Top

19 September 2019

Ketika saya merenungkan kembali saat ada anak Tuhan yang mengalami  peristiwa yang buruk, peristiwa yang tidak mengenakkan; meski ada berbagai hal yang sedang terjadi, saya tersadar akan satu hal bahwa Tuhanlah sesungguhnya yang tetap memegang kendali atas segala sesuatu.

 

1. Sesungguhnya di dalam peristiwa buruk pun Tuhan tetap bekerja mendatangkan kebaikan atas diri kita

 

Roma 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

Karena segala sesuatu selalu terjadi atas seijin Tuhan. Waspadai pekerjaan si jahat yang berupaya menyelinap masuk dan merusak citra atau wujud kebaikan Tuhan (kasih setia dan pemeliharaanNya) yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Yang sering timbul dalam benak kita adalah “Bagaimana Bapa yang baik bisa mengijinkan hal itu terjadi?” Dan pasti ada banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Yang jika dijawab pun tidak akan memuaskan kita.

 

Sesungguhnya Dia adalah Allah yang turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kebaikan itu bisa datang dalam berbagai bentuk YANG BISA KITA LIHAT dan YANG TIDAK BISA KITA LIHAT.  Seringkali kita hanya berfokus hanya untuk melihat kebaikan Tuhan pada hal yang instant, yang langsung tersedia, yang langsung dapat dilihat hasilnya!  Padahal sesungguhnya banyak sekali hal “behind the scene” yang Tuhan sedang kerjakan untuk mendatangkan kebaikan itu.

 

Sebagai contoh akan ada perbesaran kapasitas hati, berbagai pembelajaran dan dimensi kematangan bagi mereka yang mengalami hal yang buruk; Pula Tuhan sedang menumbuhkan level kekuatan dan kebergantungan kepada-Nya lebih lagi.

 

Di sisi lain, Tuhan juga sedang menumbuhkan atau men-stretch karakter kebaikan dalam diri orang-orang yang sedang menolong. Dimensi kasih sedang Dia tumbuhkan lewat kepedulian, perhatian, belas kasihan, pengorbanan dan masih banyak lagi yang sedang Tuhan rombak dan perbesar kapasitasnya.

 

Yang penting di sini fokus dan respon kita akan menentukan seberapa kita dapat melihat dan menerima kebaikan Tuhan itu. Doa dan aliran ucapan syukur yang keluar dari mulut kita akan menolong kita melihat dari sudut pandang Tuhan, sehingga kita bisa keluar dari sudut pandang kemanusiawian kita.

 

2. Dia tidak akan mengijinkan segala sesuatu terjadi melebihi kekuatan kita

 

1 Korintus 10:13  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

 

Jalan keluar itu terletak dalam sudut pandang kita yang berubah, karena respon kita berubah dari yang manusiawi menjadi yang ilahi. Dia mengenal betul siapa milik kepunyaanNya. Dan tidak akan mengijinkan pencobaan datang melebihi kekuatannya secara manusia. Bagi mereka yang dapat melihat dari sudut pandang Tuhan, pasti akan menerima pemahaman dan menerima kekuatan baru, menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pastikan roh yang berkemenangan berkuasa atas diri kita. Kobarannya akan makin mengokohkan perjalanan iman kita.

 

Yakobus 1 : 12   Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima MAHKOTA KEHIDUPAN yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

 

3. Tuhan adalah Allah yang inisiatif dan setia, Dia selalu datang dan menguatkan kita!

 

Roh Kudus mengingatkan saya pada peristiwa saat Yesus ditangkap dan disalibkan. Setelah melalui serangkaian prosesi pengadilan yang tidak adil (karena semua direkayasa oleh orang-orang yg tidak menyukai Yesus, dan bertujuan membawa Yesus mengalami kematian), Alhasil Yesus pun benar-benar mati di kayu salib! Seperti ada “pukulan terbesar” bagi pengikut Yesus saat itu.

 

Ada momen kematian yang begitu menyayat hati bagi semua murid-muridNya. Meski dari sudut pandang Tuhan, Bapa lewat FirmanNya sudah menubuatkan tiga kali tentang kematian Yesus. Tetap saja secara manusiawi, murid-muridNya dirudung kesedihan, keputusasaan dan ketakutan yang besar. Bahkan Petrus pun sempat menyangkal Yesus tiga kali.

 

Namun lewat FirmanNya yang sudah dilepas Yesus sebelumnya, tergenapilah bahwa pada hari ketiga Dia bangkit. Dan memang itulah yang terjadi, Dia bangkit dalam kemuliaan ! Yesus menguatkan para murid lewat kehadiranNya dan mengajar tetang firman Kerajaan Allah 40 hari lamanya. Salah satunya adalah dua murid yang pulang ke Emaus. Tuhan menghampiri mereka di jalan, saat mereka berjalan pulang.

 

Lukas 24:13-17  Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka BERCAKAP-CAKAP tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

 

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, DATANGLAH YESUS SENDIRI MENDEKATI MEREKA, lalu BERJALAN BERSAMA-SAMA dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: “APAKAH YANG KAMU PERCAKAPKAN sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

 

  • Lukas 24:13-35 mencatat ada 2 jenis percakapan yang muncul. Percakapan pertama adalah jenis percakapan yang manusiawi. Yang ujung-ujungnya adalah kefrustrasian dan kekalahan. Namun ini yang menarik, Yesus datang! Dan Yesus mulai melibatkan DiriNya dalam percakapan. Dan terjadilah jenis percakapan kedua. Yesus langsung to the point ke akar permasalahannya dan mengambil alih percakapan yang ada! Dan mulailah terjadi jenis percakapan kedua: Percakapan ini bersifat ilahi dan berujung kemenangan! Memang awalnya terjadi perbantahan antara yang manusiawi dan ilahi. (Ay 18-24) Namun Yesus langsung menghardik yang manusiawi itu keluar dari diri mereka (ayat 25-27). Yang penting di sini adalah perhatikan percakapan apa yang melintas di pikiran kita. Saya percaya Tuhan adalah Allah yang aktif dan tidak tinggal diam. Dia pasti akan mengirim firmanNya. Perkatakan dan deklarasikan firman itu. Dan pasti perbantahan berakhir dan yang manusiawi terusir keluar.

 

  • Dan mereka berusaha menahan hadirat Tuhan lebih lama lagi (ayat 29-30). Tinggal dalam hadirat Tuhan, RENDAM DIRI dalam aliran penyembahan sampai sesuatu yang ilahi terjadi: MATA mereka TERBUKA dari selubung kedukaan. Mereka mulai mengenali jenis pekerjaan firman dan Roh yang ada dan hati mereka menyala kembali: BERKOBAR-KOBAR oleh lawatan firman dan RohNya! Lukas 24 : 31-32  Ketika itu TERBUKALAH mata mereka dan merekapun MENGENAL DIA, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah HATI KITA BERKOBAR-KOBAR, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

 

  • Dan tiba-tiba saja mereka TAHU apa yang harus mereka lakukan! Saat itulah mereka berbalik kembali ke Yerusalem bergabung dengan saudara-saudara rohani mereka yang lain. Terjadi kekuatan sinergis yang lebih kuat dari sebelumnya! Lukas 24 : 33  Lalu BANGUNLAH mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

 

Sejak saat itu secara korporat mereka mengikuti arahan firman (ada dalam pusat kehendak Tuhan yang sempurna) dan saat Roh Kudus tercurah, kegerakan terbesar di atas muka bumipun lahir!

 

Saya percaya pekerjaan firman dan roh akan kembali menyala-nyala dan berkobar dengan kuat dan akan mengangkat orang percaya naik ke level rohani yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bersiaplah! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus