Top

19 Juni 2018

Selama ini kekristenan “dihiasi” oleh para pemimpin rohani ternama, superstar, dan melakukan banyak hal “yang hebat”. Banyak jemaat yang sangat mengagumi karena mereka melihat pemimpin rohani mereka terus alami promosi, bertemu dengan orang – orang besar, dan melakukan hal – hal ‘luar biasa’ dan semua orang memujinya sebagai hamba Tuhan sukses!

Tapi setelah saya teliti lebih lanjut, maka saya mendapati ada yang salah dengan ‘fenomena’ dunia kekristenan tersebut. Karena jikalau para pemimpin rohani itu menangkap pola Tuhan dan memainkan fungsinya secara akurat, yaitu untuk memperlengkapi jemaat, maka yang seharusnya muncul ke permukaan dan menjadi orang terpandang, disegani, dan berpengaruh adalah jemaat!!

Oleh karenanya kita perlu menyikapi dengan tepat apa yang sedang terjadi saat ini agar kita tidak terhanyut dengan berbagai aliran pengajaran yang tidak akurat ; membuat kita tidak bisa melihat agenda Kerajaan Surga di akhir zaman ini yang sedang membangkitkan pelayanan tubuh Kristus (seluruh jemaat bangkit dalam kuasa Roh, dan mewarisi roh yang sama, agenda yang sama, tujuan yang sama dari seorang bapa rohani) Begitulah yang harusnya terjadi!

Bukan pemimpin rohaninya yang menonjol sendirian, melainkan seluruh jemaat memberi dampak yang kuat sebagai satu tubuh Kristus. Dimana seluruh jemaat berfungsi menyelesaikan agenda Tuhan yang diberikanNya kepada sang pemimpin rohani. Memang, hal ini masih sulit diterima, karena sudah terlalu lama kekristenan “terpaku” hanya pada pergerakkan individualistis saja. Dimana hanya satu orang yang menonjol dan yang lainnya hanya sebagai follower belaka.

Tapi suka atau tidak, masa – masa itu akan segera berakhir, sebab Tuhan sedang bergerak dengan pemimpin rohani yang membawa pola ilahi! Sehingga pemimpin rohani tersebut akan berfokus membangun/memperlengkapi kehidupan jemaat sedemikian rupa sampai jemaat bertumbuh dalam kuasa anugerah menjadi orang – orang terpandang disegani, dan berpengaruh. Tapi bukan bergerak semaunya sendiri, melainkan memiliki tertib hidup sebagai keluarga rohani dan secara bersama menyelesaikan agenda Tuhan sebagai satu tubuh Kristus.

Oleh karenanya berhati – hatilah terhadap pengajaran – pengajaran yang terus membuat kita pasif, berfokus pada berkat, dan terus memuji – muji kesuksesan individualistis, dan membuat kita berambisi mengejar kesuksesan pribadi!! Waspadai dimensi roh yang terkandung di dalamnya!! Perhatikan ayat – ayat di bawah ini ;

“Efesus 4:10-16 (TB) Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, – yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Saya yakin, sehebat apapun kehebatan sang pemimpin rohani yang terus “berkarya” sendirian, tidak akan pernah bisa menyamai dampak besar yang dapat dilakukan oleh tubuh Kristus (kolaborasi bapak dan anak rohani serta jemaat) Dan saya percaya, era kepemimpinan individualistis/superstar akan segera berakhir dan sudah berakhir!! Sekarang sudah Tuhan bangkitkan jemaat yang diperlengkapi sedemikian rupa oleh pemimpin rohani, sehingga jemaat bangkit dalam kuasa Roh sebagai satu tubuh Kristus untuk menyatakan kuat kuasa Kerajaan Surga pada setiap domain!!

Jika pemimpin rohani yang membawa pola ilahi sudah dihadirkan oleh Tuhan, maka era kepemimpinan yang membawa pola dunia ini harus berakhir dan sudah berakhir!! Jika jemaat yang melangkah dalam satu agenda, satu roh, dan satu tujuan yang sama sudah Tuhan bangkitkan, maka era jemaat yang individualistis harus sudah berakhir dan pasti sudah berakhir!! Sebab dimana ada terang, maka era kegelapan gereja akhir zaman pasti tersingkir!! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus