Top

17 April 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

3. Level kekuatan Roh yang berkemenangan dalam mencengkeram pikiran, batin kita dipengaruhi oleh level intensitas kita dalam merenungkan firman.
Sama seperti suatu dinamit atau petasan, daya ledaknya dipengaruhi oleh seberapa banyak bubuk mesiu yang dipakai, demikian pula ‘daya ledak’ dari roh berkemenangan dalam hidup kita, dipengaruhi oleh level intensitas dari perenungan firman yang kita lakukan!
Semakin kita memenuhi pikiran/ hati kita dengan firmanNya, saat kita melakukan deklarasi, hal tersebut akan menghasilkan ‘daya ledak’ yang lebih dahsyat dalam hidup kita – level cengkeraman hadirat Tuhan yang bermanifestasi melalui roh yang berkemenangan bakal menghasilkan rangkaian terobosan yang dahsyat dalam hidup kita! Pikiran, batin kita akan sedemikian dikuasai oleh firman & RohNya; hal tersebut akan mengkondisikan diri kita untuk betul-betul menikmati dimensi otoritas pemerintahan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari kita!
Didalam roh, Dia membawa kita duduk setahta dengan Kristus dan memerintah dengan otoritas pemerintahan Kerajaan didalam kehidupan sehari-hari (Ef 1:18-22, Rom 5:17 – terj Amplified) Bersiaplah untuk mengalami suatu realita: Perkataan mulut kita jadi sedemikian berotoritas – apapun yang kita perkatakan, jadi pasti terjadi!

4. Manifestasi roh yang berkemenangan dalam hidup seseorang adalah merupakan wujud dari realita keberadaan Tuhan yang secara nyata mendampingi hidup orang yang bersangkutan.
Tanpa adanya realita Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, kita bukanlah siapa-siapa; yang membuat kita dibedakan & diistimewakan dalam dunia ini adalah karena adanya realita Tuhan yang menyertai kita! (Kel 33:16, Ul 20:4, Zef 3:17)
Untuk realita Tuhan menjadi nyata dalam hidup seseorang, dibutuhkan kecenderungan hati yang memang tertuju hanya kepada Tuhan; dibutuhkan hati yang MGH dalam mencintai Dia!
Saat Musa menerima firman yang menyatakan bahwa Tuhan akan menggenapi semua janji yang pernah Ia berikan berkaitan dengan Israel tapi Dia sendiri tidak menyertai mereka – hanya mengutus salah satu malaikatNya saja – Musa segera ‘memprotes’ keputusan Tuhan tersebut (Kel 33:1-17)
Seandainya Musa tidak memiliki hati yang mencintai Tuhan – seandainya Musa hanya berorientasikan pada penggenapan janji-janji Tuhan, pada berkat & kesuksesan belaka, saya yakin, Musa akan segera menerima ketetapan Tuhan tersebut. Tapi Musa menyadari, yang membuat Israel jadi selalu berkemenangan, disitimewakan & dibedakan diantara semua bangsa yang ada didunia, hanyalah karena adanya realita Tuhan ditengah bangsa itu! Itulah juga yang seharusnya kita lakukan!
Dengan meminta Roh Kudus memberikan hati yang mencintai Tuhan secara MGH sehingga realita Tuhan jadi makin nyata dalam hidup kita, otomatis roh yang berkemenangan akan terus jadi makin bertambah nyata dalam hidup kita…

5. Manifestasi roh yang berkemenangan ikut dipengaruhi oleh proses pembentukan yang sudah terjadi dalam hidup kita.
Bagaimanapun juga, roh berkemenangan yang Tuhan berikan dalam hidup seseorang membutuhkan sarana untuk memanifestasikan diri. Ketika hidup orang yang bersangkutan masih terus membawa pola dunia yang selama ini sudah mencetak hidupnya, roh berkemenangan tersebut bisa ‘menemui kesulitan’ dalam mengekspresikan dirinya!
Katakanlah, orang yang bersangkutan membawa pola dunia berupa karakter hidup yang ‘cool & calm’, maka otomatis orang yang bersangkutan akan menemui kendala untuk mengekspresikan roh berkemenangan yang bakal ‘menuntut’ dirinya untuk bersorak sorai, melompat atau sekedar mengucap syukur dengan bersuara….
Dibutuhkan perombakan jati diri – termasuk didalamnya ekspresi emosi untuk seseorang betul-betul bisa mengekspresikan roh yang berkemenangan…
Mungkin kita jadi bertanya: Apa ruginya jika roh berkemenangan tersebut tidak kita ekspresikan secara ekspresif? Tentu saja hal tersebut akan merugikan diri kita sendiri. Sama seperti ketika kita meledakkan suatu petasan/ dinamit tapi sebelum kita meledakkannya, kita tutupi petasan/ dinamit tersebut dengan sesuatu, otomatis daya ledaknya jadi tidak bisa menimbulkan hasil yang maksimal.
Setiapkali Tuhan mencurahkan roh yang berkemenangan dalam hidup seseorang, ada tujuan-tujuan tertentu yang Tuhan ingin peroleh; salah satu tujuan utamanya adalah memporak-porandakan semua ‘bangunan yang sudah dibangun oleh Musuh’ dalam hidup kita: pola pikir salah, gaya hidup/ kebiasaan yang tidak Ilahi, sikap hati yang manusiawi. Dengan ‘bangunan Musuh’ diporak-porandakan, Roh Kudus bisa memulai ‘proyek Pembangunan Ulang’ kehidupan kita; Roh Kudus mengkondisikan, melatih ulang diri kita untuk memiliki sikap hati, konsep pikir ataupun kebiasaan/ gaya hidup yang akurat dihadapanNya…#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus