Top

20 Agustus 2018

Beberapa waktu terakhir ini, cerita tentang kisah hidup Daniel terus terngiang – ngiang dalam benak saya; bagaimana dia memiliki jam doa sampai 3 kali sehari. Daniel bukan pengangguran. Tapi kehidupan doanya di sela – sela kesibukan yang ia miliki telah membuat raja dan seluruh pejabat mengetahui gaya hidup Daniel tersebut.

Hal ini dia lakukan terus dari sejak zaman raja Nebukadnezar, Belsyazar, Darius, dan Koresh. Pada zaman raja Darius hal ini pernah dipermasalahkan. Karena itu akhirnya Daniel dijebloskan ke lubang singa. Tapi Tuhan melepaskan Daniel, dan membuat lawan politiknya justru menerima penghukuman dari raja Darius yang mengasihi Daniel….

Ada beberapa pelajaran rohani yang saya dapatkan dari kisah kehidupan doa Daniel:

1. Kehidupan doa Daniel adalah merupakan sumber hikmat dan ilmu dalam dia menjalankan segala tugas yang menjadi tanggung jawabnya di pemerintahan.

2. Daniel memang sibuk bekerja, tapi dia tetap berdoa 3 kali sehari. Saya yakin ini bukan doa yang sebentar. Dalam 1 kali berdoa, mungkin saja ia memakan waktu yang cukup lama. Karena saya percaya dia bukan sekedar berdoa. Tapi berdoa sampai Tuhan berfirman. Akhirnya, orang mengenal Daniel sebagai pendoa. Namun gaya hidup itu justru membuat Daniel mampu bekerja secara sangat efektif dan ada hasil maksimal yang membuat para raja menyukainya.

3. Oleh doa, Daniel sedang menghubungkan dirinya dengan Allah yang berdaulat. Ada banyak situasi dan kondisi perpolitikan yang Daniel hadapi yang sangat mengancam nyawanya. Tapi oleh kedaulatan tanganNya Daniel selalu alami perlindungan Tuhan.

4. Oleh doa, Daniel sedang menyatakan bahwa Allah yang Dia sembah adalah Allah yang hidup. Dia adalah Allah di atas segala allah, dan KerajaanNya kekal selamanya!

5. Saat Daniel berdoa, ia sedang menghubungkan diri dengan dimensi keilahian Tuhan yang membuat segala rahasia baik masa kini, maupun masa depan dapat disingkapkan oleh Tuhan kepadanya.

6. Kehidupan doa yang Daniel bangun dengan tekun membuat dia memiliki otoritas dan posisi rohani yang memerintah baik itu di alam roh, maupun di alam lahiriah. Sehingga para raja tunduk kepada Daniel!

7. Daniel adalah contoh orang yang terpandang, disegani dan berpengaruh. Keberadaannya membuat dirinya dapat mengatur waktu untuk berdoa 3 kali sehari. Dan para raja pun memberikan waktu itu kepada Daniel. Semakin berpengaruh, semakin punya waktu banyak untuk Tuhan! Semakin terpandang, semakin available bagi Tuhan! Ini harus kita contoh!

8. Saya percaya, kehidupan doa yang kita bangun dengan tekun akan menjadi solusi permasalahan bagi bangsa – bangsa. Selama ini kehidupan doa telah menjadi “ejekan” karena para pendoa yang selama ini berdoa tidak maksimal dalam bekerja. Tapi saya yakin, saat kita berdoa dengan benar, maka kita sedang terhubung dengan kedaulatanNya yang sanggup melakukan apapun juga bagi bangsa – bangsa!! Kehidupan doa yang benar akan sangat dibutuhkan pada hari ini dan hari-hari yang akan datang.

9. Jam – jam doa adalah jam pelatihan untuk melatih mulut kita memerintah dan berkuasa di alam lahiriah. Kita menarik segala yang ada di alam roh untuk terwujud di alam lahiriah. Apa yang mustahil menjadi mungkin, apa yang tidak ada menjadi ada.

Biarlah para prajurit doa dilahirkan dan di perlengkapi secara maksimal oleh Roh Kudus guna menentukan, menetapkan masa depan Indonesia dan bahkan bangsa-bangsa…#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus