Top

19 November 2019

Saya sungguh merasakan, peperangan sudah berakhir. Sebab saya melihat Dia sudah di duduk memerintah di takhta-Nya. Musuh sudah ditaklukkan! Kebenaran ini oleh Roh-Nya dinyatakan pada kita. Bagian kita adalah menerima kebenaran itu dan terus melihat Dia yang duduk di takhta-Nya. Sehingga kita pun menjadi sama seperti Dia di atas bumi ini. Memerintah dalam hidup sehari – hari.

 

Maksud dari hal di atas adalah, hidup kita dilingkupi oleh damai sejahtera dan sukacita ilahi yang melampaui segala akal, emosi kita tidak tergoyahkan (Kerajaan yang tidak tergoncangkan). Oleh karena itu kita perlu fokus pada kebenaran tersebut: Kristus duduk di takhta-Nya, Ia sudah memerintah! Peperangan sudah berakhir!

 

Kolose 2:15 (TB) Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

 

1 Petrus 3:21-22 (TB) Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

 

Efesus 1:18-23 (TB) Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

 

Saya merasa, ayat – ayat di atas harus menjadi KEBENARAN yang kokoh di dalam batin kita. Tidak tergoyahkan. Jika kebenaran itu berakar dan menyatu dalam hidup kita, maka akan muncul damai sejahtera dan sukacita abadi yang melampaui segala akal (Yes 32:17) Kita pun menjadi sama seperti Dia, sebab kita melihat Dia sebagai Raja Damai yang memerintah (Yes 9:6) Dan kita akan memanifestasikan diri sebagai anak – anak sang Raja yang membawa damai di atas bumi ini.

 

Matius 5:9 (TB) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

 

Hidup kita pasti berbahagia oleh karena sumber damai itu telah memerintah dan menyatu dalam batin kita! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus