Top

18 Juli 2019

Melebur dan berfungsi serta memberi diri untuk dilatih dan bertumbuh dalam rumah rohani yang Tuhan tetapkan, merupakan ‘message’ yang teramat penting pada akhir zaman ini. Karena inilah yang menentukan posisi keberadaan kita ke depan, kita akan menjadi korban dari kehancuran sistem Babel, atau justru menjadi penakluk maut dalam kemenangan!

Masalahnya kita sudah terlalu familiar dengan message tersebut. Bahkan itu dianggap tidak terlalu penting sebab kita masih merasa sanggup, mampu, dan lebih “aman” jika hidup mengikuti cara hidup manusia pada umumnya. Bahkan ada yang menganggap bahwa hidup di luar rumah Tuhan jauh lebih menjanjikan dan terjamin masa depannya. Dan bisa “lebih berdampak” (maksudnya mendapatkan ‘nama’) di luar sana. Padahal tanpa disadari pemahaman tersebut berasal dari kehidupan orang fasik yang mengejar kesuksesan pribadi, posisi jabatan, kekayaan, dan kenyamanan hidup. Itulah pemahaman kita yang keliru saat mendengar message ‘menjadi orang terpandang, disegani, dan berpengaruh’.

Padahal maksud Tuhan jauh melampaui rancangan orang fasik! Tuhan ingin memastikan rencana kekalNya kembali nyata. Di mana hidup kita akan memerintah dan berkuasa seperti Tuhan berkuasa! Di hari – hari ke depan, kita akan menata ulang semesta dengan cara berkata – kata. Ya, berkata – kata. Begitulah cara anak Allah memerintah, berkuasa, dan memulihkan segala sesuatu!

Sebelum masa pemerintahan anak – anak Allah di atas bumi ini menjadi nyata, anak – anak Allah itu harus melewati pola yang Bapa dan Yesus tetapkan. Yaitu, berada dalam naungan orangtua rohani dan berfungsi dalam rumah rohani yang Tuhan tetapkan. Ini sangat menentukan.

Saat kita menganggap “message” itu hanya “himbauan” belaka, maka secara otomatis kita sedang terus terhisap ke dalam jalan orang fasik. Akan tiba waktunya kegoncangan juga bakal berimbas dalam hidup kita. Dan kita tidak bisa mengalami realita Kerajaan Surga yang kekal memerintah di atas bumi ini.

Tanpa kita berjalan dalam pola yang Yesus tunjukkan (pola anak Allah) maka kita tidak akan bisa diangkat untuk memerintah dan berkuasa. Dan hidup kita sesungguhnya tidak memperkenan hati Tuhan.

Ingat, 30 tahun Yesus berada dalam naungan Yusuf dan Maria. Dia mengosongkan diri mengikuti setiap arahan mereka. Bahkan memberi diri dalam baptisan Yohanes (jika Yesus mau Ia tidak perlu dibaptis, sebab Dia adalah Tuhan Yohanes Pembaptis juga) Ketika tiba waktunya, Bapa di surga menyatakan bahwa Ia adalah anak yang dikasihiNya!

Lukas 3:21-22 (TB) Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” 

Itulah yang dimaksud dengan kerendahan hati, mengosongkan diri, dan taat dengan pola yang Tuhan tetapkan! Bahkan Yesus taat sampai memberikan nyawaNya di atas kayu salib. Ia adalah Tuhan. Ia bisa saja menurunkan api dari langit jika Ia mau untuk menghancurkan para penganiayaNya! Tapi Ia mengosongkan diriNya, dan terus mengalirkan kasih ilahi. Di hadapan Bapa, Ia bahkan membela mereka. Ia berkata: Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Inilah pola sikap hati ilahi yang perlu kita contoh secara utuh dari Yesus. Selama kita belum ada pada sikap hati yang mengosongkan diri dan merendahkan hati, maka kita tidak akan pernah memerintah dan berkuasa!

Mungkin kita berpikir di dalam rumah rohani kita hanya melakukan “perkara – perkara” kecil (tukang kayu) Dan kita menganggap itu tidak akan membawa dampak yang besar pada dunia ini. Memang, kita tidak bertujuan “memberi dampak”, tapi kita bertujuan MEMERINTAH DAN BERKUASA UNTUK MELAKUKAN PEMULIHAN SEGALA SESUATU HANYA DENGAN BERKATA – KATA. Itu jauh melampaui kesuksesan yang dunia tawarkan! Dan jauh melampaui ‘kehidupan yang berdampak’! Dampak kita melebih dampak kesuksesan manusia biasa!

Kita anak – anak Allah! Hanya anak – anakNya yang akan memerintah dan berkuasa! Bapa kita adalah Raja segala raja!

Oleh karenanya saya benar – benar merasakan URGENSI dari MESSAGE meleburkan diri dalam rumah rohani (mengikuti flow of life yang ada, berfungsi, taat, ikut dilatih dalam prayer group, ibadah, dll)

Saat kita mentaatinya dengan pemahaman dan sukacita, maka akan tiba waktunya Tuhan akan mengubahkan kita mengalami kepenuhan Kristus! Dan mengangkat kita untuk memerintah dan berkuasa! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus