Top

18 November 2019

Saya sungguh bisa merasa, Roh Kudus sedang membuat aliran air hidup dalam batin kita meluap dengan deras. Ia memberikan “signal” di dalam roh agar kita mulai memperhatikan hal tersebut. Dorongan untuk merenungkan hal-hal yang dari Roh terasa semakin kuat. Jika kita ikuti, maka aliran air hidup dari dalam batin akan meluap. Inilah yang membuat kita “tidak tercemar atau kering” di tengah angkatan yang jahat sehingga kita tidak bisa menjadi target musuh!

 

Matius 12:43-45 (TB) “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

 

Saya bisa melihat dengan jelas, musuh sedang terus menyerang kita dengan roh kebencian, kekesalan, kemarahan, sakit hati, dendam, kekecewaan, kefrustasian. Semuanya itu sedang dilepaskan melalui orang, situasi, keadaan dan peristiwa. Bertujuan untuk membuat kekacauan dalam hidup kita. Dan mencuri damai sejahtera serta sukacita. Akibatnya roh, jiwa, tubuh kita terus digerogoti oleh berbagai pemikiran negatif. Jika kita abaikan, maka musuh akan membuat hari-hari hidup kita seperti neraka di atas muka bumi ini (dipenuhi oleh emosi negatif).

 

Saya mencoba berpikir lebih dalam bagaimana cara menghentikan pekerjaan musuh yang ingin terus menggoncang emosi kita.

 

Ibrani 12:28 (TB) Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

 

Ayat di atas memberikan jawaban dalam batin saya: Saat kita hidup hanya dari firman yang keluar dari mulut Allah dan percaya kepada-Nya, sesungguhnya kita sedang berada dalam dimensi Kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan. Tapi seringkali hal tersebut tidak teraplikasi dalam hidup sehari-hari. Kita masih bergoncang (emosi menjadi negatif) ketika harus menghadapi orang dan fakta hidup sehari-hari. Ternyata hal itu disebabkan karena kita BELUM BERSYUKUR atas orang dan peristiwa yang terjadi.

 

Kenapa perlu disyukuri? Karena semua yang terjadi dan apa yang kita hadapi atas seijin Tuhan untuk membuat kita semakin ilahi (mendatangkan kebaikan – Roma 8:28). Jadi sewaktu kita bersyukur (tidak hanya dalam batin, tapi berkata-kata) maka seketika kedamaian dan sukacita akan memenuhi batin kita kembali. Syukuri secara spesifik semua peristiwa dan orang-orang yang memang Tuhan berikan bagi kita. Sebut namanya, bayangkan wajahnya. Dan ucapkan syukur atas segala peristiwa yang terjadi. Lakukan hal itu sampai kita alami gelora ilahi memenuhi batin kita (damai dan sukacita).

 

Itulah tanda bahwa Roh Kudus sedang membawa kita menyatu dengan dimensi Kerajaan Surga. Kita menjadi yang empunya kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Saat kita memiliki, maka kita punya kuasa untuk menghadirkannya dalam hidup sehari-hari. Kita akan membuat surga menjadi nyata di atas muka bumi ini! Hidup kita kuat dan kokoh tidak tergoyahkan oleh apa pun juga!

 

Yohanes 10:10 (TB) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

 

Itulah yang membuat aliran air hidup dalam batin kita meluap-luap sehingga mengalir dan menjamah kehidupan banyak orang; memberikan damai dan sukacita bagi sekeliling kita!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus