Top

17 Februari 2020

 

Saat saya merenungkan tentang ‘kuasa doa’, tiba – tiba saya teringat dengan kisah Elisa yang memberi perintah kepada Naaman (panglima raja Aram yang sakit kusta – 2 Raja-raja 5). Akan tiba waktunya gereja Tuhan mulai bersentuhan dengan para pembesar – pembesar negeri. Mereka akan datang untuk minta didoakan (karena mereka mendengar kuasa doa bekerja dalam gereja-Nya dengan luar biasa) Sehingga mereka akan mengalami secara langsung mukjizat dari kuasa doa. Apa yang tidak ada menjadi ada, dan apa yang mustahil akan menjadi mungkin. Gereja akan bangkit bukan sebagai institusi keagamawiaan, tetapi institusi dari Kerajaan Surga yang membawa kuasa doa dari tempat yang maha tinggi.

 

Tapi untuk semua itu terjadi, maka jalan kematian harus dilalui. Gereja harus mati dari cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia; serta harus bebas dari segala bentuk konflik batin. Sehingga ada kebangkitan yang nyata dalam kuasa doa. Dan gereja Tuhan pun harus ‘bersih’ dari segala kepentingan! Yang ada hanya satu, kepentingan Kerajaan Surga. Aroma kematian daging harus tercium dengan sangat tajam di dalam gereja-Nya.

 

Saya jadi sadar, ternyata posisi dan keberadaan kita dalam memanifestasikan kuasa doa masih jauh dari standar yang seharusnya Tuhan tetapkan. Kita belum berada di level dimensi kuasa doa yang menentukan nasib suatu bangsa pada zaman Musa, Firaun menjadi ‘saksi dari kuasa doa’. Bahkan nasib bangsa Mesir ditentukan oleh doa Musa. Wabah dan bencana yang terjadi hanya bisa berhenti dengan doa yang dipanjatkan Musa. Begitupun pada zaman Elia, ‘cuaca’ ditentukan oleh doa – doanya! Dan masih ada banyak lagi manifestasi kuasa doa yang menyertai para pahlawan iman di masa lampau.

 

Tapi terlepas dari hal itu saya merasa Roh Kudus berkata dalam batin saya: “Aku sedang mencurahkan roh doa itu untuk kembali ke gereja-Ku dan membawa umat-Ku berada dalam dimensi doa yang berkuasa dan sanggup mengubah masa depan bangsa! Kuasa doa ini akan menjawab tantangan akhir zaman yang ada sekaligus menciptakan peperangan yang besar di alam roh, dan menutup pintu gerbang neraka atas suatu bangsa.”

 

Sekarang waktunya kita menghubungkan diri kita dengan kedaulatan kuasa Tuhan melalui doa. Ini waktunya kita mengangkat tangan kita kepada-Nya dan mengalami manifestasi kuasa doa yang dahsyat dan ajaib! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus