Top

17 Maret 2020

Maleakhi 3:18 (TB)  Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

 

Hingga sejauh ini kehidupan rohani seseorang terus dikategorikan sebagai ranah pribadi yang tidak perlu (baca: tidak boleh) dibahas di muka umum. Tapi Saya mendapati, apa yang selama ini kita lakukan diranah private, akan diekspose oleh Tuhan di muka umum – hal yang bersifat positif maupun negatif akan sama-sama diekspose!

 

Jika selama ini kehidupan private yang kita miliki adalah hal-hal yang akurat, positif, ilahi atau memperkenan Tuhan, otomatis hal itu akan membawa kita menerima promosi dan establishment dari Tuhan. Dia membawa kita untuk ikut menikmati kemuliaan-Nya!

 

Sebaliknya, jika selama ini kehidupan private yang kita miliki adalah hal-hal yang tidak akurat, najis dan tidak layak diperbincangkan di muka umum, maka masa Tuhan ekspose kehidupan pribadi umat-Nya justru akan membawa orang yang bersangkutan jadi seperti terjerembap ke tempat sampah – tidak peduli orang yang bersangkutan ada di level ketinggian mana pun.

 

1. Benahi kehidupan pribadi kita dan terus selaraskan dengan kebenaran-Nya.

 

Hiduplah dalam keakuratan di segala aspek. Miliki tekad untuk mulai mencintai kebenaran-Nya; teruslah menyelaraskan (mendisiplin) kecenderungan hati yang kita miliki untuk tertuju kepada firman atau kebenaran-Nya.

 

2. Terus tumbuhkan roh pertobatan dalam hidup kita.

 

Pastikan kita makin belajar ‘dengar-dengaran’ dengan suara hati nurani kita. Begitu ada teguran dari suara hati nurani, segera responi dengan hati yang bertobat. Sesederhana apa pun teguran atau arahan hati nurani tersebut, bertobatlah! Makin kita belajar untuk taat, maka makin jernih, detail dan jelas suara hati nurani kita. Suara hati nurani kita akan terus menuntun kita hidup dalam Terang Tuhan.

 

Amsal 20:27 (TB)  Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

 

3. Pastikan kita kembali mengalami ‘cinta mula-mula’ terhadap realita Tuhan dan kebenaran-Nya – belajarlah berfokus pada hal-hal yang berasal dari Tuhan.

 

Dibutuhkan pendisiplinan pribadi untuk mulai mengubah fokus kehidupan atau kondisi hati yang kita miliki. Kecenderungan kebanyakan orang, lebih mudah berfokus dan berkutat pada hal-hal yang negatif. Tapi kita harus melatih diri untuk mulai mengarahkan hati atau kehidupan pada kebenaran-Nya.

 

Dengan memiliki fokus hati yang tertuju pada Tuhan, berkobar-kobar dalam cinta akan Tuhan dan kebenaran-Nya, maka kita akan mulai menikmati kehidupan dalam dunia-Nya Tuhan.

 

Bersiaplah hai orang-orang benar, masa promosi dan establishment yang dari Tuhan sudah datang!!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus