Top

18 Desember 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

2. Manusia menjadi rentan untuk dipengaruhi, hidupnya jadi mudah ‘dicetak ulang’ oleh berbagai dimensi rohani yang negatif karena kebanyakan manusia telah ‘menjadi pasif’ ataupun tidak memahami ‘hukum’ yang berlaku dalam alam roh.

 

Amsal 4:23 (FAYH) Yang terutama sekali, jagalah hatimu karena hatimu mempengaruhi segala sesuatu dalam hidupmu.

 

Amsal 4:23 (VMD) Di atas segala-galanya, hati-hatilah terhadap yang kaupikirkan karena pikiranmu mengendalikan hidupmu.

 

Dari penelaahan berbagai terjemahan Alkitab, kita menerima penjelasan bahwa hati manusia merupakan ‘portal penghubung’ antara manusia dengan dunia roh. Dan kondisi hati manusia merupakan gabungan dari kondisi emosi serta pikiran (imajinasi) seseorang. Jadi untuk kita mengetahui kondisi alam roh di hidup kita, cukup dengan kita memperhatikan kondisi emosi dan pikiran atau imajinasi yang kita miliki.

 

Jika kita mendapati kondisi emosi kita sedang tidak stabil (penuh gejolak yang negatif) dan pada saat yang bersamaan ada berbagai imajinasi atau pemikiran negatif yang berlalu lalang dalam pikiran kita, sadarilah bahwa artinya kita sedang ada di tengah peperangan rohani! Sebaliknya, ketika kita menikmati kondisi emosi yang tenang, penuh kedamaian dan pikiran atau imajinasi kita juga teduh, artinya kita sedang ada dalam lingkupan hadirat Tuhan.

 

Permasalahan yang selama ini terjadi, ada banyak orang percaya yang sedang mengalami berbagai gejolak emosi negatif – dan ada berbagai pemikiran negatif yang terus berlalu lalang dalam pikirannya, sama sekali tidak bertindak untuk ‘menghalau’ semua emosi dan pemikiran negatif yang ada dengan terus berkata-kata, memperkatakan firman atau berbagai perkataan positif lain tapi membiarkan emosi negatifnya yang justru mendikte pengambilan keputusannya, sehingga seringkali keputusan salahlah yang diambil!
Ini mengakibatkan kehidupan orang percaya jadi terus dipengaruhi atau di cetak ulang oleh berbagai pengaruh yang berasal dari alam roh!

 

Pada dasarnya, Tuhan memberikan kemampuan atau otoritas kepada setiap Ciptaan baru untuk berfungsi sebagai ‘roh yang menghidupkan’ – dapat saya jelaskan sama seperti AC atau termostat – ketika suasana hati kita sedang tidak karuan (sedang panas) yang harus kita lakukan adalah terus berkata-kata untuk mengubah kondisi emosi atau pikiran kita menjadi kembali menyenangkan (AC atau termostat akan mengubah suhu ruang yang panas menjadi sejuk sesuai dengan ukuran suhu yang sudah kita setting).

 

Jangan bertindak seperti termometer yang hanya bisa menyatakan panas atau dinginnya suhu ruang. Jika kita terus berkata-kata, memperkatakan hal-hal yang negatif yang sedang kita alami atau rasakan, maka sebetulnya kita hanya sedang ‘memeteraikan’ apa yang menjadi niat atau usaha roh Jahat untuk mencetak hidup kita dengan pola dunia ini!

 

Belajarlah untuk mendisiplin diri, melatih ulang diri kita untuk terus memperkatakan hal-hal yang positif, memperkatakan firman-Nya sehingga kehidupan kita, manusia roh kita terus membawa pola Kristus dalam kehidupan sehari-hari yang ada.

 

Inilah saatnya untuk setiap Ciptaan Baru belajar bertanggung jawab untuk hidupnya sendiri dan memastikan untuk kehidupannya jadi terus memanifestasikan kehidupan Ilahi di dalam Tuhan!

 

Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Renungkanlah hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Ingatlah akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.

 

Amsal 18:21 (TB) Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus