Top

16 Januari 2020

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

11. Dialah pribadi yang akan terus mengkondisikan diri kita dapat menjalani hidup sehari-hari dengan terus dilingkupi oleh sukacita dan damai sejahtera yang melampaui akal (Yohanes 14:27, Roma 14:17)

 

Ketika karena satu dan lain hal, kita jadi kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam batin kita, jangan panik! Mintalah Roh Kudus untuk menyatakan apa yang menjadi ‘penghambat atau penyumbat’ aliran sukacita atau damai di dalam batin kita. Biasanya hal itu berupa sudut pandang atau dasar berpikir yang keliru yang sedang dimanfaatkan oleh Musuh. Dengan kita mengetahui ‘sumber atau akar masalahnya’, kita bisa mulai meng-counter hal tersebut dengan firman-Nya! Perkatakan dan imajinasikan firman-Nya sampai kita kembali merasakan adanya gelombang sukacita atau damai sejahtera dalam batin kita.

 

12. Dialah pribadi yang menyatakan ‘hal-hal yang akan datang’

 

Dialah pribadi yang menyatakan ‘hal-hal yang akan datang’, ditulis dengan kata Yunani, ‘Erchomai’. Kata ‘Erchomai’ dapat diartikan sebagai: (a) ‘Ladang’ pekerjaan atau pelayanan (domain) yang memposisikan hidup kita berdampak bagi kerajaan sorga; (b) hal-hal yang menjadi ‘porsi yang harus kita lakukan’ yang membuat Tuhan meneguhkan keberadaan kita di hadapan orang banyak (Yohanes 16:13).

 

Ketika orang-orang percaya terus dengar-dengaran dengan arahan Roh Kudus dan berketetapan untuk berpartner dengan Dia dalam menghadirkan realita Kerajaan, Bapa akan memposisikan orang percaya tersebut untuk menjadi orang-orang yang berpengaruh, terpandang dan disegani di domain-domain tertentu yang sudah Dia tetapkan. Yang kita harus lakukan adalah terus membuka hati kita untuk dengar-dengaran dan taat!

 

13. Dialah pribadi yang akan mengkondisikan hidup kita selalu tertuju kepada Bapa dan penggenapan rencana-Nya (Yohanes 16:14, Ibrani 12:2)

 

Dunia ini akan selalu berupaya mengalihkan pandangan mata rohani kita dari Bapa; dibutuhkan ketergantungan penuh pada keberadaan Roh Kudus untuk selalu bisa memiliki hidup yang hanya tertuju kepada-Nya. Jangan biarkan roh-roh dunia – kekuatiran, ketakutan dan sebagainya, men-distract sikap hati, mata dan telinga rohani kita untuk jadi kehilangan fokus dari keberadaan-Nya!

 

Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, teruslah berpegang pada janji firman-Nya yang menyatakan bahwa jika Bapa mengijinkan ada sesuatu yang terjadi dalam hidup kita – peristiwa yang kita sebut sebagai berkat ataupun masalah, tantangan atau bahkan bencana, artinya semua itu Dia ijinkan terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kalaupun di kondisi yang sekarang kita sedang melihat fakta lahiriah yang berantakan, tapi teruslah percaya bahwa pada akhirnya semua itu hanya akan mendatangkan kebaikan bagi kita!

 

14. Dialah pribadi yang menyingkapkan apa yang sudah Bapa sediakan bagi kita, yang akan dapat kita raih dan nikmati dalam waktu dekat ini (Yohanes 16:15, 1 Korintus 2:10)

 

Apa pun yang tidak bisa ‘kita lihat atau kita dengar atau kita cicipi’ dalam batin kita artinya tidak akan pernah kita nikmati. Roh Kudus akan menyatakan kepada kita – membawa kita untuk melihatnya, mendengar Tuhan memberikan janji tentang hal tersebut, membawa kita untuk merasakan keantusiasan saat hal tersebut tergenapi dalam hidup kita. Jagai terus keantusiasan yang kita rasakan dalam manusia roh kita karena itulah yang akan membuat kita bisa menikmati realita dari masa depan di masa kini.

 

15. Dialah pribadi yang memberikan kosa kata, artikulasi dan terminologi atas setiap Pikiran Kristus yang datang atas hidup kita (1 Korintus 2:13)

 

Semua aspek rohani yang sudah terartikulasikan akan jadi lebih mudah dipahami dan jadi melekat dalam hidup kita. Hidup kita menjadi manifestasi dari Firman yang menjadi daging (Yohanes 1:12-14). #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut lagi besok.

 

Ps. Steven Agustinus