Top

17 Oktober 2018

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

4. Mengkondisikan kita untuk menjalani hidup dengan penuh sukacita & ucapan syukur.
Sesungguhnya Tuhan menghendaki untuk kita sebagai umat pilihanNya, menjalani kehidupan sehari-hari kita dengan penuh sukacita & sorak sorai – setiap hari, untuk seumur hidup kita! Bapa sudah rela mengorbankan AnakNya yang tunggal guna penebusan dosa kita, setiap hari Dia memberikan firman & RohNya untuk membangun hidup kita, membangkitkan hamba-hamba Tuhan guna melatih & memperlengkapi kita, tujuannya tidak lain adalah agar kita sebagai umat pilihanNya jadi berkemenangan dalam segala hal & menjadi sarana untuk menyatakan kemuliaan kerajaanNya (1 Pet 2:9-10)
Tapi seringkali, melalui berbagai fakta lahiriah ataupun logika manusiawi yang berhasil Iblis taburkan dalam pikiran orang-orang percaya, dia terus berhasil mencuri, merampok dan bahkan membunuh aliran air kehidupan, sukacita & sorak sorai yang seharusnya melingkupi kehidupan setiap orang percaya!

Bayangkan, apa lagi yang kita kuatirkan dalam hidup ini jika Dia sendiri sudah berjanji bahwa jika kita terus hidup bagi Dia & mengutamakan kerajaanNya dalam kehidupan sehari-hari kita, maka Dia otomatis akan mencukupi seluruh kebutuhan yang kita miliki – bahkan semua yang selama ini dicari oleh bangsa-bangsa, akan Dia berikan kepada kita secara begitu saja sebagai sebuah bonus..! (Mat 6: 25-34)
Tapi sayang sekali, hingga kini masih ada banyak orang-orang percaya yang terus hidup hanya bagi diri mereka sendiri, mengejar kesuksesan/ keberhasilan mereka sendiri (Iblis berhasil menipu diri mereka untuk tidak hidup bagi Tuhan), dan pada akhirnya terus hidup dalam belenggu ketakutan, kekuatiran bahkan sistem Babel!
Masih adanya orang percaya yang tidak bisa available bagi Tuhan & penggenapan rencanaNya kerena alasan-alasan seperti pekerjaan/ harus mencari uang, kehidupan yang berat (Kel 5:1-9) menunjukkan bagaimana kehidupan orang percaya telah di rampok oleh Iblis! Masih adanya banyak orang percaya yang meski sudah ‘lebih sungguh-sungguh’ dibandingkan orang percaya yang lain, tapi mereka masih ‘tidak bisa’ MGH dalam mengejar Tuhan (Kel 8:25-28) terus ada ketidak seimbangan dalam keluarga – biasanya istri lebih rohani dibandingkan suaminya atau bisa juga sebaliknya (Kel 10:8-11), mau memberi diri melayani tapi tetap ‘hitung-hitungan’ dengan Tuhan/ pekerjaan Tuhan; pelit/ kikir dalam hal memberi (Kel 10:24-25) semua itu menunjukkan bagaimana Musuh sudah berhasil membelenggu umat Tuhan dalam kendali sistem Babel (Ef 5:15-17, 2 Tim 31-9) Otomatis sulit bagi umat Tuhan untuk terus hidup dalam sukacita & sorak sorai! Dan penyebabnya tidak lain adalah karena Iblis berhasil menipu umat Tuhan untuk terus mengejar kehidupan pribadi – tidak hidup bagi Tuhan dan penggenapan rencanaNya! (Mat 11:28-30 – bandingkan dengan Ul 28:47-48)

Inilah saatnya untuk sekali lagi umat Tuhan membangun Logika Ilahi dalam kehidupan mereka dan memutuskan hidup hanya bagi Tuhan serta terus melangkah bersama Tuhan untuk menggenapi seluruh rencanaNya di bumi ini!
Sesungguhnya, dengan kita hidup berdasar rancanganNya, akan ada banyak kemenangan, terobosan, bahkan intervensi Ilahi yang bakal terus kita nikmati dalam hidup ini. Ada terlalu banyak alasan untuk kita bisa terus bersukacita & bersorak sorai dalam kehidupan sehari-hari kita – untuk seumur hidup kita!
Bayangkan, Diapun menjanjikan penyertaanNya kalamana kita harus melewati lembah kekelaman (Maz 23:4) atau ketika harus melewati lembah ratapan (Maz 84:5-7) jadi apa lagikah yang menahan kita untuk tidak terus beria-ria didalam Tuhan?
Teruslah membangun Logika Ilahi dan beria-rialah didalam Dia senantiasa! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus