Top

19 Oktober 2018

Ketika saya terus merenungkan hal mengenai membangun logika ilahi dalam hidup saya, saya mendapati bahwa bukan hanya saya yang bersemangat untuk merenungkan Firman, tetapi Roh Kudus juga bersemangat untuk menuntun saya dalam perenungan Firman. Berikut hasil perenungan saya hari ini:
1. Dengan bertumbuhnya pikiran Kristus (logika ilahi) dan iman dalam hidup saya, saya akan mulai memahami rencana dan cara kerja Tuhan dalam hidup saya; sehingga saya dapat menjadi pribadi yang kooperatif mengikuti rencanaNya!
Ketika mencoba memposisikan diri sebagai Abraham dan merenungkan kondisinya serta bagaimana ia dapat memiliki iman yang supernatural dan memperkenan hati Tuhan, saya merasa bahwa inilah yang menjadi logika ilahi yang terbangun dalam hidup Abraham:
Dia adalah Allah yang tidak terbatas! Semakin mustahil keadaannya, semakin besar kemuliaan yang akan dinyatakan! Kalau Tuhan berfirman, itulah yang pasti jadi!
Itu sebabnya, musuh yang berusaha menggoyahkan kepercayaan Abraham melalui fakta lahiriah yang ada dapat Abraham bungkam dengan penuh otoritas. Sehingga Abraham dapat terus memposisikan diri untuk terus ‘kooperatif’ mengikuti ‘skenario’ Tuhan dalam menyatakan kebesaran, kemuliaan dan kedaulatanNya!
Abraham tidak mengizinkan perasaan dan emosinya mengatur dirinya dan pengambilan keputusannya. Ia memposisikan Firman sebagai tolok ukur untuk ia mensetting seluruh keberadaannya. Ia menaklukkan dan menguasai perasaan dan emosinya untuk betul-betul hanya dipengaruhi oleh Firman yang datang atas hidupnya. Ia set matanya untuk terus tertuju hanya kepada kebesaran, kedaulatan, dan kesetiaan Tuhan! (Ibr 11:17-20)
Roh Kudus kembali menyadarkan saya bahwa perasaan dan emosi adalah bagian dari keberadaan hidup saya yang Dia ciptakan (milik TUHAN!), yang pada hakikatnya berfungsi sebagai pendukung yang kuat bagi saya untuk hidup dalam keakuratan dan hidup memperkenan hati Tuhan. Perasaan dan emosi saya memang seharusnya tunduk pada setiap Firman dengan berfungsi mengekspresikan setiap pekerjaan Roh dan Firman dalam hidup saya!

2. Dengan bertumbuhnya pikiran Kristus (logika ilahi) dan iman dalam hidup saya, ternyata saya sedang mengkondisikan diri saya untuk terhubung dengan Allah Yang Awal, Yang Akhir dan Yang Hidup! (Wahyu 1:8, 17-18)
Yesaya 26:7 (FAYH) Tetapi jalan orang benar tidak akan sukar ataupun penuh bahaya, karena TUHAN meratakan dan meluruskannya bagi mereka.

Saya menyadari bahwa jalan kehidupan yang saya lalui bukanlah jalan yang baru yang belum pernah dilalui siapapun; karena kalaupun belum ada manusia yang melalui jalan hidup seperti ini, TUHAN sudah melaluinya terlebih dahulu, karena DIALAH yang merintis jalan lurus bagiku! (Yes 26:7 TB) Hari ini saya menyadari bahwa sesungguhnya ayat Firman ini sudah terjadi, Tuhan sudah mempersiapkan jalan tidak sukar ataupun penuh bahaya, tetapi justru jalan yang rata dan lurus bagi setiap orang benar!
Berikut fakta rohani yang saya yakini dan sedang terus saya bangun menjadi Logika Ilahi dalam hidup saya, yang membuat saya dapat selalu melihat:
a. PribadiNya yang mengawali perjalanan rohani saya.
b. PribadiNya yang saat ini (at this very moment!) sedang menggandeng saya. Pribadi yang selalu ada bersama saya, dan tidak pernah meninggalkan saya!
c. PribadiNya yang sudah merintis jalan lurus bagi saya (Yes 26:7) dan sudah mempersiapkan apapun yang saya butuhkan untuk menggenapi rencanaNya!
d. PribadiNya yang sudah ada di masa depan saya, menanti saya mencapai garis akhir dengan penuh kekuatan dan kemenangan.
He’s the One who’s always been there since the very beginning of my life, the One who is here, and the One who’s been in my future and will always be there!
Saya berketetapan untuk terus membangun fakta rohani ini menjadi kesadaran dan keyakinan yang tidak tergoyahkan dalam hidup saya. Saya percaya ketika fakta rohani ini terbangun menjadi logika ilahi yang kuat dalam hidup saya, saya akan menikmati kehidupan yang kuat, stabil dan memperkenan hatiNya!
Setiap kali ‘virus fakta lahiriah dan logika manusiawi’ datang dan mengintimidasi saya dengan kondisi tantangan yang begitu berat, saya terus menguatkan diri saya sendiri dengan fakta rohani di atas. Dan beberapa waktu terakhir ini, ketika saya terus mendeklarasikan FirmanNya dan saya terus nyatakan kepadaNya apa yang saya yakini Ia pasti lakukan atas hidupku, saya mendapati Pribadi di dalam setiap Firman yang saya yakini mulai ‘melangkah keluar’ untuk menyatakan diriNya kepada saya, membuat saya kembali berfokus untuk melihat Dia yang sudah merintis jalan lurus sampai masa depan saya, sehingga saya kembali siap mengikuti tuntunanNya untuk mempertahankan kemenangan dan meraih terobosan yang saya butuhkan untuk mengerjakan rencanaNya! Saya mau terus membangun logika ilahi demi logika ilahi dalam hidup saya sehingga kehidupan saya berdaya guna bagi KerajaanNya!
Terjadilah, di dalam nama Yesus, Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus