Top

2 November 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

6. Akulah El Chayah – Allah yang memberi atau menjagai kehidupan, membangkitkan, memulihkan hidup atau kesehatan (Ulangan 32:39)

 

Sesungguhnya, pada perikop pasal yang menyatakan Tuhan sebagai El Chayah kita juga menemukan pernyataan Musa yang juga memanggil Tuhan dengan sebutan: El Machats – Allah yang menyerakkan, menghancurkan, melukai (Ulangan 32:39).

 

Setelah sekian waktu lamanya Musa memimpin Israel keluar dari Mesir dan merebut sebagian dari tanah Kanaan dan sekarang sebelum Musa meninggalkan Israel lalu menyerahkan kepemimpinan bangsa kepada Yosua, dia menanamkan sebuah ‘benih Ilahi’ tentang keberadaan Tuhan kepada Israel. Musa menegaskan:

 

Ulangan 32:39 (TB)  Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. AKULAH YANG MEMATIKAN DAN YANG MENGHIDUPKAN, AKU TELAH MEREMUKKAN, TETAPI AKULAH YANG MENYEMBUHKAN, dan seorang pun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.

 

Dia menegaskan bahwa jatuh-bangunnya Israel, maju mundurnya bangsa itu, sangat ditentukan oleh Tuhan! Itu sebabnya, Musa mengharapkan untuk Israel bisa terus membangun hidup yang sepenuhnya bergantung hanya kepada keberadaan Tuhan saja! Karena sesungguhnya, tidak peduli apa yang menjadi fakta kehidupan kita di saat ini, semua itu tidak pernah menjadi suatu hambatan untuk Tuhan memakai kita guna menyelesaikan rencana atau rancangan-Nya!

 

Yang Dia tuntut dari kita sebagai umat-Nya hanyalah kesediaan hati kita untuk terus mencintai Dia – secara mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan! Dengar-dengaran dengan tuntunan Roh-Nya serta hidup dalam ketaatan mutlak terhadap firman-Nya! Ketika Tuhan melihat hal tersebut dilakukan umat-Nya dengan bertekun, Dia akan memastikan untuk umat-Nya tersebut selalu menikmati kehidupan yang baik, membangkitkan mereka kembali kala ada pukulan kehidupan yang sempat menggoyahkan atau menjatuhkan mereka, memulihkan kembali umat-Nya bahkan menyembuhkan segala sakit penyakit mereka – memastikan umat pilihan-Nya selalu hidup dalam kesehatan Ilahi!

 

Tapi ketika Dia mendapati umat-Nya hidup dalam ketidakakuratan, Dia pun tidak segan-segan untuk menyerakkan, menghancurkan, melukai umat yang Ia kasihi tersebut! Bukan karena Tuhan kejam ataupun hidup penuh dengan dendam, tapi justru Dia sedang memastikan umat-Nya tersebut tidak akan pernah jatuh ke tangan Musuh gara-gara ketidakakuratan hidup mereka miliki! Sungguh adalah lebih baik jatuh ke tangan Tuhan yang penuh kasih, dari pada harus jatuh ke tangan Musuh akibat segala ketidakakuratan yang masih kita miliki dalam hidup kita!

 

1 Tawarikh 21:13 (TB)  Lalu berkatalah Daud kepada Gad: “Sangat susah hatiku, BIARLAH KIRANYA AKU JATUH KE DALAM TANGAN TUHAN, SEBAB SANGAT BESAR KASIH SAYANG-NYA; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”

 

Daud menyadari, dalam ketidakakuratan hidup yang ia masih miliki, adalah jauh lebih baik untuk ‘jatuh ke dalam Tangan Tuhan’ dari pada jatuh ke dalam tangan musuh!

 

Dalam menjalani perjalanan pelayanan saya hingga sejauh ini, saya beberapa kali melihat bagaimana Tangan Tuhan menarik turun dan menghukum kehidupan beberapa pemimpin jemaat. Mereka memang menerima ‘hajaran’ yang sangat tidak mengenakkan tapi pada saat yang sama, ‘kejatuhan’ mereka dari kursi kepemimpinan justru menyelamatkan hidup mereka dan orang-orang yang berinteraksi dengan diri mereka dari bahaya kehancuran yang lebih mendalam. Dan ‘di dalam waktu-Nya’, saya melihat bagaimana Tangan Tuhan yang telah menyeret mereka ‘turun’, menjadi Tangan yang sama yang menarik mereka untuk ‘kembali naik’.

 

Kenalilah Allahmu dan milikilah pengenalan akan Tuhan yang benar dalam hidupmu; jalani hari-harimu dalam lingkupan roh Takut akan Tuhan. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus