Top

19 Oktober 2019

Mengalami pertumbuhan dalam pengenalan yang benar akan Tuhan, memiliki keterkaitan yang erat dengan menerima pewahyuan tentang keberadaan Tuhan yang menyatakan DiriNya di berbagai situasi kehidupan sehari-hari yang dihadapi oleh orang-orang percaya.

Biasanya, di saat orang percaya mengalami situasi atau keadaan yang genting, mustahil ataupun berbahaya dan mereka terus berseru-seru kepada Tuhan, pada saat itulah Tuhan menyatakan keberadaanNya, mendemonstrasikan kedaulatan kuasaNya dan memastikan umat pilihanNya itu terselamatkan dari situasi/ keadaan yang tidak menguntungkan tersebut.

Mazmur 22:5 (TB) (22-6) Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.

Mazmur 34:17 (TB) (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Mazmur 107:6 (TB) Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka.

Kita sendiri tidak harus mengalami berbagai peristiwa yang mencemaskan terlebih dahulu sebelum bisa mengalami penyingkapan pewahyuan tentang keberadaan Tuhan!

Paulus secara pribadi berseru-seru kepada Bapa dan berkata: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya…” (Fil 3:10)

Di era perjanjian lama, ada banyak tokoh Alkitab yang mengalami penyingkapan keberadaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari di saat mereka menghadapi berbagai tantangan hidup di jaman mereka; jadi, mereka menghadapi sesuatu dalam hidup mereka terlebih dahulu dan barulah Tuhan menyatakan DiriNya untuk memastikan umat pilihanNya itu dapat terus melanjutkan perjalanan destiny mereka di bumi ini. Tapi sejak kematian, kebangkitan dan dipermuliakannya Yesus di sebelah kanan Bapa – terlebih setelah Roh Kudus dicurahkan untuk menyertai kita, maka sesungguhnya kita bisa terus alami penyingkapan pewahyuan tentang keberadaan Tuhan tanpa harus terlebih dahulu ‘mengalami sesuatu yang membahayakan’ seperti para tokoh Alkitab di era perjanjian lama!

Yohanes 14:23, 26 (TB) Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
…tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Setiap kali Roh Kudus menghadirkan pewahyuan tentang keberadaan Bapa ke dalam hidup kita, ada suatu dimensi rohani yang ‘memperkaya’ dan mengkondisikan hidup kita jadi makin serupa dengan keberadaan Kristus sehingga di saat kita menghadapi suatu tantangan, kita sudah langsung bisa menghadapi tantangan tersebut sama seperti kalau Yesus sendiri yang menghadapinya. Ada roh yang berkemenangan, ada otoritas dan kuasa kerajaan yang menyertai kita – menyatu dalam kehidupan kita – sehingga otomatis respon dan reaksi kita saat menghadapi tantangan yang ada jadi sangat berbeda!

Perhatikanlah respon yang Yesus dan murid-murid tunjukkan saat ada badai yang menghadang perahu yang mereka tumpangi:

Matius 8:23-27 (TB) Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Di saat badai mengamuk, Yesus justru sedang tertidur sementara para murid menjadi sangat panik! Ketika Yesus dibangunkan oleh murid-muridnya yang ketakutan akibat badai, Dia justru menghardik murid-muridNya terlebih dahulu dan barulah menghardik badai yang ada.

Otoritas, kuasa kerajaan yang sama, yang menyertai Yesus, akan Bapa berikan kepada setiap orang percaya yang terus bertumbuh dalam pengenalan akan Dia!

Inilah saatnya untuk setiap orang percaya menjagai hati yang haus-lapar akan Tuhan dalam hidupnya dan terus mengejar pengenalan yang benar akan Tuhan sehingga akan ada berbagai dimensi rohani, kekayaan Ilahi yang Bapa impartasikan melalui firman dan Roh yang bekerja dalam kehidupan kita! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus