Top

16 Juli 2018

Sesungguhnya, meski sudah menjadi Ciptaan Baru bukan berarti seseorang tidak bisa kembali memanifestasikan kehidupan manusia lama (Ef 4:17-24) Kunci untuk tetap hidup sebagai manusia baru, Ciptaan Baru dan menikmati dampak dari karya penebusan Kristus adalah dengan terus bertekun, berfokus untuk mengubah nature dari pikiran kita (Ef 4:23)
Untuk itu kita membutuhkan datangnya firman ke dalam hidup kita.

Alkitab menegaskan bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat 4:4) Jadi dengan kata lain, ada suatu ketetapan hati yang harus kita lakukan untuk bisa tetap menjalani hidup dan menikmati dampak penebusan Kristus dalam hidup kita sebagai Ciptaan Baru; kita memutuskan untuk hidup hanya dari firman saja!

Pertanyaannya, bagaimana cara kita menerima firman dalam hidup kita? Sebetulnya mudah saja; saat Roh membawa kita alami kelahiran baru, – didalam Roh – Dia membawa kita dilahirkan didalam KerajaanNya. Tapi dialam lahiriah ini Roh Kudus membawa kita untuk melebur dalam sebuah rumah rohani – kumpulan orang percaya yang memiliki kehidupan roh, destiny (tujuan hidup) dan kecenderungan hati yang sama dimana di rumah rohani tersebut ada seorang pemimpin yang berfungsi sebagai seorang pengayom rohani, berfungsi sebagai seorang bapa rohani.

Nah, sang bapa rohani itulah yang bertugas untuk terus membawa jemaat yang ia ayomi ke dalam hadirat Bapa melalui doa-doanya dan meminta untuk Bapa di sorga memberikan firman berkaitan dengan jemaat yang ada.

Saat sang bapa menyuarakan suara Tuhan di tengah jemaat, yang jemaat harus lakukan hanyalah melakukan bagian mereka : Membangkitkan minat berkaitan dengan firman yang sudah disampaikan untuk dapat di pahami secara lebih personal yaitu dengan cara menghubung-hubungkan firman tersebut dengan kehidupannya sehingga akan terus terjadi perubahan, kemajuan dan penyelarasan dengan firman yang datang tersebut.

Roh Kudus sendiri akan memberikan pemahaman yang akan menolong orang yang bersangkutan jadi makin tahu bagaimana menterapkan firman yang sudah disampaikan jadi teraplikasi dalam hidupnya sehari-hari. Akan ada instruksi yang Roh Kudus berikan bersamaan saat orang yang bersangkutan melakukan penggalian firman. Jadi tidak akan ada lagi kepasifan/ kemalasan rohani dalam hidup jemaat! Semua jadi bertindak aktif untuk mengikuti setiap arahan yang Roh Kudus berikan. Dari sinilah pertumbuhan & proses pendewasaan jemaat berlangsung melalui sebuah gereja lokal.

Saya berdoa, biarlah dimanapun message ini di baca/ diperdengarkan, Roh Kudus akan terus menuntun kita untuk kembali mengikuti pola yang Roh Kudus berikan kepada jemaat mula-mula:

Ada pemimpin yang berfungsi menyampaikan suara Tuhan dan pada saat yang bersamaan, jemaat dengan penuh passion terus menyelaraskan diri dengan firman yang sudah disampaikan sehingga setiap orang percaya akan menikmati pekerjaan firman & Roh yang sama; memposisikan seluruh jemaat berfungsi menjadi TubuhNya di atas muka bumi ini dan melalui merekalah realita Kerajaan sorga jadi nyata melalui kehidupan sehari-hari mereka…#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus