18 Oktober 2021

Yoel. 2:28 (TB) “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

 

Adalah kehendak Tuhan untuk mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia. Tapi sekali lagi ditegaskan, bahwa Dia tidak akan melakukannya secara langsung dari ruang takhta, tapi melalui keberadaan gereja-Nya.

 

Dari ruang takhta, Bapa akan mencurahkan Roh-Nya ke atas kehidupan setiap orang percaya, yaitu gereja Tuhan yang adalah bait-Nya yang kudus, barulah dari kehidupan mereka, maka akan mengalir luapan air hidup yang akan menjangkau semua orang yang berinteraksi dengan keberadaan mereka (Yehezkiel 47:1-12).

 

Karena itu pastikan diri kita untuk terus dibangun sebagai bait-Nya yang kudus, atau dengan kata lain, kita dipanggil dan diutus untuk menjadi para pembawa realita Tuhan.

 

1 Korintus 3:16 (TB) Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

 

Tuhan menghendaki agar setiap kita sadar bahwa hidup kita adalah perwujudan dan pengejawantahan dari Sion. Sion secara rohani adalah tempat Tuhan bertakhta yang dimanifestasikan melalui keberadaan gereja-Nya yang dibangun sesuai dengan pola sorga.

 

Hidup kita adalah bait dari Allah yang hidup, dan Tuhan menghendaki kita selalu menjadi pembawa realita Surga di bumi, menjadi rumah doa bagi segala bangsa. Setiap orang yang berinteraksi dengan kita, akan mendapati bahwa mereka sedang berinteraksi dengan keberadaan Tuhan sendiri.

 

Persiapan diri kita sebagai bait Allah yang hidup (gereja-Nya), untuk dapat dipakai Tuhan berfungsi menjadi pembawa realita hadirat-Nya adalah sebagai berikut:

 

1. Teruslah bertekun menjalani pola hidup sangkal diri dan pikul salib.

 

Pastikan hidup kita mengalami kematian daging, ada proses Tuhan lewat pekerjaan firman dan Roh yang mematikan berbagai bentuk keinginan hati yang manusiawi dan duniawi. Dengan demikian, kita pun akan mengalami realita Surga yang semakin nyata.

 

Di dalam realita Surga, tidak pernah ada tudung perkabungan, ratap tangis dan dukacita, melainkan sorak sorai dan sukacita. Artinya kita akan mengalami dari dalam batin kita selalu penuh kobaran roh yang menyala-nyala oleh karena sukacita dan damai sejahtera ilahi yang mengalir dan meluap dari dalam batin kita.

 

Ketika kita terus menggosokkan firman dalam pikiran dan batin kita, maka realita kesadaran akan Tuhan pasti mencengkeram hidup kita dan kita pun dapat terus berfungsi sebagai para pembawa realita Tuhan.

 

Pastikan di setiap waktu, kita selalu memancarkan aliran sungai kehidupan, lewat gerakan satu jam sekali, kita berdoa, membaca dan mendeklarasikan firman. Pastikan realita Tuhan nyata atas hidup kita sebagai bait-Nya, dengan kita terus mendoakan dan mengimajinasikan firman.

 

Sehingga sebagaimana Alkitab menubuatkan ke mana saja aliran sungai itu mengalir di sana ada kehidupan. Artinya ada perubahan atau transformasi yang terjadi oleh karena jamahan pekerjaan firman dan Roh-Nya.

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

_________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106