Top

2 Desember 2019

Kejadian 2:7-9 (TB)

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

 

Saya mau mengajak untuk kita bisa memberi makna atau arti baru tentang ‘taman Eden’. Walau taman Eden memang pernah ada di bumi ini, tapi saya mau kita juga menyadari bahwa taman Eden merupakan habitat pertama manusia di bumi ini. Taman Eden diciptakan secara khusus oleh Tuhan untuk tempat hidupnya manusia di bumi ini! Menariknya, arti kata Eden adalah PLEASURE ; KESUKAAN.

 

Makna baru yang ingin saya tanamkan dalam benak kita mengenai TAMAN EDEN adalah ; ‘ALAM ROH’ tempat manusia menjalani kehidupan sehari-harinya di bumi ini dan tempat pertemuan antara Tuhan dengan manusia di bumi. Jadi taman Eden adalah lokasi Kesukaan pertemuan antara Tuhan yang adalah roh dengan manusia yang merupakan kombinasi bentukan dari debu tanah dengan hembusan nafas Tuhan.

 

Dari tanah taman Eden tumbuh berbagai jenis tumbuhan yang bertujuan untuk makanan bagi manusia. Tuhan sudah menyediakan apapun yang menjadi kebutuhan manusia di taman Eden, taman Kesukaan, alam roh.

 

Di alam roh, Bapa sudah menyediakan berbagai penyediaan untuk memenuhi kebutuhan lahiriah yang manusia butuhkan di kemudian hari. Tapi pada saat yg sama, Tuhan juga memberikan batasan bagi manusia dalam berinteraksi di alam roh. Di alam roh kita bisa melakukan apapun, mendapatkan apapun, bahkan belajar apapun! Tapi ada kekuasaan firman yang harus kita pakai untuk membatasi diri kita pada saat kita berinteraksi di alam roh.

 

Jangan pernah mempergunakan pengalaman rohani sebagai patokan; pergunakan selalu firman tertulis sebagai patokan hidup saat kita berinteraksi dengan dunia roh.

 

Menjadi semakin menarik untuk mencermati catatan tentang taman Eden, taman kesukaan atau juga bisa kita artikan sebagai lokasi tempat pertemuan Tuhan dan manusia. Ternyata ada sungai yang juga Tuhan ciptakan untuk mengairi dan menghidupkan taman itu! (Kej 2:10-14).

 

Untuk kita bisa mengalami kehidupan dalam dimensi rohani, dalam alam roh, dan terus berinteraksi dengan Tuhan yang adalah roh di bumi lahiriah ini, maka kita butuh terciptanya aliran air hidup dalam diri kita. Dan hal tersebut sudah kita terima dari Tuhan saat kita mengalami kelahiran baru (Yoh 4:13-14, 7:38-39).

 

Tapi ada sifat/ nature spesifik dari aliran air hidup yang mengalir: Harus ‘INCREASE’ (Pison), ‘BURSTING FORTH’ (Gihon), ‘RAPID’ (Tigris), ‘FRUITFULNESS’ (Efrat) Inilah salah satu alasan utama mengapa saya mendorong semua kita untuk berdoa dalam bahasa roh secara meluap – luap, penuh keantusiasan dan ekspresif. Agar aliran air hidup dalam diri kita terbangun memiliki nature yang meledak-ledak (bursting forth, Gihon) dan menyembur dengan cepat, bertubi-tubi (rapid, Tigris) Sehingga mengkondisikan terciptanya pertumbuhan, peningkatan (increase, Pison) dan buah-buah (fruitfulness, Efrat).

 

Dengan menjadikan taman Eden sebagai ‘base operational’ di bumi ini, manusia pertama bukan hanya berinteraksi dengan Tuhan, namun manusia pertama juga berpartner dengan Tuhan dalam memberi nama para binatang (Kej 2:15-20)

 

Saya meyakini, terbangunnya interaksi dengan realita Tuhan dalam alam roh (di Eden) akan memposisikan keberadaan kita sebagai orang-orang percaya menjadi partner kerja Tuhan di bumi ini! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus