Top

17 Juni 2020

Tiba – tiba saya mendengar ada suatu suara yang berbicara dalam batin saya: Kehidupan yang berdampak, belum tentu terlihat; kehidupan yang berfungsi, belum tentu terkenal; dan kehidupan yang berpengaruh, belum tentu memiliki posisi atau jabatan.

 

Lalu Roh Kudus menjelaskan seperti ini: Banyak orang yang tidak paham dan salah mengerti ketika mendengar message mengenai “dibangkitkan menjadi orang yang terpandang, orang yang disegani, dan juga berpengaruh”.

 

Mereka berpikir akan terlihat, terkenal dan memiliki posisi atau jabatan tertentu. Sehingga tidak heran keberadaan hidup mereka sulit untuk melebur dalam tatanan tubuh Kristus. Jadi walaupun mereka ‘sepertinya’ mengikuti kegerakan yang ada, tapi mereka ternyata bukan anggota tubuh – kenyataannya memang sedang terpisah dari kesatuan tubuh Kristus. Itulah kondisi ‘para pengikut’. Ya, mereka hanya mengikuti untuk mencari kesempatan dan ‘mencari pijakan’ agar beroleh keterkenalan dan posisi. Sebab memang itulah yang mereka inginkan.

 

Sejenak saya terhentak dengan pernyataan dari Roh Kudus tersebut. Pernyataan itu harus segera menjadi bahan evaluasi diri. Jangan – jangan kita yang selama ini mengaku diri telah ‘berada dalam kegerakan’ ternyata hanyalah sebagai ‘pengikut’ saja. Oleh karenanya sangatlah penting untuk kita mengajukan pertanyaan seperti ini: Apa yang sebetulnya sedang kita cari??

 

Orang yang sungguh – sungguh meleburkan diri dalam kesatuan tubuh Kristus sesungguhnya adalah mereka yang tidak peduli lagi soal ‘terlihat’, ‘terkenal’, ‘dipandang’, dan ‘memiliki jabatan’. Yang menjadi fokus mereka adalah kehidupan yang berdampak walaupun tidak terlihat banyak orang. Lalu kehidupan yang berfungsi walaupun tidak pernah terkenal. Dan kehidupan yang berpengaruh walaupun tidak ada jabatan.

 

Sebab memang begitulah kenyataan dan fakta yang harus kita terima sebagai anggota tubuh. Jantung akan jarang sekali dipuji walaupun ia selalu kerja setiap detik dalam aktivitas hidup kita. Sebab ia memang ada di balik organ tubuh lainnya. Tidak terlihat secara langsung dalam hidup sehari – hari.

 

Begitu juga paru – paru, bukan ia yang akan mengangkat piala dan difoto ketika ada seseorang yang memenangkan lomba lari marathon. Melainkan tangan dan organ tubuh bagian luar yang akan mengangkat piala dan terpampang di media cetak, elektronik, juga media sosial. Padahal paru – paru yang terlatih juga memainkan peranan teramat penting saat berlari. Paru – paru tidak akan protes akan hal tersebut. Kalau ada yang protes pasti itu bukan bagian tubuh, pasti itu kehidupan orang lain yang bukan bagian dari tubuh tersebut.

 

Pertanyaannya, siapakah kita? jangan – jangan selama ini kita bukan anggota tubuh Kristus? atau hanya pengikut bahkan pendompleng saja? Jika iya, maka cepat atau lambat pasti akan berpisah!!

 

Saya merasa, Roh Kudus sedang bekerja memisahkan mereka yang hanya sekedar mengikuti untuk suatu ‘maksud serta tujuan lain’, dan mereka yang benar – benar sebagai anggota tubuh Kristus. Masa pemisahan ini sedang dimulai. Baiklah kita meminta kepada Roh-Nya untuk menyelaraskan kecenderungan hati kita agar tertuju hanya kepada kebenaran sehingga dapat terhisap masuk sebagai kesatuan tubuh Kristus!! Ini masa yang sangat krusial dan menentukan!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus