Top

17 Juli 2018

Roma 6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Membangun logika Ilahi memang sangat penting. Tanpa terus mensetting pikiran/ imajinasi dan terus berkata-kata untuk meyakinkan diri sendiri selaras dengan firman, akan membuat kehidupan kita sebagai Ciptaan Baru hanya akan memunculkan kodrat dari manusia lama (Ef 4:17-32)

Paulus menegaskan beberapa point penting:

1. Sebagai orang percaya, masih ada kemungkinan untuk kita tetap hidup seperti orang yang tidak mengenal Tuhan – kembali memiliki gaya hidup duniawi/ kedagingan (Ef 4:17)

2. Sebagai orang percaya, masih ada kemungkinan untuk kita hidup berdasar pikiran yang sia-sia – merancangkan hal-hal yang tidak benar, jahat (Ef 4:17)

3. Sebagai orang percaya, masih ada kemungkinan untuk kita tetap hidup dalam keadaan keras kepala, tidak mau tahu keadaan orang lain, mengingini hal-hal yang bertentangan dengan keinginan hati Tuhan – hidup semaunya (Ef 4:18)

4. Sebagaj orang percaya, masih ada kemungkinan untuk kita hidup secara agamawi – kelihatan rohani tapi tanpa kehidupan Roh sama sekali (Ef 4:18)

5. Sebagai orang percaya, kita bisa tetap hidup dalam keduniawian – frekuensi hidup yang kita miliki tertuju kepada dunia ini; kita jadi sulit untuk memahami hal-hal sorgawi/ perkara Ilahi (Ef 4:18)

6. Sebagai orang percaya, masih ada kemungkinan untuk kita hidup dengan mengandalkan kebenaran kita sendiri – memiliki pemikiran yang sempit, tidak terbuka untuk menerima masukan dari orang lain, keras kepala (Ef 4:18)

7. Sebagai orang percaya, adalah mungkin untuk kita terus hidup dalam keadaan apatis, sulit untuk mengalami/ menikmati gelora emosi positif (Ef 4:19)

8. Sebagai orang percaya, adalah mungkin untuk kita masih tetap menjalani kehidupan sehari-hari sebagai seseorang yang mudah tergoda, mudah jatuh dalam pencobaan, menjadi tidak akurat (Ef 4:19)

9. Sebagai orang percaya – walau kita masih hidup di tengah dunia yang bobrok ini, sesungguhnya kita bisa menjalani suatu kehidupan yang sepenuhnya berbeda; yaitu dengan cara membangun suatu kebiasaan baru yang sifatnya Ilahi didalam kehidupan sehari-hari kita (Ef 4:20)

10. Untuk sepenuhnya menjadi manusia yang berbeda, tidak cukup untuk kita hanya mendengarkan khotbah/ pengajaran belaka; bahkan setelah kita mengalami pengalaman menjadi Ciptaan Baru, hal tersebut harus segera di tindak lanjuti dengan melakukan perenungan firman sampai nature dari pikiran kita mengalami perubahan (Ef 4:21-23)

Itu sebabnya, membangun tekad & ketetapan hati untuk mengubah nature dari pikiran kita sangatlah penting. Walau membutuhkan waktu, tapi melalui ketekunan nature dari pikiran kita pasti berubah: kita jadi mewarisi pikiran Kristus! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus