Top

19 Februari 2021

Seseorang dapat dikatakan memiliki manusia roh yang ‘siap sedia’ untuk dipakai Tuhan jika kemampuan atau fungsi manusia rohnya sudah ‘diperiksa’ dan didapati ada dalam keadaan siap pakai.

 

1. Kemampuan untuk bergerak dalam otoritas dan kuasa Roh Kudus.

 

Bayangkan dan imajinasikan kita sedang berfungsi sebagai seorang anak Allah – ada otoritas yang kita terima dari Tuhan untuk berkuasa atas segala makhluk ciptaan, unsur-unsur alam, bahkan pekerjaan Iblis. Bayangkan kita sedang memakai otoritas tersebut.

 

Dengan kita mengetahui cakupan otoritas yang sekarang Tuhan berikan – sesuai dengan level atau posisi rohani kita yang sekarang, sesuai dengan kedalaman pengenalan pribadi akan Tuhan yang sudah Roh singkapkan kepada kita – maka secara otomatis kita sedang hidup dalam ‘batasan iman’ yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

 

Hal iman tidak lagi menjadi masalah bagi kita karena seharusnya dengan iman sebesar biji sesawi saja kita sudah bisa memindahkan gunung (Matius 17:20).

 

2. Kemampuan untuk mengenali jalan-jalan dan kehendak Tuhan.

 

Bayangkan dan imajinasikan sambil berdoa dalam bahasa roh bagaimana Roh Kudus selalu memberikan tuntunan dan arahan tentang apa yang harus kita lakukan saat menghadapi berbagai krisis, tantangan ataupun peperangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Bayangkan bagaimana Roh Kudus memiliki keleluasaan untuk mengimpartasikan pikiran Kristus ke dalam pikiran kita. Bayangkan bagaimana pikiran kita terus diperbaharui dan sudut pandang kita terus diperluas melalui impartasi ilahi ini.

 

Jika kita merasakan adanya ‘gangguan’ dalam proses impartasi ilahi ini, maka berdoalah dalam bahasa roh sedemikian rupa sehingga semua gangguan yang ada dapat langsung disingkirkan.

 

Dengan mengetahui jalan-jalan dan kehendak Tuhan atas apa pun yang harus kita hadapi, kita jadi tahu sepenuhnya bahwa Dia akan selalu menyertai kita dalam menghadapi apa pun yang memang harus kita hadapi.

 

3. Kemampuan untuk meraih apa yang sudah Bapa sediakan di dalam Roh-Nya bagi diri kita sendiri maupun orang lain yang berinteraksi dengan kita.

 

Sambil berdoa dalam bahasa roh, imajinasikan bagaimana Roh Kudus terus membuka mata rohani kita untuk melihat dan membuka telinga rohani kita agar mendengar apa yang sudah Bapa berikan melalui Yesus sang Imam Besar kita.

 

Bayangkan bahwa di setiap waktu Yesus selalu bersyafaat bagi kita, meminta dari Bapa dan menyediakan semua yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan kita.

 

Bayangkan bagaimana tangan iman kita meraih dan menerima apa yang sudah Bapa sediakan, bahkan sebelum kebutuhan tersebut memunculkan dirinya.

 

4. Kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari yang memperkenan hati Bapa.

 

Imajinasikan bagaimana Roh Kudus selalu memberitahu kita – seperti seorang pembimbing pribadi yang mengajari kita tentang tata krama Kerajaan – tentang bagaimana kita harus menjalani kehidupan sehari-hari secara akurat dan memperkenan hati Bapa sepenuhnya.

 

Jika saat kita berdoa dalam bahasa roh, kita merasakan adanya ‘ketidakberesan’ dalam fungsi atau kemampuan ini, teruslah berdoa dalam bahasa roh dan deklarasikan setiap perkataan yang Roh Kudus taruh dalam batin kita. Setiap deklarasi rohani yang kita lakukan sedang mempengaruhi dan mengubahkan kualitas hidup yang kita miliki sehingga pada akhirnya kita jadi betul-betul memiliki kualitas hidup yang memperkenan hati Bapa.

 

Doa dan harapan saya, biar Roh Kudus terus menuntun dan membimbing kita untuk melatih serta mengasah kemampuan rohani ini jadi makin terbangun secara solid dalam manusia roh kita. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

      190221_Renungan_Ps_Steven_Agustinus