2 November 2021

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin. 

Kita sedang membahas tentang penyebab dari orang-orang yang diundang untuk menghadiri pesta, justru menolak untuk menghadiri undangan tersebut.

1. Kecenderungan hatinya yang masih tertuju kepada diri sendiri, mengejar uang, kesuksesan pribadi dan berbagai tawaran dunia ini.

2. Masih adanya faktor pengenalan akan Tuhan yang tidak akurat.

Selama sekian waktu lamanya, ada banyak dari antara orang-orang percaya yang memiliki pengenalan akan Tuhan serta pemahaman firman yang tidak akurat. Seperti contoh, ada banyak yang berpikir bahwa sebagai orang percaya, kita memiliki Bapa Surgawi yang sangat baik dan selalu memahami serta memaklumi apa yang menjadi kondisi hidup kita, sehingga kita bisa dengan bebas bisa memilih atau membuat keputusan berdasarkan kehendak hati kita sendiri, bukan dari kehendak Bapa – khususnya berbagai keputusan penting dalam hidup kita.

Roma  6:16-19 (TB) Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

Pengenalan akan Tuhan dan pemahaman firman yang akurat, harusnya memberi kita pemahaman dan pengertian bahwa memang dahulu kita adalah hamba dosa, tetapi oleh karena korban Kristus yang telah menebus hidup kita, maka secara otomatis memindahkan atau memposisikan hidup kita yang sekarang menjadi hamba kebenaran. Di satu sisi adalah benar jika hidup kita menjadi merdeka (bebas dari belenggu dosa), tetapi bukan berarti kita bebas melangkah mengikuti kehendak diri kita sendiri.

Pemahaman yang benar membuat kita mengerti bahwa setelah setelah kita dimerdekakan dari dosa, kita tetap menjadi seorang hamba. Bedanya, sekarang kita adalah hamba kebenaran yang membuat hidup kita dituntun berjalan di jalan-jalan kebenaran – melangkah dengan penuh ketaatan. Ketika hidup kita melangkah taat mengikuti perintah dan tuntunan Tuhan, maka realita Surga akan selalu memenuhi dan menyertai hidup kita – membuat hidup kita jadi dibedakan dan diistimewakan oleh Bapa Surgawi.

Ini waktunya untuk kita mengarahkan hati kita pada kehendak Tuhan dan rencana-Nya. Kita selalu menjawab “YA” atas setiap panggilan dan perintah-Nya. Kita hidup untuk menggenapkan agenda rumah rohani yang Tuhan tetapkan. Sebab momen pencurahan Roh atas seluruh umat manusia merupakan pesta akbar yang tidak boleh terlewatkan oleh kita sebagai orang percaya.

Tuhan telah menetapkan untuk kita yakni gereja-Nya, menjadi partner yang akan dipakai-Nya dalam mewujudkan agenda Kerajaan Surga, yaitu menjadi penyelenggara dan pelaku dari pesta akbar pencurahan Roh terhadap semua umat manusia! Haleluya, amin!! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

_________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi