Top

18 Oktober 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin

 

3. Tuhan membawa kita menjalani kehidupan sehari-hari dalam posisi rohani yamg berkemenangan, berotoritas dan berkuasa

 

Mereka yang terus mengalami penyingkapan firman dan pewahyuan Roh – bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Tuhan – sedang terus dibawa Tuhan utk menjalani kehidupan sehari-hari dalam posisi rohani yang berbeda!

 

Inilah yang membuat kehidupan sehari-hari orang percaya menjadi senjata kebenaran Tuhan yang Tuhan pakai secara luar biasa! Berbagai ucapan atau tindakan yang sebetulnya ‘sederhana’ – semua orang juga bisa melakukan hal yang sama – tapi karena adanya posisi rohani yang berbeda tersebut, ‘hal biasa’ tersebut akan mengakibatkan munculnya dampak atau hasil yang luar biasa!

 

Semua orang bisa memiliki tongkat dan mengangkat tinggi-tinggi tongkat mereka; tapi tidak ada sesuatu yang terjadi. Tapi ketika Musa ada di hadapan laut Teberau dan ia mengangkat tongkat yang ada di tangannya, lautan pun terbelah (Keluaran 14:15-30). Demikian juga kita dapati Elia, meskipun Alkitab menyatakan bahwa Elia adalah sama seperti semua kita (Yak 5:17-18) Tapi tidak semua orang percaya bisa berdoa dan berkata-kata lalu ‘langit tertutup’ dan ketika ia kembali berdoa, langit pun ‘kembali terbuka’ dan menurunkan hujan!

 

Yang membedakan Musa, Elia dan banyak tokoh pahlawan iman lain dengan diri kita adalah posisi rohani yang mereka miliki di hadapan Tuhan! Mereka telah ‘bertemu dan melihat Tuhan’ dan mereka mengalami perubahan menjadi serupa dengan DiriNya – dibawa Tuhan untuk menjalani kehidupan sehari-hari sama seperti kalau Tuhan sendiri yang hidup dan berjalan, beraktifitas di bumi ini! (1 Yoh 3:2)

 

Ada suatu posisi rohani yang berkemenangan, berotoritas dan penuh kuasa yang sesungguhnya sudah Tuhan sediakan bagi setiap orang percaya! Tidaklah pada tempatnya untuk orang percaya terus mengalami ketertekanan hidup, terintimidasi ataupun mengalami ketawaran hati dalam menjalani kehidupan sehari-harinya! Tuhan sudah menyediakan kehidupan sehari-hari yang berbeda, diistimewakan – berkemenangan dalam segala hal, di segala situasi; penuh otoritas dan kuasa kerajaan sehingga bahkan cukup dengan berkata-kata, segala sesuatu akan jadi!

 

Sadarilah, saat kita baru alami kelahiran baru, Tuhan memang memanggil kita sebagai anakNya, sebagai anak sang Raja. Tapi dengan kita terus bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Dia, sesungguhnya kita pun alami pertumbuhan dalam keberadaan dan jati diri kita: Dia melantik kita untuk menjadi para raja dalam kehidupan ini! (Maz 2:6, Yoh 1:12, Rom 5:17) Sebagai para raja – memiliki posisi rohani yang berbeda, berotoritas dan berkuasa – sudah sewajarnya untuk setiap perkataan yang kita ucapkan atau deklarasikan jd selalu terwujud!

 

Di dalam hidup kita ada nature dari sang Raja! Like Father, like son – sebagaimana Bapa kita mencipta hanya dengan berkata-kata, maka sebagai anakNya, sudah sewajarnyalah untuk kita mewarisi nature yang sama! Bersama dengan Bapa, kita duduk setakhta dan memerintah bumi ini dengan menyatakan kuasa atau otoritas kerajaan Sorga!

 

Teruslah alami pekerjaan firman dan RohNya! Alami pertumbuhan dalam pengenalan yang benar akan Tuhan, dan nikmatilah keistimewaan yang memang Bapa sudah sediakan sebagai anak-anakNya yang Ia lantik sebagai para raja dalam kehidupan ini! Haleluya.!!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus