Top

19 Juli 2019

Roma 8:35-37 (TB) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Jika kita dalam kondisi tertindas, tersesak, teraniaya, lapar, kekurangan, bahaya, dan terancam, biasanya yang akan muncul dari dalam diri kita adalah gejolak emosi negatif. Entah itu marah, kesal, sedih, ngamuk, dan akhirnya mengambil keputusan yang merusak diri sendiri maupun orang lain. Gejolak emosi negatif itu seketika “memisahkan” kita dari kesadaran terhadap REALITA HADIRATNYA (kasih Kristus) Sebab kesadaran akan diri sendirilah yang sedang menguasai kita. Dengan kata lain, emosi negatif yang muncul adalah wujud dari cinta diri sendiri. Sedangkan EMOSI YANG ILAHI ADALAH WUJUD DARI CINTA AKAN TUHAN.

Gejolak emosi negatif yang muncul sesungguhnya disebabkan oleh ke-AKU-an (EGO) kita yang sedang terusik. Kita merasa tidak pantas diperlakukan tidak adil. Dan merasa diri layak dan harus dihargai serta dihormati. Juga merasa pantas/ layak/ harus menerima kasih/ perhatian dari orang lain. Intinya perasaan yang muncul BERPUSAT PADA KE-AKUAN.

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah UMAT YANG LEBIH DARI PEMENANG! Maksudnya adalah, ekspresi kita dalam menghadapi berbagai hal dan fakta negatif dari faktor eksternal harusnya berbeda dari manusia lain. Sehingga kita dapat menjadi saksi bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja. Bagaimana seharusnya ekspresi dari emosi kita?

Meledak dengan sukacita, ucapan syukur, sorak sorai, tertawa, senyum yang lebar, menari – nari, melompat. Ya! Kita harus ekspresif lebih dari orang yang menang, karena kita lebih dari pemenang!

Ingatlah, hal itu bisa terjadi bukan dengan upaya manusiawi. Melainkan karena adanya PEKERJAAN ROH dan FIRMAN yang mengobarkan HATI YANG MENCINTAI TUHAN. Saat kita mencintai Tuhan, maka cinta diri sendiri, uang, dan dunia akan sirna. INILAH YANG MEMBUAT EMOSI KITA ILAHI DALAM SEGALA KEADAAN.

Bagaimana cara kita untuk senantiasa alami pekerjaan Roh dan Firman? Ayat di bawah ini menjelaskan kita langkah konkritnya!

Roma 8:26-28 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


1. Disiplin diri kita untuk punya waktu berdoa dalam roh sampai kesadaran akan realita hadirat Tuhan mencengkeram batin dengan sangat kuat. 

 

2. Teruslah berdoa dengan ekspresif sampai menerima suara Tuhan/ datangnya firman atas kita. Lalu pakai firman tersebut untuk menjadi bahan perenungan dan percakapan kita dengan Tuhan. 


Jika kita disiplin melakukan dua itu saja setiap hari, maka kita sedang mengkondisikan diri untuk DIBENTUK OLEH PEKERJAAN ROH DAN FIRMAN. Sifat yang cinta diri sendiri, uang, dan dunia akan terus terkikis dan hilang begitu saja. Nanti kita akan mengalami saat menghadapi kondisi dan fakta negatif, RESPON kita menjadi ilahi/LEBIH DARI PEMENANG! – ‘Sebab kita tahu sekarang’, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kalimat “KITA TAHU SEKARANG” merupakan kalimat kunci yang membuat respon kita menjadi ilahi dalam hidup sehari – hari. Kita tahu bahwa TUHAN MEMEGANG KENDALI DARI SEMUA YANG TERJADI, DIA ALLAH YANG MENGONTROL SEGALA SESUATU. Itulah yang membuat kita tenang, sukacita, percaya, dan bersyukur dalam menghadapi apapun juga.

Pertanyaannya, bagaimana caranya BISA TAHU saat fakta negatif sedang ada di hadapan kita? Itu bisa terjadi karena kita TERLATIH/ TERBENTUK oleh pekerjaan Firman dan Roh (doa dalam roh sampai menerima firman) Artinya ada perubahan sikap hati dan sifat dari pikiran kita yang dapat MENANGKAP, MENGINGAT, MEMAHAMI dengan cepat PIKIRAN/ KEHENDAK/ FIRMAN pada saat menghadapi fakta negatif. FIRMAN ITULAH YANG MEMBUAT KITA KOKOH. Emosi kita tidak bisa lagi menjadi bahan “permainan musuh”. Sebab hidup kita ada dalam cengkeraman realita firman & hadiratNya!

Ingatlah, Iman timbul dari pendengaran akan firman! Dan oleh iman itulah kita mengalahkan segala fakta negatif! Kita kokoh dan tidak tergoyahkan!#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus