Top

18 Januari 2019

Dalam pengalaman hidup sehari – hari, Roh Kudus akan berbicara lewat hati nurani kita yang murni bilamana pikiran kita mulai melenceng dari kebenaran (berpotensi membuat roh kita tercemar). Entah itu pikiran yang najis, atau prasangka buruk yang membuat kita kecewa, atau khawatir, takut dan cemas. Roh Kudus akan menginsyafkan kita dengan segera dari dosa – dosa tersebut.

 

Yohanes 16:8 (TB) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

 

1 Korintus 2:12 (TB) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

 

Yakobus 4:5 (VMD) Apakah kamu kira Kitab Suci tidak ada artinya? Kitab Suci mengatakan, β€œRoh yang disuruh Allah tinggal di dalam diri kita, dengan cemburu menginginkan kita untuk diri-Nya sendiri.”

 

Efesus 1:13-14 (TB) Di dalam Dia kamu juga β€” karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu β€” di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

 

1 Korintus 6:19-20 (FAYH) Apakah Saudara belum juga insaf bahwa tubuh Saudara adalah rumah Roh Kudus yang dikaruniakan oleh Allah kepada Saudara, dan Ia hidup di dalam Saudara? Tubuh Saudara bukan milik Saudara sendiri, karena Allah telah membeli Saudara dengan harga yang mahal sekali. Jadi, pakailah setiap bagian tubuh Saudara untuk memuliakan Allah, karena Dialah yang memilikinya.

 

Betapa pentingnya kita membangun kesadaran penuh bahwa diri dan hidup kita adalah milik Roh Kudus. Kita telah ditebus dan harganya telah lunas dibayar! Hidup kita sepenuhnya milik Roh Kudus. Ibarat properti, kita adalah rumah yang telah ditebus dari dosa, iblis, dan maut. Sekarang Roh Kudus adalah tuan rumah atas hidup kita. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mendengarkan suara-Nya dan mentaati-Nya. Sebab hal itu merupakan bagian penting yang harus kita lakukan (sebagai batu hidup). Dengan demikian proses perombakan atau renovasi total pada akal budi kita (Roma 12:1-2) dapat berlangsung dengan cepat. Sehingga kita menjadi bait Roh Kudus secara utuh.

 

Jadi sebagai Bait Roh Kudusnya, isi hidup kita sudah tidak boleh ada lagi (jangan menyeleweng atau main mata dengan roh – roh dunia) hal – hal yang najis, emosi negatif, kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan. Jika kita mendeteksi ada hal – hal tersebut yang mulai melintas dalam pikiran dan perasaan, maka bagian kita adalah menolaknya, tidak menerima atau membersihkan dari pikiran dan hati,  dengan cara memfokuskan diri pada pekerjaan Roh dan Firman (merenungkan dan memperkatakan firman). Sehingga kita beroleh berbagai dimensi rohani yang membangkitkan, menguatkan dan memenuhi kita dengan kasih ilahi, serta menertibkan atau menyelaraskan dengan kebenaran firman Tuhan.

 

Prinsipnya kita harus menolak segala hal ‘yang asing’. Diri kita sebagai bait Roh Kudus harus berfungsi sebagai radar rohani yang kuat, sehingga dapat mengenali dengan tepat dan membedakan dengan akurat berbagai dimensi rohani yang datang. Pokoknya segala hal yang najis dan yang membuat emosi kita negatif (takut, khawatir, cemas, kecewa) serta segala sesuatu yang berkebalikkan dari Filipi 4:8, itu semua adalah DOSA yang harus kita tolak! Jika kita pasif, maka diri kita sebagai “properti Kerajaan Sorga” akan disabotase atau diserongkan menjadi senjata kelaliman! Yang merusak diri kita sendiri dan merusak hidup banyak orang!

 

Ingatlah selalu, bahwa hidup kita adalah BAIT ROH KUDUSNYA (cintailah Roh Kudus dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan). Berfungsilah sebagai KEMAH ALLAH (tidak bercacat cela dan setia kepada-Nya – Wahyu 21) yang mengalirkan KEBENARAN, DAMAI SEJAHTERA, DAN SUKACITA ABADI! Itulah kehidupan yang memulihkan hidup banyak orang! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus