Top

18 April 2020

Message ini masih merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang bagaimana meresponi pernyataan Roh yang diterima oleh Dr. Jonathan David tentang adanya aktivitas Ilahi yang dalam enam hingga tujuh bulan ke depan akan terus terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya yang mendesak masuk dalam hadirat-Nya.

 

1. Pastikan ada hati yang memang haus-lapar akan Tuhan terus berkobar dalam batin kita.

2. Pastikan kita mulai melatih dan mendisiplin pikiran kita untuk selalu selaras dengan frekuensi firman.

3. Pastikan fokus kehidupan kita tidak ‘ter-distract’ oleh apa pun yang ada di sekitar kita.

Musuh akan berupaya dengan segala macam cara untuk mencuri kembali dinamika kehidupan ilahi yang sudah mulai terbangun dalam hidup kita

 

Yohanes 10:10 (TB)  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

 

Musuh akan coba untuk terus memanfaatkan berbagai situasi atau peristiwa buruk yang kita alami, orang-orang fasik atau orang-orang yang menyebalkan di sekitar hidup kita maupun berita-berita buruk yang kita baca atau dengar. Semua itu bertujuan untuk mengalihkan fokus hidup kita dari Dia yang masih tetap bertakhta dan mengatur serta mengontrol segala sesuatunya. Musuh terus mengkondisikan segala sesuatu agar alami berbagai kekacauan yang ada dalam dunia ini, sehingga kita pun jadi kehilangan damai sejahtera atau sukacita kita!

 

Tuhan menghendaki untuk kehidupan Kristus yang kita terima melalui doa atau bersekutu dengan Dia akan dapat tercetak dan bermanifestasi dalam kehidupan sehari-hari kita – menjadi jati diri kita yang baru!

 

Dengan adanya kehidupan Kristus tertanam dan bertumbuh dalam batin kita, kita pun tidak boleh lagi menggantungkan ada atau tidaknya sukacita dalam hidup kita berdasar hal-hal eksternal dalam hidup kita! Adanya kehidupan Kristus memberi kita kuasa atas pengambilan keputusan untuk tetap bersukacita dan penuh damai sejahtera, tidak peduli apa pun yang kita sedang alami atau hadapi! Sumber sukacita kita berasal dari pekerjaan Roh Kudus di dalam batin kita! Bukan karena apa yang kita terima, kita alami atau sedang terjadi dalam hidup kita secara lahiriah atau eksternal. Semuanya sudah positif, baik dan sempurna, seperti yang kita harapkan!

 

Di tengah kondisi yang penuh kekacauan, di saat semua yang kita rencanakan atau harapkan tidak ada satu pun yang tergenapi, dengan adanya pekerjaan Roh dalam hidup kita, maka kita bisa tetap tenang, dipenuhi sukacita dan kedamaian!

 

Galatia 5:22-23 (TB)  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Pastikan saja fokus kehidupan kita tetap tertuju kepada Dia dan firman-Nya. Teruslah alami pekerjaan firman dan Roh secara mendalam dan makin kuat!

 

Jangan sampai gesekan yang terjadi dengan siapa pun justru membuat hati kita jadi memiliki atau menyimpan ganjalan. Itulah yang dikehendaki Iblis atas hidup kita. Itulah distraction dan tipu muslihat paling ampuh yang sering dilancarkan oleh Iblis!

 

Begitu kita menyimpan ganjalan terhadap orang lain dalam hati kita, seketika dimensi persekutuan pribadi kita dengan Tuhan-pun jadi terganggu!

 

Markus 11:25-26 (TB)  Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

[Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.]

 

Ada banyak ayat-ayat lain yang berbicara tentang doa atau kuasa doa yang selalu dikaitkan dengan hal mengampuni atau memastikan hati kita selalu tahir di hadapan Tuhan (Matius 5:43-48, 6:9-12, 18:15-35, Yakobus 5:16).

 

Perhatikan pernyataan dari nabi Habakkuk saat semua yang ada di sekeliling hidupnya sedang mengecewakan, tidak seperti yang ia harapkan atau doakan:

 

Habakuk 3:17-18 (TB)  SEKALIPUN pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, SEKALIPUN ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, NAMUN AKU AKAN BERSORAK-SORAK DI DALAM TUHAN, BERIA-RIA DI DALAM ALLAH YANG MENYELAMATKAN AKU.

 

Ambillah keputusan yang tegas, pastikan tekad kita sudah bulat untuk tetap bersukacita dan berfokus pada pekerjaan firman dan Roh yang Dia lakukan dalam hidup kita. Tidak peduli apa pun yang sedang kita hadapi dan sedang alami – katakanlah dengan suara yang lantang dan deklarasikan dengan segenap hatimu: Aku mau tetap bersukacita di dalam Dia! Aku memutuskan untuk terus bertumbuh di dalam anugerah-Nya. Aku berketetapan tidak akan membiarkan ada apa pun atau siapa pun untuk mencuri atau merusak kehidupan Ilahi yang Tuhan sudah bangun dalam diriku!

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus