Top

17 Mei 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

2. Daud (Kis 13:22)

 

Daud adalah pribadi yang istimewa, karena Tuhan sendiri bersaksi mengenai Daud sebagai “a man after My own heart” (1 Sam 13:14, Kis 13:22 AMP) Wow, sungguh luar biasa! Tuhan sendiri menyatakan bahwa Daud adalah pribadi yang selalu mengejar hati Tuhan dan selalu melakukan semua kehendak Tuhan sepenuhnya! Saya rindu menjadi pribadi yang dikenal oleh Tuhan sebagai pribadi yang terus mengejar isi hatiNya dan mewujudkan isi hatiNya!

 

Di Alkitab tertulis begitu banyak kisah tentang bagaimana Daud terus mengutamakan Tuhan, bahkan dalam kejatuhannya, ia menjadi pribadi yang lembut untuk dikoreksi dan bangkit untuk mencintai Tuhan lebih lagi (2 Sam 12, Maz 51). Mazmur-mazmur yang Daud tulis begitu padat dengan dimensi kebergantungan akan Tuhan, kecintaan akan Tuhan; serta ia adalah pribadi yang begitu mengenal kasih, kesetiaan dan kedahsyatan Tuhan.

 

Setiap kali Roh Kudus membawa saya terhubung dengan dimensi rohani yang terkandung dalam mazmur-mazmur Daud, saya merasakan adanya gelora cinta akan Tuhan yang kembali mengobarkan hati yang mencintai Tuhan dalam diri saya, membuat saya ingin terus berada di hadiratNya, dan membuat hasrat saya berkobar-kobar untuk mewujudkan isi hatiNya! Sebagaimana hati Daud begitu terpaut dengan Tuhan, dengan segenap hati, saya juga mau terus arahkan hati saya untuk mengejar Tuhan lebih lagi!

 

3. Musa (Kel 33:13, 15)

 

Kerinduan dan ketetapan hati Musa untuk terus berjalan bersama Tuhan membuat Musa meminta Tuhan untuk mengajarkan jalan-jalan Tuhan kepadanya. Musa memiliki hasrat dan keinginan mengenal Tuhan lebih lagi, ia rindu memahami cara kerja Tuhan secara lebih jelas. Ia ingin memastikan setiap langkah hidupnya (dan bangsa yang Tuhan percayakan untuk ia pimpin) terus ada di dalam perkenanan Tuhan.

 

Kekuatan dari kehendak, hasrat dan keinginan dalam hidup Musa membuatnya tidak mau berjalan tanpa Tuhan sendiri yang berjalan bersamanya. Dari hidup Musa, saya menyadari bahwa memang realita Tuhan adalah sesuatu yang tidak bisa tergantikan oleh apapun. Seumur hidup saya, yang saya butuhkan adalah realitaNya dan perkenananNya! Saya mau terus berjalan di jalan-jalan Tuhan, melangkah dalam perkenanan Tuhan.

 

Roh Kudus menyingkapkan kepada saya bahwa untuk dapat memiliki area kehendak yang terus murni dan ilahi, saya perlu menjagai hati saya dengan segala kewaspadaan (Ams 4:23) dan terus secara aktif mengarahkan pikiran saya untuk memikirkan hal-hal yang dari Roh (Rm 8:5). Saya percaya bahwa kehendak, keinginan dan hasrat yang dimiliki seseorang sesungguhnya merupakan ekspresi dari kecenderungan hatinya.

 

Saya mau pastikan arah hati saya terus tertuju hanya kepada Tuhan, FirmanNya dan penggenapan rencanaNya; sehingga kehendak, keinginan dan hasrat yang saya miliki akan selalu tertuju hanya kepada Tuhan. Sehingga tidak perlu lagi ada pergumulan antara kehendak Roh Kudus dengan kehendak saya, dan biarlah Roh Kudus menemukan tempat untuk berdiam di dalam hidup saya.

 

Saya rindu menjadi pribadi yang digerakkan sepenuhnya oleh apa yang ada di dalam hati Tuhan. Saya kembali dedikasikan seluruh kehidupan, pikiran dan kehendak saya. Bahkan segala hal yang saya sukai, saat ini saya serahkan kepada Tuhan di mezbah. Roh Kudus, tuntun aku, latih aku, proses hidupku sampai Engkau tidak mendapati ada perbedaan lagi antara kehendakku dan kehendakMu! Sampai hidupku sepenuhnya ada dalam harmoni dengan kehendakMu! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus