Top

16 September 2019

Saya bertanya – tanya kepada Tuhan, mengapa ‘musuh’ begitu gencar ‘mengincar’ areal emosi kita agar terus bergerak ke arah yang negatif melalui orang, peristiwa ataupun keadaan. Seolah tidak ada habisnya ‘peperangan’ pada areal tersebut. Mungkin aman dan damai untuk sejenak, tapi entah bagaimana kita seperti ‘harus menghadapi’ kembali pergumulan dengan situasi, kondisi atau orang yang sama. Bahkan sekalipun kita sudah mendoakan orang tersebut dan kondisi yang ada agar berubah, tetap saja seperti tidak ada perubahan.

 

Roh membukakan kepada saya sudut pandang ilahi dalam melihat semua itu dan memahami ‘rencana-Nya’ kepada kita :

 

1. Ternyata Tuhan memang telah menetapkan kita untuk menjadi pribadi yang dapat memanifestasikan keilahian-Nya dalam hidup sehari – hari

 

Sekalipun kita menghadapi orang yang menjengkelkan dan berbagai peristiwa negatif, Ia mau kita tetap BERSUKACITA (Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!) . DAN BERSYUKUR (1 Tesalonika 5:18 – Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu). Itulah KEBENARAN yang Tuhan kehendaki untuk kita praktekkan.

 

Mulailah untuk mengucap syukur atas situasi, kondisi, dan orang yang kita sedang hadapi. Bersyukurlah karena Tuhan yang mengontrol dan mengijinkan mereka ada di sekitar kita. Dengan satu maksud: AGAR KITA MENJADI SEMAKIN ILAHI! Jadi ketika kita syukuri hal tersebut, maka saat itu juga kita dimerdekakan dari serangan, tipu daya atau jebakan musuh yang memanfaatkan situasi, keadaan, dan orang untuk membuat emosi kita menjadi negatif.

 

Karena kebenaran selalu memerdekakan! Ketika kebenaran muncul di batin dan kita praktekkan, maka seiring dengan hal tersebut sukacita ilahi juga akan bermanifestasi (Maleakhi 4:2). Hidup kita tidak lagi membawa luka dan radang di hati. Namun menjadi utuh dan sempurna sama seperti Bapa di surga! Jadi keberadaan orang dan kondisi yang selama ini membuat emosi kita menjadi negatif, ternyata kalau kita bersikap dengan tepat (bersyukur dan bersukacita) semuanya itu hanya mendatangkan kebaikan bagi kita. Membuat kita jadi semakin ILAHI! Bukan jadi semakin buruk! Tapi menjadi semakin serupa dengan Bapa di surga. Jadi, itulah alasan kita bersyukur dan bersukacita dalam segala keadaan. Kita paham, Tuhan hanya merancangkan kebaikan saja untuk hidup kita. Membuat KITA JADI SEMAKIN ILAHI!

 

2. Roh menjelaskan seperti ini kepada saya: Perhatikan orang yang membawa kebencian dan emosi negatif; ketika pribadi itu berada di kumpulan orang banyak, ‘aura’ kebencian dan kemarahan yang dibawa olehnya akan mulai tertransfer

 

Tanpa perlu berkata – kata, pribadi tersebut sudah dapat memberikan dampak. Orang – orang sekitarnya ‘tiba – tiba’ berubah. Ada yang pergi menghindar, ada yang juga jadi ikut kesal dan marah karena melihat wajahnya, ada yang jadi gusar dan tidak enak hati. Intinya, kehadirannya membawa perubahan walaupun belum berkata – kata.

 

Lalu Roh membawa saya membandingkannya dengan Wahyu 21. Perhatikan kata Roh Kudus: Ketika engkau menjadi semakin ilahi, dicetak seturut kebenaran firman Tuhan – bersyukur dan bersukacita senantiasa; menjadi pribadi yang utuh membawa damai – maka pada saat itu juga engkau akan memainkan fungsi dan peranan sebagai kemah Allah.

 

Wahyu 21:3-4 (TB) Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

 

Akan tiba waktunya hidup kita akan sangat memberi dampak. Ketika kita dipenuhi oleh kebenaran, kedamaian, dan sukacita ilahi yang meluap – luap, lalu kita berada di tengah – tengah orang, maka hidup kita akan langsung memberi pengaruh yang signifikan! Bahkan tanpa perlu kita berkata – kata.

 

Apalagi jika kita berkata – kata, dampak yang kita hasilkan akan berlipat kali ganda. Aliran air hidup dari dalam batin kita akan senantiasa mengubahkan kehidupan banyak orang. Itulah yang disebut dengan pencurahan Roh ke atas semua manusia (Kisah Para Rasul 2:17). Roh bukan lagi tercurah dari atas (itu hanya untuk kita sebagai gereja Tuhan) melainkan akan terpancar dari dalam batin kita. Sebab Tuhan ada dalam hidup kita! Kita adalah kemah Allah!

 

Saya jadi paham sekarang, mengapa musuh ingin selalu membuat emosi kita negatif, karena ia ingin menggagalkan tujuan besar yang Tuhan tetapkan! Tapi rencana musuh telah gagal total. Sebab kebenaran-Nya telah disingkapkan bagi kita! Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (membuat kita semakin ilahi) yang mengasihi Dia, yaitu bagi kita yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (menjadi kemah Allah di atas muka bumi ini) #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus