Top

16 November 2018

Yeremia 1:4-10 (TB)
4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
5 “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
6 Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”
7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”
9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”

Dari perikop di atas ada beberapa hal yang saya dapatkan ;
1. Setiap kita memiliki tugas khusus yang Tuhan tetapkan untuk menyelesaikan kehendakNya di atas bumi ini. Jadi tidak perlu “iri” hati terhadap tugas dan panggilan orang lain, apalagi bersaing karena cemburu demi pengakuan diri sebagai orang yang dipakai Tuhan lebih dari yang lain. Bagian kita adalah berfungsi saja secara maksimal dan menghargai anugerah dalam diri orang lain sebagai kesatuan tubuh Kristus.

2. Semakin kita bisa melihat jati diri kita di dalam Kristus, maka kita akan menjadi pribadi yang rendah hati. Pekerjaan Roh akan menaklukkan kesombongan dalam diri kita. Dan juga membangun keutuhan dalam diri kita. Sehingga kita tidak lagi rendah diri, namun yakin terhadap jati diri kita di dalam Kristus dan fungsi kita dalam kehendakNya. Dengan demikian kita tidak menjadi terganggu dengan keberadaan diri dan fungsi orang lain.

3. Kekonsistenan perjumpaan kita secara pribadi dengan Tuhan akan membuat RohNya menyingkapkan jati diri dan tujuan hidup kita di dalam Kristus. Jadi hal itu memang tidak bisa diperoleh secara manusiawi dengan ilmu/tes psikologi yang ada. Jika kita sudah berbicara mengenai jati diri kita di dalam Kristus, maka sumber yang paling akurat untuk menyatakannya adalah Kristus itu sendiri! Bukan yang lain. Oleh karenanya tidak ada alternatif lain, persekutuan dengan Tuhan secara konsisten, berkesinambungan, dan bertumbuh semakin intens itulah jalan satu – satunya penyingkapan jati diri kita di dalam Kristus!

4. Setelah penyingkapan jati diri kita di dalam Kristus, maka segala keterbatasan kita akan tersingkir. Dan Tuhan akan memperlengkapi kita dengan kuat kuasaNya untuk menyelesaikan kehendakNya! Juga kita akan mengalami penyertaan Tuhan yang sangat nyata. Sehingga situasi, keadaan, dan orang akan meresponi kita dengan cara yang berbeda. Sebab ada kuasa dan otoritas dari tempat yang maha tinggi. Mereka akan “bahu membahu” untuk membuat agenda Tuhan terwujud!!

5. Apapun yang menjadi jati diri kita di dalam Kristus, firman Tuhan akan diberikanNya atas kita. Itulah senjata kita untuk menyelesaikan kehendakNya! Oleh karena itu, setiap hari haruslah kita pastikan ada firmanNya yang kita terima. Hidup hanya dari firmanNya tidak boleh hanya slogan, melainkan harus menjadi kehidupan sehari – hari kita!! Tiap hari kita harus terus mendesak dalam hadiratNya untuk alami jamahan firmanNya!!

6. Promosi itu ditangan Tuhan, bukan di tangan manusia. Bagian kita hanya mendengar firmanNya dan taat. Sehingga Dia yang akan mengangkat kita dengan kuasa tanganNya. Jika Tuhan sudah mengangkat, tidak ada satupun pribadi yang dapat menurunkan. Namun kita harus memastikan, bukan promosi yang kita kejar, melainkan Tuhan semata. Kecenderungan hati kita harus tetap tulus. Sebab esensi dari promosi adalah dampak yang lebih besar dari kuat kuasa Tuhan, bukan posisi atau jabatan! Saya percaya, saat kecenderungan hati kita terus lurus dan tulus, maka Dia pun akan dengan leluasa membawa kita berjalan sebagai orang benar yang terus bersinar sampai kepenuhan Allah nyata atas kita! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus