Top

18 Juni 2020

Roma 6:23 (TB) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

Roma 6:11 (TB) Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

 

Ayat – ayat di atas kembali berbicara dengan kuat dalam batin saya sekaligus menyatakan aplikasi konkret dari ayat tersebut di dalam kehidupan sehari – hari. Saat saya membaca ayat itu, saya bisa merasakan adanya pekerjaan Roh yang sangat kuat dalam batin saya yang membongkar dan mencabut segala logika duniawi yang masih tersisa. Di saat yang bersamaan membangun logika ilahi dalam diri saya:

 

1. Orang mati tidak bisa lagi merasakan atau mengalami sakit hati, marah, dendam, kecewa, dan tidak bisa mengalami berbagai gejolak emosi negatif lainnya.

 

Mana ada orang mati yang bisa merasakan hinaan, kemarahan, dendam – mati ya mati! Tidak ada rasa apa pun lagi. Begitulah seharusnya kita menjalani hidup dan interaksi sehari – hari; mati dari segala perasaan negatif. Tapi jika dalam interaksi sehari-hari, kita masih sering mengalami adanya perasaan negatif, hal itu hanya menandakan sudut pandang dan dasar keyakinan kita masih belum sepenuhnya diselaraskan dengan firman.

 

Kita belum melihat diri kita sudah mati bagi dosa, masih ada filosofi dunia yang kita yakini walau sedikit. Kita masih menganggap wajar jika kita sebagai manusia masih merasakan kekecewaan, marah, kesal atau bahkan dendam. Tapi sesungguhnya itu tidak wajar!! Bongkar!! Kita tidak boleh membiarkan hal tersebut terus bercokol dalam kehidupan kita!! Ingat selalu keberadaan kita sebagai orang percaya: Kita sudah mati bagi dosa!!

 

2. Orang yang sudah mati tidak bisa sakit!!

 

Hal ini adalah kenyataan, sebab memang orang yang sudah mati tidak bisa lagi terkena sakit penyakit atau virus apa pun. Tapi masalahnya kita ‘takut’ untuk menyakini hal tersebut. Takut menjadi terlalu ekstrem dan tidak realistis. Padahal jika kita mau meyakini hal itu, maka kita pasti akan mengalaminya. Hidup kita akan senantiasa SEHAT. Bayangkan saja, ada banyak orang yang meyakini hal buruk, negatif, dongeng-dongeng, mitos – mitos, maupun segala bentuk perdukunan dan klenik. Walaupun semua itu tidak benar tapi karena mereka meyakini, akhirnya mereka mengalami juga.

 

Lalu, mengapa kita jadi sulit untuk meyakini kebenaran yang sudah dituliskan secara gamblang? Bukankah memang benar, orang mati tidak bisa lagi sakit? Benar! Percayalah pada hal tersebut. Apalagi yang perlu kita ragukan? Tidak ada! Jadi, bangunlah dasar keyakinan kita dan nikmatilah hasilnya!

 

3. Orang yang sudah mati, tidak bisa mati lagi.

 

Ibrani 9:27 (TB) Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja,

 

Orang yang sudah mati (menyatu dengan kematian Kristus) tidak bisa mati lagi – itulah kebenarannya. Jadi kita (di dalam Kristus) memang tidak bisa mati lagi, sebab di dalam Dia hanya ada kekekalan. Tapi kembali lagi, banyak orang yang akal budinya sangat sulit menerima kebenaran tersebut karena maut telah mencetak dirinya dalam kurun waktu yang lama. Kita jadi dipaksa lebih meyakini kematian daripada kehidupan. Tapi saya berketetapan untuk percaya pada kekekalan dan mengalami hal tersebut. Sebab di dalam Kristus memang hanya ada kekekalan, tidak ada kematian!!

 

Tiga hal ini, yaitu:

(a) Konflik batin,

(b) Sakit penyakit dan

(c) Kematian

 

Semua itu adalah ‘alat si jahat’ yang sering dia pakai untuk meneror manusia secara sedemikian rupa agar selalu tunduk pada sistem kedurhakaan dunia ini. Manusia jadi rela percaya apa pun yang dunia sampaikan dan rela melakukan apa pun juga demi mempertahankan kehidupan lahiriahnya yang ringkih tersebut.

 

Tapi hari ini, ayat di atas sungguh memerdekakan saya. Saya tahu dengan pasti bahwa saya ‘sudah mati’! Jadi hidup saya tidak ada hubungannya dengan dosa, iblis, dan maut. Saya hanya terkoneksi dengan Tuhan saja. Sebab saya hidup, tapi bukan saya lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam dan melalui saya. Jadi saya ada di hadapan hadirat-Nya dan layak menerima segala kehidupan ilahi! Saya bebas dari segala bentuk konflik batin, penyakit atau virus apa pun, dan juga maut. Saya merdeka dari itu semua. Sekarang saya hidup untuk menuntaskan agenda Kerajaan Surga tanpa ada siapa pun dan apa pun yang bisa menghalangi! Saya lebih dari pemenang! Dan siap mengalahkan dunia ini oleh iman!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus