Top

18 Februari 2021

Keberadaan kita (manusia roh + jiwa dan tubuh) merupakan pintu gerbang surga – apa pun yang Tuhan ingin lakukan di alam lahiriah ini, akan selalu Ia lakukan melalui keberadaan kita yang sudah Ia jadikan melalui kombinasi unsur ilahi dan lahiriah (Kejadian 2:7).

 

1. Pastikan aliran kehidupan Roh dalam batin kita tidak tersumbat.

 

Pastikan kita dapat merasakan aliran kehidupan tersebut terus mengalami pertumbuhan, dari hari ke hari jadi ‘makin kuat dan bertambah deras’. Setiapkali berdoa dalam bahasa roh, kita selalu merasakan adanya dinamika dan gelora pekerjaan Roh Kudus dalam batin kita.

 

2. Kehidupan ilahi yang terbangun melalui persekutuan kita dengan Tuhan adalah sama seperti ‘bom nuklir’ yang sanggup menghancurkan segala jenis pekerjaan Iblis yang ada di hadapan kita (1 Yohanes 3:8b).

 

3. Setiap hari cek dan terus tingkatkan kemampuan kita untuk mengalirkan kehidupan Allah (Zoe) ke berbagai aspek yang membutuhkan jamahan kuasa-Nya.

 

Setiap ‘fungsi keluar’ yang kita miliki dalam manusia roh, dapat kita periksa sama seperti seseorang men-cek fungsi rem, lampu sein, wiper dan lain sebagainya dari sebuah mobil.

 

a. Pergunakan imajinasi kita untuk melakukan ‘pemeriksaan rohani’ ini – kita bisa ‘mengukur kekuatan’ yang kita miliki hanya dengan membayangkan tugas yang harus kita kerjakan.

 

Misalnya saat mengetahui bahwa kita harus mengangkat satu kotak peralatan, cukup dengan kita melihat besaran dari kotak yang harus kita angkat, kita sudah bisa menilai kemampuan kita untuk mengangkat kotak tersebut. Kita bisa angkat sendiri atau kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mengangkatnya.

 

b. Mulai bayangkan dan rasakan dalam batin kita beberapa kemampuan rohani yang ‘wajib kita miliki’ jika kita ingin dapat berfungsi sebagai pintu gerbang surga di bumi ini.

 

~ Kemampuan untuk bergerak dalam otoritas dan kuasa Roh Kudus,

 

~ Kemampuan untuk mengenali jalan-jalan dan kehendak Tuhan,

 

~ Kemampuan untuk meraih apa yang sudah Bapa sediakan di dalam Roh-Nya bagi diri kita sendiri maupun orang lain yang berinteraksi dengan kita,

 

~ Kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari yang memperkenan hati Bapa,

 

c. Sambil mengimajinasikan berbagai kemampuan di atas, berdoalah dalam bahasa roh.

 

Pastikan aliran dan dinamika kehidupan Roh di dalam batin kita dapat mengalir dengan deras saat kita mengimajinasikan kemampuan rohani tersebut. Adanya perasaan rohani yang mengindikasikan bahwa salah satu dari kemampuan tersebut sedang tidak berfungsi secara maksimal, memberitahukan kita bahwa hal tersebut harus segera ditanggulangi.

 

Berikut langkah-langkah yang bisa kita praktekkan:

 

1) Teruslah berdoa dalam bahasa roh – secara meluap-luap atau bersuara sampai kita kembali merasakan adanya aliran dinamika rohani yang mengalir dengan bebas.

 

2). Jika saat berdoa dalam bahasa roh kita menerima suatu inspirasi atau impresi rohani, maka segera deklarasikan hal tersebut.

 

3). Teruslah berdoa dalam bahasa roh dan bahasa Indonesia sampai kita merasakan aliran Roh dalam batin kita sudah mengalir kembali dengan lancar.

 

Proses pemeriksaan rohani sudah usai. Menunjukkan bahwa hidup kita sudah siap untuk mendemonstrasikan kemuliaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tapi meskipun manusia roh kita ‘terbukti sehat’, pastikan kita terus menjagai waktu persekutuan pribadi yang kita miliki setiap hari dengan Tuhan. Inilah dimensi rohani yang justru akan membawa kita naik ke level yang baru di dalam Dia. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

      180221_Renungan_Ps_Steven_Agustinus (1)