Top

19 Desember 2019

Ketika setiap orang percaya belajar bertanggung jawab untuk pertumbuhan dirinya sendiri – dengan memfungsikan keberadaan dirinya sebagai ‘roh yang menghidupkan’, berfungsi sebagai Thermostat, bukan Thermometer – maka pada saat itulah kehidupan sehari-hari kita dapat dipakai Tuhan untuk mulai ‘menelan maut dalam kemenangan’!

 

Bayangkan kondisi ini: Dalam hidup kita (kondisi manusia roh kita) terus mengalami terobosan akibat terjadinya pekerjaan firman dan Roh; aliran sukacita dan roh yang berkemenangan setiap hari menjadi semakin kuat dan memadati batin kita. Kita bukan lagi manusia yang mudah diombang ambingkan kondisi, situasi, keadaan ataupun fakta lahiriah; kita terus hidup dari apa pun yang Tuhan firmankan atau janjikan setiap hari.

 

Dasar keyakinan kita terbangun kuat karena mulut kita terus memperkatakan firman-Nya dan pikiran atau imajinasi kita terus kita arahkan hanya terpusat kepada firman. Otomatis tidak ada lagi peluang untuk Musuh mencuri-curi kesempatan dalam usaha membawa kita jadi ter-distract dari firman-Nya.

 

Bayangkan keberadaan kita yang sedang ‘hidup di dalam Tuhan’ tersebut kemudian mulai berinteraksi dengan orang kebanyakan lainnya. Orang kebanyakan sedang hidup dalam tudung maut, dukacita, perkabungan dan kesedihan atau kekecewaan. Hidup mereka bagai terbelenggu oleh kegelapan dan kesedihan yang tanpa akhir.

 

Bayangkan jenis kehidupan yang kontras tersebut ‘berbenturan’ melalui interaksi sehari-hari yang terjadi baik di lingkungan, tempat kerja atau belajar ataupun interaksi sosial lainnya. Tentu hal tersebut akan menimbulkan berbagai macam respon dan reaksi!

Saya yakin, bagi kebanyakan orang yang memang memiliki kecenderungan hati untuk mengejar kebenaran, saat mereka mulai berinteraksi dengan orang-orang yang membawa kehidupan Roh, maka mereka akan mulai mendambakan jenis kehidupan yang berkemenangan tersebut!

 

Bagi orang-orang yang memang ‘mencintai kegelapan’, tentu interaksi tersebut akan menjadi hal yang mereka hindari! Karena interaksi dengan orang percaya yang berfungsi menjadi ‘roh yang menghidupkan’ (menjadi Thermostat rohani) adalah sama seperti suatu penyiksaan. Mereka membawa Terang Tuhan dalam kehidupan mereka!

 

Dengan mengidentifikasi mereka yang memang mencintai kebenaran, adalah mudah untuk mulai membimbing mereka untuk bertemu dengan Roh kebenaran itu. Dan ketika mereka bertemu dengan Roh Kebenaran, kebenaran itu akan memerdekakan mereka! (Yoh 8:32)

 

Inilah saatnya untuk Tuhan mulai melahirkan generasi orang percaya yang dapat Tuhan pakai untuk menelan berbagai aktivitas Maut – dalam bentuk dan derajat apa pun – yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari! Inilah saatnya kemenangan Kristus di atas kayu salib dan manifestasi kuasa anugerah yang datang dari hadirnya pemerintahan kerajaan Sorga dalam kehidupan setiap orang yang mau membuka hatinya terhadap kebenaran dimanifestasikan atas bumi ini! Dan hal tersebut dinyatakan melalui kehidupan kita! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus