16 Oktober 2021

Kisah Para Rasul 1:14 (TB)  Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Acts 1:14 (KJV)  These all continued with one accord in prayer and supplication, with the women, and Mary the mother of Jesus, and with his brethren.

Kalimat “with one accord” dalam terjemahan Yunani dituliskan dengan kata, ‘homothumadon’. Kata ini memiliki arti:

  • With one mind (satu pikiran),
  • With one accord (satu tujuan – tidak ada perbedaan pendapat – seia sekata),
  • With one passion (satu roh – satu hasrat yang sama).

Dari pemahaman di atas tentunya kita sudah bisa membandingkan doa para murid di loteng Yerusalem dengan doa kita sebagai orang percaya atau gereja – gereja pada saat ini. Sangat jauh berbeda pastinya. Bayangkan saja, orang Kristen memiliki keyakinan dan cara doa yang beragam. Ada yang menganggap doa harus hening, atau doa hanya dalam batin saja, dan ada juga lainnya yang menganggap doa harus berlutut serta lipat tangan. Lebih parahnya jika berkumpul untuk ibadah atau pertemuan doa, semuanya diperbolehkan untuk berdoa seturut cara dan pemahamannya masing – masing.

Jika kondisi di atas masih terus berlanjut, maka sampai kapan pun juga kehidupan doa orang Kristen tidak akan berdampak sama sekali. Kuasa Roh Kudus yang tercurah dan membangkitkan kegerakan besar di loteng Yerusalem hanya akan menjadi ‘kisah masa lalu’ yang tidak akan pernah kita alami pada masa kini.

Jadi sesungguhnya, kita membutuhkan pemahaman doa yang bisa menjadi patokan bersama. Tentunya tidak semua gereja bisa sama, tapi minimal ada sekelompok orang. Sebab Kerajaan Surga tidak butuh banyak orang untuk mengadakan perubahan. Terbukti, di loteng Yerusalem hanya ada 120 orang PERCAYA (yang memiliki dasar keyakinan yang sama). Dari 120 orang yang memiliki roh doa yang sama itulah, maka kegerakan melanda ke kota – kota.

Saya yakin, Prayer Grup yang gereja BCC (Breakthrough City Church) adakan, bukanlah suatu kebetulan saja. Melainkan rencana Tuhan untuk menyelaraskan gereja – gereja agar memiliki roh doa dan dasar keyakinan yang sama. Sebab suatu kegerakan selalu dimulai dari Roh doa yang tercurah dan bergerak melanda kehidupan orang-orang percaya.

Saya merasa, waktu kebangunan rohani sudah dimulai dan akan melanda orang percaya lalu memulihkan negeri kita. Ini waktunya kita menyelaraskan pikiran, roh, dan pemahaman tentang doa agar seturut dengan yang Tuhan kehendaki. Dan saya semakin yakin, inilah jalan satu – satunya untuk api kebangunan rohani mulai menjalar ke seluruh negeri! Amin!! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106