Top

18 Februari 2020

 

Pada pagi hari ini, di dalam doa, saya merasakan ada ‘roh kefrustasian, kejenuhan, kelelahan, keagamawiaan’ yang terus beredar di alam roh. Dan ada banyak orang percaya yang ‘digelayuti’ oleh roh – roh tersebut. Sehingga mereka mulai menjalani aktivitas secara manusiawi tanpa ada dinamika ilahi yang bergelora dan tidak ada pengharapan akan hari esok.

 

Seketika Roh Kudus mengingatkan saya akan prinsip membangun manusia rohani. Tidak bisa tidak, hal ini harus dipraktekkan setiap hari. Jika tidak, maka roh kita akan mudah sekali tercemar dan akhirnya hidup kita menjadi manusiawi kembali.

 

Roh Kudus berkata dalam batin saya: “Teruslah doa dalam roh yang kuat sampai aliran air hidup terpancar dengan deras, setiap hari, bahkan sebelum memulai segala aktivitas di pagi hari. Bertempurlah dan bertarunglah di dalam alam roh demi mengobarkan manusia roh. Jangan lengah dan lamban untuk mempraktekkan prinsip tersebut. Dalam segala keadaan lakukanlah. Itu adalah dorongan Roh Kudus. Bahkan jika pun tidak merasa ada dorongan bukan berarti Roh tidak mendorong, Roh sudah menjadikan itu ketetapan. Jadi tidak perlu ada dorongan lagi untuk melakukannya. Praktekkanlah, itu sudah menjadi bagian kita.”

 

Saya sungguh merasa roh familiarity mulai ‘menyerbu’! Jangan tinggalkan prinsip membangun manusia roh. Jika kita tidak agresif doa secara meluap – luap, maka tipu daya si jahat akan agresif menyerang roh kita. Ada alarm di dalam roh yang sudah berbunyi, tanda bahaya. Ada banyak yang sedang mencoba meninggalkan prinsip membangun manusia roh (doa meluap luap sampai sesuatu terjadi) karena satu dan lain hal, bahkan mulai merasa menyembah dengan tenang dan berkata – kata secara lembut adalah pilihan yang membuat ‘nyaman’. Dan jemaat mulai ‘mager’ (malas gerak) di sana. Hati – hati! Membangun penyembahan bukan berarti kita meninggalkan prinsip membangun manusia roh. Hati – hati dan waspada terhadap tipu daya musuh.

 

Ini waktunya kita bangkit kembali dalam kuasa Roh dan mengenakan mentalitas olahragawan, prajurit, dan petani!! Mereka orang yang tekun! Disiplin! Dan punya stamina yang tangguh! Itulah yang harus kita praktekkan dan lakukan. Berdoalah dengan agresif sampai sesuatu terjadi. Praktekkan membangun manusia rohani setiap hari dengan tekun, itulah yang membuat kita bebas dari serangan roh kepasifan, kejenuhan, dan keagamawiaan serta berbagai tipu daya iblis lainnya.

 

Hari – hari hidup kita harus bergelora dengan dinamika Roh dan cengkeraman realita hadirat Tuhan. Itulah jati diri kita di dalam Dia! Kita adalah roh yang menghidupkan! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus