Top

19 Juni 2020

Efesus 3:20 (TB) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita DOAKAN ATAU PIKIRKAN, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

 

Saat sedang membaca ayat di atas, tiba – tiba saja saya jadi tahu jawaban dari pertanyaan mengapa doa – doa kita sepertinya ‘belum berhasil’ mengubahkan fakta – fakta negatif di dalam kehidupan ini?

 

Jawabannya jelas ada pada ayat tersebut, ternyata disebabkan oleh pikiran kita yang belum selaras dengan doa yang kita panjatkan. Maksudnya bagaimana? Contoh kasus di bawah ini akan memberi penjelasan yang akan membuat kita paham.

 

Misalkan kita sedang mendoakan orang lain ‘yang kita kasihi’ agar mengalami perubahan. Dalam doa yang kita panjatkan pasti perkataan kita positif. Segala hal yang baik dan pengharapan begitu saja terucap dari mulut kita di hadapan hadirat-Nya. Tapi saat selesai berdoa dan berada dalam hidup sehari – hari, pikiran kita lebih sering memikirkan segala keburukan, kelemahan, dan kesalahan yang orang itu miliki.

 

Jadi tanpa sadar kita masih ‘memiliki’ dua sifat – yaitu sifat dunia ini yang penuh dengan kebencian (dalam hidup sehari – hari) dan sifat Allah yang penuh dengan kasih (dalam doa). Sifat dunia itulah yang harus kita tanggulangi! Roh – roh dunia ini tidak boleh ada di dalam hati dan pikiran kita (1 Korintus 2:12). Mintalah kepada Roh Kudus untuk memenuhi hidup kita dengan kasih ilahi saja.

 

Efesus 3:16-19 (TB) Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam KASIH. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya KASIH Kristus, dan dapat mengenal KASIH itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

 

Saya yakin sekali, saat KASIH ILAHI memenuhi batin kita, maka pikiran kita pun akan jadi selaras dengan doa – doa (firman atau janji Tuhan) yang kita panjatkan. Bagaimana wujud konkrit dari ‘pikiran’ yang telah selaras dengan doa?

 

Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Renungkanlah hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Ingatlah akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.

 

Saya yakin sekali, sewaktu pikiran kita selaras dengan ayat di atas, maka pada saat kita berdoa akan terjadi akselerasi yang dahsyat! Akan ada kuasa doa yang melampaui apa yang kita pikirkan dan doakan sebagai wujud nyata dari jawaban doa. Dia Bapa yang baik. Ia menghendaki diri kita sempurna dalam hal KASIH (bebas dari konflik batin) seperti Dia. Sehingga sewaktu kita berdoa, maka jawabannya pasti IYA!

 

Kita akan menjadi saksi bahwa Dia masih Tuhan yang selalu menjawab doa! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus