Top

17 Agustus 2018

Saya merasa, ada satu kesalahan besar yang sering kita lakukan dalam doa: Kita berdoa sedemikian rupa hanya demi Tuhan mendengar doa kita. Salah besar! Yang seharusnya kita lakukan adalah : Kita harus berdoa secara sedemikian rupa demi supaya kita bisa mendengarkan Dia!

1. Bapa di surga selalu mendengar doa kita.

Dia bahkan mengetahui apa yang kita butuhkan sebelum kita menyatakannya; dan Dia sudah menyediakan semua yang kita butuhkan tersebut.
Jadi sebetulnya saat kita menceritakan ‘panjang lebar’ tentang masalah, situasi & kebutuhan yang kita miliki tidak lain ‘hanya sekedar’ tindakan untuk meyakinkan diri bahwa ‘kita sedang melibatkan Tuhan’ dalam situasi/ permasalahan yang sedang kita hadapi. Tidak salah – walau sebetulnya tidak akurat juga, terlebih jika kita lihat dari perspektif firman: Matius 6:8 (TB) Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Yang harus seharusnya kita lakukan setiapkali berdoa adalah menyelaraskan terlebih dahulu frekuensi rohani yang ada dalam hidup kita dengan frekuensi sorga – dengan adanya situasi buruk, masalah/ tekanan yang sedang kita hadapi, secara naluriah fokus hidup kita akan tertuju kepada masalah/ situasi buruk yang ada dan berusaha segera menemukan jalan keluar dari situasi tersebut. Semakin lama kita ‘berkutat’ dengan permasalahan yang ada, semakin kita akan jadi ‘overwhelm’, tertelan oleh masalah yang ada. Walau sebetulnya itu adalah masalah kecil, tapi dimata kita akan jadi terasa besar sekali dan otomatis membuat kita jadi makin kecil! Itu sebabnya rasul Petrus menegaskan untuk segera ‘melempar’ segala bentuk kekuatiran kita kepada Tuhan (1 Pet 5:7) Semakin lama kita membiarkan kekuatiran, ketakutan, kegelisahan, kegalauan bercokol dalam hati kita, semakin lemah, kecil & tak berdaya kita dibuatnya…

Lawanlah dengan iman yang teguh! Sadari bahwa segala bentuk permasalahan timbul karena kita masih memiliki adanya area yang tidak akurat dalam hidup kita; dan Iblis sedang mencoba memanfaatkan ketidak akuratan yang masih ada tersebut untuk ‘menghantam’ kita. Tapi bagaimanapun, dalam kasih & kedaulatan kuasaNya, Bapa akan selalu ‘membatasi’ ruang gerak Iblis atas hidup kita. Tidak hanya itu, Diapun akan terus menyertai kita untuk memberi kekuatan dan jalan keluar yang kita butuhkan (1 Kor 10:13, 1 Pet 5:9-10)

Pembacaan firman & penyembahan akan ikut menolong menenangkan pikiran dan menyelaraskan frekuensi rohani dalam hidup kita dengan frekuensi sorga.

2. Yang kita tunggu adalah datangnya firman dari sang Raja.

Saat kita memiliki frekuensi hidup yang selaras dengan frekuensi sorga, kita akan bisa merasakan/ mengetahui dengan pasti bahwa kita sedang ada di dalam ruang tahta, berhadapan muka dengan muka dengan sang Raja – yang juga adalah Bapa kita sendiri – disanalah habitat kita yang sesungguhnya sebagai seorang Ciptaan Baru!

Bapa yang memang sudah mengetahui segala sesuatu dalam hidup kita akan memberikan firmanNya berkaitan dengan situasi, kondisi/ keadaan yang sedang kita hadapi tersebut.
Sepatah kata dari sang Raja, hanya itulah yang kita butuhkan. Karena apapun situasi/ keadaan yang sedang kita hadapi sebagai fakta kehidupan, akan berubah begitu saja saat kita menerima firmanNya! Dengan mendeklarasikan firmanNya, kita akan menerima kuasa untuk mengubah fakta lahiriah agar jadi selaras dengan firmanNya!

Matius 8:8 (TB) Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, ……katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh….”
Itu sebabnya, setiapkali berdoa, pastikanlah kita terus menyelaraskan frekuensi hidup kita dengan frekuensi Sorga sehingga kita mulai mendengar Dia…. #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Atas nama seluruh kerabat kerja Daily Devotion Ps Steven Agustinus, kami mengucapkan:
Dirgahayu Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 73.
Doa kami, biarlah Tuhan terus mengarahkan wajahNya atas pulau-pulau di seluruh Indonesia dan mengangkat bangsa ini untuk berjaya melampaui bangsa-bangsa lain, menjadi pola bagi bangsa-bangsa lain, bergandeng tangan dengan bangsa-bangsa lain untuk mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial bagi seluruh penduduk dunia ini.
Tuhan memberkati Indonesia!