Top

16 Oktober 2018

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

2. Kita jadi lebih mudah untuk menumbuhkan kehidupan Iman yang supernatural & menaklukkan berbagai fakta dunia/ lahiriah yang ada.
Dalam menjalani hidup di bumi ini, seringkali sebagai orang percaya kita banyak diperhadapkan pada ‘benturan’ antara fakta lahiriah dengan iman/ keyakinan yang kita percayai dan pada kenyataannya, kita seringkali mendapati bagaimana fakta lahiriah & logika manusiawi dengan mudah merontokkan kehidupan Iman yang selama ini kita miliki. Tapi jika kita melihat catatan tentang Abraham, dia justru alami kondisi yang berkebalikan! (Rom 4:16-24) Semakin fakta & logika berkata: Mustahil!… Abraham justru makin diperkuat imanNya dan dia memuliakan Tuhan… lho kok bisa? Alasan yang bisa saya kemukakan adalah karena sudah terbangunnya Logika Ilahi dalam batin Abraham sehingga semua ‘virus fakta lahiriah & logika manusiawi’ tidak lagi berkuasa atas hidup Abraham.
Dari catatan Rom 4:16-24 ada beberapa fakta Ilahi yang dapat dibangun menjadi Logika Ilahi:
(1) Kemenangan Abraham yang menaklukkan fakta lahiriah tersedia juga untuk setiap keturunan Abraham – kita sebagai orang percaya
(2) Seperti Abraham, yang dia butuhkan adalah firmanNya, kitapun sama; yang kita butuhkan hanyalah firmanNya!
(3) Untuk melihat bekerjanya kuasa Iman, kita harus dengan aktif mengambil keputusan untuk mempercayai firmanNya dan bertindak berdasar apa yang kita percayai tersebut (apa yang firman sudah katakan kepada kita)
(4) Kita harus terus mempengaruhi, meyakinkan pikiran kita secara sedemikian rupa sehingga lebih mempercayai firman & tidak lagi terpengaruh oleh fakta-fakta lahiriah ataupun logika manusiawi yang terpampang didepan mata. Kata ‘Iman’ diambil dari kata Yunani Pistis yang juga dapat diartikan sebagai Menjadi percaya atau Menjadi terpengaruh.
(5) Fondasi yang Abraham pakai untuk membangun kehidupan Iman ada pada pengenalannya akan Tuhan bahwa Dia adalah Allah yang berdaulat & setia. Ketika Roh Kudus membawa kita mengalami pengenalan akan Tuhan dalam dimensi yang sama – sebagai Allah yang berdaulat & setia pada firmanNya, otomatis kehidupan Iman kita akan jadi sangat kokoh! Tidak peduli apapun yang fakta lahiriah ataupun logika manusiawi coba ‘teriakkan’ ke telinga rohani kita, semua itu tidak akan membawa pengaruh apapun! Mata, hati & seluruh hidup kita sudah tertuju kepada Dia yang setia & berdaulat, yang sanggup menggenapi setiap janji firman yang pernah Dia berikan!

Seandainya kita mempergunakan semua fakta-fakta rohani yang terambil dari firman untuk menjadi bahan membangun kehidupan iman dalam hidup kita, saya yakin kehidupan iman yang kita miliki akan jadi makin agresif, dinamis & yang pasti jadi makin mengintimidasi musuh! Melalui kehidupan sehari-hari kita yang sudah dibangun berdasar logika Ilahi, kita jadi memiliki cukup keberanian percaya untuk menantang semua batasan, kelemahan, kemanusiawian, kemustahilan yang dengan lantang di teriakkan oleh berbagai fakta lahirian maupun logika manusiawi dalam dunia ini dan pada saat yang sama, kita menunjukkan buah-buah kerajaan melalui kehidupan sehari-hari kita dengan cara meruntuhkan semua batasan, kelemahan, kemanusiawian ataupun berbagai kemustahilan dengan kuasa iman – sesuai dengan firman yang sudah Dia sampaikan kepada kita…! Dengan iman kita menaklukkan dunia ini (1 Yoh 5:4)

3. Mengkondisikan diri kita untuk menikmati kehidupan yang kuat, stabil & memperkenan hati Tuhan.
Berdasar catatan dari Ibrani 11:6 “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
Kita bisa mengumpulkan beberapa fakta rohani yang harus dibangun menjadi Logika Ilahi dalam hidup kita! Dengan terbangunnya logika Ilahi, Iblis jadi tidak memiliki ruang untuk mengintimidasi/ menuduh kehidupan kita di hadapan Tuhan!
(1) Untuk memiliki kehidupan yang memperkenan hati Tuhan, saya harus terus bertumbuh dalam kehidupan Iman. Jadi artinya, jika selama ini saya sudah menjagai persekutuan pribadi saya dengan Tuhan; saya terus mendesak dalam hadiratNya sampai ada firman yang saya terima dan saya terus membangun Logika Ilahi dalam hidup saya sesuai dengan firman yang saya terima tersebut, artinya otomatis sayapun jadi memiliki kehidupan yang memperkenan hatiNya!
Dengan penuh keyakinan saya bisa berkata kepada Musuh yang terus mencoba merusak jati diri saya yang baru didalam Kristus dengan terus menanamkan pemikiran-pemikiran bahwa saya tidak ‘cukup baik’ untuk Tuhan ataupun saya adalah manusia yang masih banyak kelemahan sehingga justru sering mendukakan hati Tuhan dan sebagainya, dengan tegas, saya bisa berkata kepada Iblis bahwa semua tipu daya (hoax) yang dia lemparkan kepada saya, tidak akan berpengaruh sedikitpun…!
(2) Dasar keyakinan bahwa dengan terus menjalankan tugas saya sebagai seorang Imam dihadapan Tuhan, sudah pasti membuat hatiNya berkenan kepada saya didasari fakta rohani yang lain: Semua orang yang bertobat (berpaling kepada Tuhan) akan alami terbangunnya suatu kesadaran Ilahi didalam hidupnya bahwa TUHAN itu nyata; Dia sungguh ada dan mataNya terus mengamat-amati kehidupan umat manusia. Dia selalu mengganjar umat manusia sesuai dengan sikap hati dan perbuatan yang dikerjakannya. Jadi jika ada seseorang yang mengejar Tuhan secara MGH, orang itu pasti akan menerima ganjarannya: Ada dimensi pengenalan akan Tuhan yang datang dalam kehidupannya!
(3) Dari fakta rohani diatas, ada fakta rohani lain yang jadi kita dapatkan: Saat seseorang alami realita Tuhan, otomatis orang tersebut akan jadi makin mencintai Tuhan & hidup didalam firmanNya. Hal ini akan membuat orang yang bersangkutan jadi alami realita keberadaan seluruh ke-Allah-an jadi melingkupi & mencengkeram hidupnya! (Yoh 14:15-23)
(4) Semakin seseorang hidup dalam lingkupan realita ke-Allah-an, dia akan mendapati bagaimana hati nuraninya jadi makin tajam dalam memberi arahan/ tuntunan di kehidupan sehari-hari. Tidak ada lagi tuduhan dari Iblis ataupun hati nurani yang lemah; orang yang bersangkutan menikmati kehidupan dalam ‘zona bebas Iblis’! Ia hidup hanya bagi Tuhan & penggenapan rencanaNya. Otomatis apapun yang ia doakan/ minta dari Tuhan jadi selalu selaras dengan Tuhan & penggenapan rencanaNya. Doa-doanya selalu di kabulkan oleh Tuhan! (1 Yoh 3:19-22, Yak 5:16-18) #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Message ini masih akan berlanjut besok…..