Top

18 Agustus 2018

Pagi ini saya terbangun dengan merasakan kepedihan hati sebagai orang tua terhadap anak-anak mereka. Saya terbangun setelah mendapatkan suatu mimpi. Dalam mimpi tersebut, saya bertemu kembali dengan sepasang hamba Tuhan yang sudah lama terpisah. Saya mendapati ternyata mereka sedang bersiap-siap untuk pindah rumah; tapi terlihat sekali guratan kesedihan – nyaris ke arah keputusasaan – dalam diri sang istri. Saat saya menanyakan, adakah yang saya bisa lakukan untuk menolong, barulah sang suami bercerita. Dalam mimpi tersebut, saya tidak terlalu bisa mendengar apa yang dia tuturkan. Saya hanya menangkap kata-kata: Anak-anakku di tahan polisi karena terlibat narkoba…! Dan saat itu, saya terbangun – dengan membawa rasa sedih – nyaris tanpa harapan – suatu perasaan yang pasti akan dirasakan oleh orang tua manapun kala mereka mendapati anak-anak yang mereka sayangi & didik selama ini, terjerumus dalam belenggu narkoba!

Sementara saya membawa mimpi tersebut dalam doa, saya mendengar Roh kudus memberikan suatu pernyataan: Setiap orang tua yang terus mendoakan anak-anak mereka dihadapanKu akan Aku pastikan memiliki otoritas atas hidup anak-anak mereka!

1. Untuk memiliki otoritas atas kehidupan anak, kita harus menjadi orang tua yang berdoa.

Seringkali tanpa sadar, saya memiliki suatu pemikiran: Sudah sewajarnya untuk saya memiliki otoritas atas anak-anak saya, karena memang saya adalah orang tua mereka! Tapi melalui pernyataan Roh ini, saya di sadarkan bahwa untuk saya betul-betul memiliki otoritas atas hidup anak-anak saya (dalam arti, ketika saya menasehati, memberi teguran ataupun arahan kepada anak-anak, mereka akan menerima & bahkan menyimpannya dalam batin mereka) saya harus menjadi orang tua yang dengan rajin, dengan tekun terus mendoakan mereka!

Dengan saya membawa mereka dalam hadirat Tuhan melalui doa-doa saya, saya bisa memastikan bahwa Tuhan sendiri juga akan ‘ikut mendidik’ mereka! Semua peristiwa, situasi akan ikut di rancang Tuhan untuk mendidik, mendewasakan dan mengarahkan mereka agar hidup akurat, memperkenan hati Tuhan…

2. Tidak ada kata ‘terlambat’ untuk mulai mendoakan anak-anak kita.

Mungkin sebagai orang tua, pada saat ini, kita sudah ‘kehilangan kendali’ atas anak-anak kita, mulailah mendoakan anak-anakmu. Berdoalah sedemikian rupa hingga kita mendengar firmanNya – bukan supaya kita didengar oleh Tuhan. Ingat, Tuhan selalu mendengarkan, mengawasi kita; kitalah yang seringkali tidak mendengarkan & mentaati arahan-arahanNya. Dia adalah Bapa yang baik; Dia selalu ingin bisa ikut terlibat dalam kehidupan sehari-hari kita, meluruskan apa yang masih salah & terus meneguhkan hal-hal akurat yang sudah kita jalani…

Selaraskan frekuensi hidup kita dengan frekuensi sorga, dengarkan apa yang menjadi suara Bapa. Selaraskan kembali hidup kita dengan rancangan Agung yang Bapa miliki, ikuti tuntunan RohNya. Dia sedang membawa kita untuk terhisap masuk ke dalam sebuah keluarga/ rumah rohani karena disanalah akan kita temukan pola Ilahi yang mengkondisikan hidup kita jadi sempurna – menjadi sosok pribadi seperti yang sudah Bapa rancangkan. Bukan hanya hidupmu yang akan berubah, keluarga dan orang-orang lain yang berinteraksi dengan dirimu juga sudah pasti akan alami perubahan…#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus