Top

19 Februari 2020

 

Yeremia 1:9-10 (TB) Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”

 

Ayat di atas berbicara kuat dalam batin saya. Begitu dahsyatnya kuasa firman atau perkataan Tuhan ketika diberikan ke dalam diri seseorang. Itulah yang dialami oleh Yeremia. Nasib bangsa – bangsa dan kerajaan – kerajaan ditentukan oleh perkataannya. Itulah kapasitas firman yang sejati. Sanggup untuk mencabut, merobohkan, membinasakan, meruntuhkan, dan membangun kerajaan – kerajaan serta bangsa – bangsa.

 

Permasalahannya kita masih memandang dan memakai firman Tuhan hanya untuk kehidupan diri kita sendiri saja – untuk sukses, diberkati, disembuhkan, dan diberi kekuatan. Firman tentunya juga bekerja untuk hal tersebut tapi bukan hanya sebatas itu saja dan bukan tentang diri kita lagi.

 

Padahal Firman itu menyatakan tentang kebesaran dan kedahsyatan Tuhan. Oleh firman Ia mencipta langit, bumi, dan juga isinya. Jadi firman Tuhan bertujuan untuk menyatakan kehendak-Nya di atas bumi ini bukan untuk tujuan dan keinginan kita.

 

Saya semakin yakin, Tuhan sanggup memulihkan segala sesuatunya di atas muka bumi ini hanya dengan berfirman. Tapi Dia butuh orang yang menjadi wakil-Nya. Orang yang senantiasa terkoneksi dengan firman dan kedaulatan-Nya.

 

1. Dibutuhkan orang yang sudah mati dari kepentingannya sendiri: mati dari ambisi, keinginan dan berbagai kebutuhannya sendiri. Sehingga apa pun yang Tuhan firmankan tidak pernah berbenturan dengan kehendaknya sendiri.

 

2. Dibutuhkan orang yang konsisten menerima firman yang keluar dari mulut Allah (dengan kondisi roh berkobar – kobar atau memancarkan kehidupan yang terkoneksi dengan ruang takhta Allah) dan tekun merenungkan serta memperkatakan-Nya!

 

Galatia 2:20 (TB) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

 

1 Yohanes 5:4 (TB) sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

 

Saya rasa di dalam roh, masa Tuhan mengangkat kita dalam kedaulatan-Nya sudah tiba, masa kita menaklukkan dunia sudah tiba. Dunia ada dalam genggaman firman-Nya dan firman-Nya ada di mulut kita. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti akun IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal
Gbu