Top

17 April 2020

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang bagaimana meresponi pernyataan Roh yang diterima oleh Dr. Jonathan David yang menyatakan bahwa dalam enam hingga tujuh bulan ke depan, akan terus terjadi aktivitas ilahi dalam alam roh.

 

1. Pastikan ada hati yang memang haus-lapar akan Tuhan terus berkobar dalam batin kita.

 

2. Pastikan kita mulai melatih Dan mendisiplin pikiran kita untuk selalu membawa frekuensi firman.

 

Saya mendapati, pikiran kita sebetulnya merupakan ‘portal penghubung’ antara keberadaan kita di alam lahiriah ini dengan alam rohani. Seperti misalkan, jika Iblis memberikan godaan atau intimidasi, sebelum kita mulai bisa merasakan adanya perasaan takut, kuatir dan lain-lain, biasanya akan muncul dulu dalam pikiran kita ada banyak pemikiran-pemikiran yang menakutkan, yang jika kita responi akan jadi membuat kita betul-betul jadi ketakutan, kuatir ataupun tertekan sendiri!

 

Perhatikan ayat berikut:

 

1 Petrus 5:7-8 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

 

a) Dari awal Tuhan memerintahkan untuk kita belajar menyerahkan segala kekuatiran kita kepada-Nya. Tuhan mau fokus dari hidup kita (artinya meliputi pikiran dan perasaan kita) untuk tertuju hanya kepada-Nya sebagai pribadi yang bertanggung jawab memelihara kehidupan kita sepenuhnya.

 

b) Alasannya adalah karena berbagai pemikiran dan perasaan kuatir yang berkecamuk dalam hidup kita sebetulnya berasal dari Iblis yang sedang terus mengintimidasi seperti singa yang mengaum-aum. Suara-suara dari Iblis yang ada di alam roh tersebut dengan mudah dapat ‘kita dengar’ melalui atau di dalam pikiran kita. Dan selama kita menjalani rutinitas dalam kehidupan sehari-hari, ada ribuan – mungkin bahkan jutaan suara-suara lain yang terus ‘terdengar’ dalam pikiran kita! Dan itu semua dapat mempengaruhi frekuensi rohani atau frekuensi kehidupan yang kita miliki. Itulah sebabnya seringkali hidup kita jadi terus ‘terombang ambing’ – mudah dibuat kehilangan kestabilannya karena ada banyak ‘suara-suara lain’ yang terus ‘terdengar’ dalam pikiran kita dan – secara sadar ataupun tidak – sangat mempengaruhi pertimbangan dan pengambilan keputusan kita!

 

Jadi teruslah mendisplin frekuensi pikiran kita dengan firman-Nya! Pergunakan setiap firman yang kita terima sebagai pewahyuan Roh untuk mulai kita jadikan sarana sebagai patokan untuk menetapkan ‘jenis frekuensi hidup’ yang kita inginkan terus ada dalam hidup kita!

 

Sadari, jenis frekuensi hidup yang terus menerus ‘bergema dalam pikiran kita’ menandakan jenis kehidupan yang akan kita jalani atau kita alami!

 

Ayub 3:25 (TB) Karena YANG KUTAKUTKAN, ITULAH YANG MENIMPA AKU, DAN YANG KUCEMASKAN, ITULAH YANG MENDATANGI AKU.

 

Jika selama ini kita tidak pernah mendisiplin pikiran kita dengan firman, sekaranglah saatnya untuk kita melatih diri kita mendisiplin pikiran dengam firman-Nya!

 

Dengan kita memastikan frekuensi hidup kita selalu selaras dengan firman-Nya, dapat dipastikan apa yang ‘terus bergema’ dalam pikrian kita pastilah juga prinsip-prinsip firman – dan pasti kita juga akan mengalami realita dari firman tersebut!

 

Dengan kita terus menyelaraskan frekuensi hidup kita dan mendisiplin pikiran kita dengan prinsip tentang hidup ‘di dalam Kristus’, kita pasti akan mengalami Tuhan membawa kita menikmati realita kehidupan ilahi di dalam Kristus!

 

Perhatikan ayat-ayat berikut:

 

~ Amsal 4:23 (VMD) Di atas segala-galanya, HATI-HATILAH TERHADAP YANG KAUPIKIRKAN karena PIKIRANMU MENGENDALIKAN HIDUPMU.

 

~ Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. ARAHKANLAH PIKIRAN SAUDARA kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. RENUNGKANLAH hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. INGATLAH akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.

 

~ Roma 8:5 (TB) Sebab mereka yang hidup menurut daging, MEMIKIRKAN hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, MEMIKIRKAN hal-hal yang dari Roh.

 

~ Roma 8:6 (VMD) Sebab jika PIKIRAN ORANG DIKUASAI OLEH KEINGINAN DUNIAWI, akibatnya adalah kematian rohani. Dan jika PIKIRAN ORANG DIKUASAI OLEH ROH, hasilnya adalah hidup dan damai sejahtera.

 

Jadi jangan pernah ‘meremehkan’ keberadaan dari pikiran kita! Pikiran memiliki kuasa yg sama seperti sebuah doa!

 

~ Efesus 3:20 (TB) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada YANG KITA DOAKAN ATAU PIKIRKAN, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

 

Jadi teruslah mendisiplin pikiran kita dengan firman-Nya, mulailah untuk kembali menghafalkan ayat-ayat firman, imajinasikan firman yang kita baca atau terima dari Tuhan, berdoalah dalam bahasa roh sambil pikiran kita berfokus pada firman. Dalam percakapan dengan siapa pun, latih diri kita untuk menimbang atau menyaring isi percakapan kita dengan firman yang pernah kita terima. Lakukan dengan tekun, dengan hati kita terus dijaga tetap berkobar-kobar. Otomatis kita akan dibawa oleh Roh untuk mulai hidup di dalam dunianya Tuhan. #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut dan berakhir besok.

 

Ps. Steven Agustinus