Top

18 September 2019

Pengkhotbah 9:12 (ILT)  Sebab manusia pun tidak mengetahui saatnya, seperti ikan yang tertangkap dalam jala celaka, dan seperti burung-burung yang tertangkap dalam jerat, seperti itulah anak-anak manusia yang terjerat pada waktu celaka, ketika hal itu menimpa ke atas mereka dengan tiba-tiba.

 

Dalam doa dan perenungan firman yang saya lakukan, tiba-tiba ayat di atas dibawa oleh Roh Kudus untuk menjadi perhatian saya lbh lanjut. Dan ketika saya terus merenungkannya, ada beberapa hal yang Tuhan tanamkan dalam batin saya:

 

1. Musibah, kecelakaan, masa-masa buruk bisa saja menimpa kita secara tiba-tiba – sama seperti seekor ikan yang tersangkut oleh jala ataupun burung yang terkena jerat – tapi respon kita di saat menghadapi itu semua akan menentukan kemenangan kita yang selanjutnya!

 

Dalam kehidupan ini, terkadang kita bisa ‘terpukul jatuh’ oleh karena ada beberapa atau banyak hal buruk yang terjadi dalam hidup kita – apalagi jika semua hal buruk itu terjadi secara bertubi-tubi. Tapi selama kita mau terus menguatkan batin kita dengan janji-janji firmanNya – sehingga iman dan pengharapan kita tidak jadi padam, kita pun pasti akan bangkit kembali! Dan apa yang tidak bisa membunuh kita, justru akan membuat kita jadi makin kuat, makin perkasa! Itulah sebabnya, di saat kita memang harus menghadapi berbagai ‘pukulan kehidupan’, kita pun harus terus menguatkan dasar keyakinan kita!

 

1 Samuel 30:6 (TB) Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

 

Dengan kita terus menguatkan dasar keyakinan kita akan kasih, kesetiaan dan pemeliharaan Tuhan, kekuatan pengharapan dalam jiwa kita tidak akan pernah jadi melemah; dan itulah yang bisa kita pakai sebagai ‘modal’ untuk bangkit kembali – dan bangkit menjadi lebih kuat, lebih perkasa dari yang sebelumnya!

 

2. Sebagai orang percaya, adalah merupakan kewajiban kita untuk justru membangun ‘gaya hidup berbeda’ dibandingkan kebanyakan orang lain – menjadi suatu ‘Tanda dan Alamat’ bagi orang-orang lain.

 

Normalnya orang yang sedang dirundung masalah, musibah, kecelakaan atau berbagai hal buruk lainnya, tentu saja orang akan jadi sedih, lesu, putus asa atau bahkan jadi frustasi dan membawa trauma yang berkepanjangan dalam hidupnya. Tapi bukan begitu kehidupan orang percaya! Kita hidup dari janji-janji FirmanNya dan bukan dari fakta lahiriah yang sedang kita hadapi; kita menjalani hidup dengan memanifestasikan roh yang berkemenangan, bukan kehidupan hasil cetakan dunia ini!

 

Meski terdengar jadi sangat tidak manusiawi – di tengah kondisi sedang mengalami kemalangan, tapi dilarang untuk bersedih atau menjadi bersusah hati tapi bukankah memang dengan bersedih pun kita tetap tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik?

 

Dengan kita terus mengarahkan fokus pikiran dan hati kita kepada firman atau janji-janjiNya, kita jadi bisa mem-filter berbagai pikiran atau pemikiran yang melintasi pikiran kita – memastikan tidak ada pikiran atau pemikiran yang berasal dari Iblis ikut tertabur masuk ke dalam hidup kita. Tujuan dari Iblis menaburkan berbagai pemikiran atau pikiran ke dalam hidup kita adalah untuk merusak dasar keyakinan atau pengharapan yang kita miliki terhadap Tuhan; membuat kita meragukan kasih, penyertaan dan pemeliharaanNya atas hidup kita.

 

Semua orang bisa saja secara tiba-tiba dirundung kemalangan, tapi saat kita mengalami kemalangan, kita justru harus menghadapinya dengan roh yang berkemenangan dan penuh ucapan syukur! Inilah yang akan mengkondisikan diri kita menjadi ‘Tanda dan Alamat’ – menjadi Tanda bagi banyak orang tentang realita penyertaan Tuhan yang akan selalu Dia nyatakan kepada umatNya – khususnya di saat umatNya itu sedang menghadapi masa-masa yang berat! Dia tetap mendampingi umatNya, menguatkan mereka dan memastikan umatNya itu keluar sebagai pemenang! Dia menggendong umatNya melewati masa-masa sulit dengan roh yang berkemenangan dan penuh ucapan syukur!

 

Dengan orang banyak melihat ‘Tanda’ yang Tuhan nyatakan melalui kehidupan sehari-hari kita, tentu akan ada banyak orang yang merindukan hal yang sama: Berkemenangan dalam segala hal dan selalu penuh ucapan syukur! Di saat itulah mereka akan berdatangan kepada kita dan merindukan untuk dapat kita bimbing agar mulai menikmati jenis kehidupan Ilahi yang sama seperti yang sudah kita punya! Tuhan memposisikan kita menjadi ‘Alamat’ bagi banyak orang untuk dapat menikmati hal Ilahi yang sama seperti yang sudah kita miliki!

 

Inilah saatnya melalui kehidupan sehari-hari yang kita miliki, melalui berbagai peristiwa yang kita harus hadapi, kita mengirimkan suatu message dan frekuensi kehidupan yang berbeda dalam dunia ini: Kita mengirimkan frekuensi kehidupan yang berkemenangan dalam segala hal! Menjadi suatu perlawanan atas frekuensi kehidupan yang penuh tekanan, di rundung duka atau perkabungan yang dibawa, dialami oleh banyak orang dalam dunia ini!

 

Terlepas dari apa pun peristiwa yang memang harus kita hadapi, kita akan menghadapinya dengan roh yang berkemenangan dan penuh ucapan syukur! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus