Top

19 September 2018

Kisah hidup Samuel mengajarkan, bagaimana caranya memasuki dimensi profetis, tinggal dalam dimensi itu, mengasah dimensi tersebut, dan memiliki dimensi itu, sampai mengenakan jubah kenabian.

1. Samuel terlahir dari kandungan seorang ibu (Hana) yang merindukan mempunyai anak tapi belum juga diberikan oleh Tuhan.

Namun ketika Tuhan menjawab doanya, ia memberikan Samuel untuk menjadi pelayan dalam rumah Tuhan. Doa dengan keluhan yang tidak terucapkan yang diprakarsai oleh Roh Kudus mengkoneksikan Hana dengan dimensi profetis, sehingga seluruh ruangan dimana Hana berdoa kental dengan atmosphere prophetis yang membuat imam Eli dipengaruhi dan mengucapkan firman Tuhan yang ditujukkan pada Hana. Sehingga firman Tuhan tersebut menciptakan, membangun, dan membentuk kehidupan Samuel di dalam rahim Hana.

2. Hana merupakan gambaran gereja yang membawa dimensi profetis dan melahirkan suatu generasi yang menggembalakan bangsa – bangsa dengan gada besi.

Kita dapat melihat penggenapan konkrit Wahyu 12 pada hidup Samuel! Memerintah di dalam roh dan alam lahiriah dengan otoritas dari Kerajaan yang tertinggi, yaitu Kerajaan Surga!

3. Hana juga menggambarkan seorang pemimpin dan orang tua rohani yang telah mati dari ambisi pribadi (hidup hanya untuk kepentingan Kerajaan Surga) dan mengimpartasikan isi hati Tuhan kepada anaknya.

4. Peranan Roh Kudus (pemrakarsa) dan orang tua rohani (memperlengkapi/mengimpartasi) dan rumah rohani/gerejaNya (rahim rohani) merupakan unsur penting untuk terlahirnya generasi profetis.

3 hal tersebut tidak bisa dipisahkan untuk terbangunnya dimensi profetis dalam kehidupan umatNya!

6. Samuel orang yang tulus hati.

Maksud tulus hati adalah ; seorang yang rela dan sukacita menjalani proses pembentukkan Tuhan tanpa ada keluhan dan sikap hati yang menyalahkan Tuhan, Samuel mencintai kebenaran dan menghormati pemimpin serta taat kepada pemimpin, dan ia menjadikan ruang maha kudus sebagai tempat peristirahatan dan perlindungannya dari segala kebatilan dan kefasikan yang dilakukan oleh anak – anak imam Eli. Terlepas dari rencana Tuhan sebelum dunia dijadikan kepada Samuel, namun untuk hal tersebut dapat terealisasi, ketulusan hati Samuel sangatlah memainkan peranan sangat penting! Jika Samuel tidak menjaga hatinya tetap tahir dan bersih, maka panggilan Tuhan atas hidupnya di musim yang telah Tuhan tetapkan dapat tertunda, bahkan bisa tidak terwujud. Tapi karena Samuel terus menjaga mata dan hatinya tetap bersih di balik tirai ruang maha Kudus, maka kedaulatan Tuhan mengangkat diriNya menjadi pemimpin atas Israel.

7. Samuel terus senantiasa berasosiasi dengan firmanNya.

Sekali suara Tuhan terdengar olehNya, maka saat itu jugalah ia memastikan firman tersebut masuk dalam hatinya dan berada dalam mulutnya. Dan firman itulah yang menjadi kuasa serta otoritas pemerintahan Tuhan dalam hidupnya. Apa saja yang dikatakan Samuel, pasti terjadi. Hal ini membuat kegentaran terjadi atas bangsa – bangsa! Inilah hal yang harus kita terus latih, yaitu memperkatakan firmanNya. Semakin kita bertekun tiap hari, tiap jam, bahkan tiap waktu, maka dimensi roh kita akan semakin tajam dan kuat untuk menyampaikan suara Tuhan. Saat firman berhasil membawa kita menyatu dengan diriNya (firman itu sendiri) maka karakteristik suara sang Raja menjadi milik kita. Apa yang kita katakan akan dibuat Tuhan berhasil, dan apa yang tidak ada menjadi ada!!

8. Samuel terus menaikkan level ketekunannya dalam melatih hal tersebut.

Ia membentuk sekolah kenabian, untuk melatih nabi muda lainnya, dan sekaligus melatih dirinya untuk menaikkan level otoritas, kekuatan rohani, keperkasaannya untuk memerintah dalam roh! Setiap hari ia melakukan nubuatan, deklarasi firman, pujian dan penyembahan di Rama tempat dimana ia berada. Alhasil Rama menjadi tempat pemerintahan Raja segala raja memerintah atas bangsa – bangsa. Selama pemerintahan Samuel, bangsa Israel menjadi bangsa yang tidak terkalahkan!!
Jika kita bertumbuh seperti Samuel, maka pemerintahan Kerajaan Surga persis sama seperti yang terjadi pada zaman Samuel akan terjadi kembali di akhir zaman ini!! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus