Top

16 Mei 2019

Aspek kehendak, hasrat atau keinginan seseorang seringkali menjadi area yang menjadi pintu untuk roh-roh dunia dapat masuk dan merusak kehidupan manusia, merusak hubungan manusia dengan Tuhan, membuat manusia tidak lagi hidup selaras dengan kehendak Tuhan. Membuat manusia menjadi inisiator, dan bukan eksekutor. Dunia ini sedang terus lenyap dengan keinginannya (1 Yoh 2:16-17, 2 Tim 4:3).

 

Saya melihat bagaimana aspek kehendak dalam seseorang dapat menjadi suatu kekuatan yang besar untuk membawa seseorang mencapai apa yang dikehendakinya. Lepas dari baik atau tidak, akurat atau tidaknya hal yang dikehendaki, namun kembali Roh Kudus mengingatkan saya bahwa aspek kehendak dalam hidup manusia sesungguhnya berasal dari keilahian Tuhan.

 

Area kehendak, hasrat dan keinginan yang kita miliki sesungguhnya adalah sesuatu yang ilahi, karena Allah menciptakan manusia seturut rupa dan gambarNya (Kej 1:26). Ketika Allah menciptakan manusia, Ia memberikan area kehendak dalam hidup kita. Namun, kemurnian area keinginan dalam hidup manusia berhasil dirusak oleh Iblis. Sehingga terjadilah banyak kekacauan dan kebobrokan di dunia ini. Tetapi Roh Kudus menjelaskan bahwa aspek kehendak dalam diri kita adalah salah satu ‘tanda’ kehidupan.

 

Karena Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi robot yang ’taat sempurna’ karena di’program’, Ia menciptakan kita untuk menjadi milikNya yang mencintai Dia dan menggunakan kehendak kita untuk hidup seturut kehendakNya! Aspek kehendak Tuhan berikan dalam hidup manusia untuk manusia dapat menjalani kehidupan yang ilahi yang sepenuhnya digerakkan oleh passion cinta akan Tuhan!

 

Roh Kudus mengingatkan saya dengan Firman di Filipi 2:12-13. Dari perenungan ayat Firman ini, saya semakin memahami bahwa ternyata aspek kehendak dalam hidup kita sesungguhnya adalah aspek keilahian Tuhan berupa ENERGI, berupa KEKUATAN yang Allah beri bagi manusia. Hidup dalam keakuratan dan perkenanan Tuhan, bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi karena memang Tuhanlah yang bekerja secara efektif dalam diri kita, menanamkan hasrat dan passionNya dalam diri kita sehingga kita memiliki keinginan dan hasrat untuk dengan mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan melakukan apa yang menyenangkan hatiNya (Fil 2:12-13 terj AMP, TPT)

 

Roh Kudus membukakan beberapa bagian Firman yang memperlihatkan kepada saya bagaimana kekuatan kehendak / power of will yang akurat dapat membawa kita semakin mengenal isi hatiNya dan semakin menyatu dengan pribadi Tuhan.

 

1. Paulus (Filipi 3:10)

 

Ke’gila’an Paulus dalam mengikut Tuhan berasal dari kehendaknya untuk mengenal Tuhan dengan benar dan kuasa kebangkitanNya. Ia telah mengizinkan dirinya ‘ditangkap’ oleh Roh sehingga ia terus berjalan dalam tuntunan Roh yang terekspresi dari kehendaknya. Arah hatinya terus tertuju hanya kepada Tuhan.

 

Paulus memandang dirinya seperti seorang pelari dalam suatu perlombaan, ia kerahkan seluruh kekuatannya, ia set fokusnya kepada Tuhan, dan berlari begitu rupa untuk dapat mengenal Tuhan secara lebih mendalam dan dapat mengambil bagian dalam penderitaan Kristus (salah satunya adalah dengan menyangkal diri, memikul salib – Rom 6:5-6), sehingga kuasa kebangkitan yang sama yang bekerja dalam diri Yesus dapat bekerja juga dalam kehidupan Paulus. #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus