Top

2 Mei 2020

Saya mendapati, seringkali suara Tuhan yang datang dalam hidup kita jadi ‘terhenti’ hanya menjadi suatu wacana atau informasi dalam pikiran kita belaka. Tidak terbangun menjadi suatu ‘kehidupan iman’ yang mempengaruhi atau mengubah kehidupan sehari-hari kita! Setiap firman yang datang dalam hidup kita harus diresponi secara sedemikian rupa hingga terbangun menjadi suatu takaran iman yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita!

 

Misalkan, saat janji Tuhan datang dalam hidup kita melalui ayat firman:

 

Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

 

Janji Tuhan pada ayat tersebut haruslah kita pakai untuk membangun takaran iman dalam kehidupan kita! Perkatakan firman tersebut, imajinasikan bahwa penggenapan janji tersebut sudah tergenapi dalam hidup kita, berdoalah dalam bahasa roh secara meluap-luap, dan deklarasikan ketika ada impresi yang Roh Kudus berikan sampai batin kita jadi meluap-luap!

 

Ketika dinamika dan intensitas rohani dalam batin kita terus makin terbangun, seharusnya kita akan menerima datangnya arahan atau instruksi yang berasal dari Roh Kudus – dan kewajiban kitalah untuk mentaatinya!

 

1 Yohanes 2:27 (TB) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

 

Yakobus 1:22-25 (TB) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

 

Yakobus 2:17, 26 (TB) Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

 

Inilah saatnya untuk kita menjadikan suara Tuhan yang datang dalam hidup kita menjadi ‘material atau bahan baku’ untuk membangun dasar keyakinan atau takaran iman dalam hidup kita! Bukan sekedar suatu wacana atau informasi mental belaka tapi mempengaruhi pengambilan keputusan dalam hidup sehari-hari kita! Orang yang hidup dalam takaran iman akan selalu memanifestasikan apa yang ia yakini tersebut dalam interaksi dan aktivitas hidup sehari-hari!

 

Dengan suara Tuhan tentang Yeremia 29:11 terbangun menjadi suatu takaran iman, maka menjadi semakin tidak wajarlah untuk seseorang jadi kuatir akan hidupnya! Teruslah membangun takaran iman dan menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari!

 

Yakini selalu bahwa terlepas dari apa pun peristiwa buruk yang sedang terjadi di sekeliling hidup kita, Bapa tetap merancangkan rancangan yang penuh damai sejahtera dengan masa depan yang gilang gemilang penuh pengharapan. Maka ucapan syukur juga akan selalu mengalir keluar dari mulut kita. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus