 

Roh akan membawa kita untuk mulai belajar menikmati dan merasakan kepuasan yang bersifat internal, yang kita terima saat ada dalam persekutuan pribadi dengan Dia, yang mengalir atau meluap keluar dari manusia roh kita, yang tidak dipengaruhi oleh situasi atau keadaan apa pun dari eksternal di sekitar kita.

 

Roh akan membawa kita terus memiliki aliran air hidup yang memancar seperti sungai yang besar sehingga sanggup ‘membawa kita untuk mengalir ke mana pun yang Dia mau’ – sama seperti sungai lahiriah yang besar dan beraliran deras akan sanggup menenggelamkan apa saja!

 

Saya yakin, di masa enam hingga tujuh bulan ke depan, akan ada banyak terobosan rohani yang terjadi dalam kehidupan orang percaya atau hamba-hamba Tuhan. Realita Tuhan akan jadi makin nyata, tuntunan Roh yang secara spesifik Dia berikan pada orang per orang akan jadi makin nyata. Dan saat kita melangkah mentaatinya, itulah saatnya kita akan menikmati ‘langit yang terbuka atau open heaven experience‘ dalam hidup kita! Setiap langkah ketaatan pada tuntunan Roh akan memposisikan diri kita selalu menikmati ‘anggur terbaik untuk masa kini’.

 

Saya berdoa, biar hati setiap kita kembali dibuat haus-lapar akan Tuhan – bahkan dalam kadar dan skala yang lebih besar lagi – Tuhan akan membawa kita menaiki anak tangga kemuliaan yang lebih besar lagi!

 

Tuhan sedang memanggil gereja-Nya untuk memasuki dimensi kedekatan dan keintiman yang lebih mendalam. Dia sedang memberi Diri-Nya untuk dapat dijumpai. Dia sedang menunggu kita di ruang maha kudus-Nya. Mari segera responi panggilan-Nya.

 

Singkirkan segala bentuk kesibukan yang sia-sia, apalagi dalam masa social distancing seperti sekarang, jangan hanya sibuk mengikuti perkembangan korban Covid-19 ataupun terus sibuk bermain atau membuka media sosial yang ada. Segera atur ulang kesibukan yang kita miliki dan mulailah mendesak dalam hadirat-Nya!

 

Biarlah satu-satunya keinginan yang masih kita miliki selaras dengan apa yang Paulus deklarasikan dalam hidupnya: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati (Filipi 3:10-11).

 

#AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus