Top

20 Juli 2018

Saya semakin menyadari, meski kita sudah mengalami dilahirkan kembali oleh Roh Kudus menjadi ciptaan baru, ternyata keberadaan kita masih membawa pikiran dan kebiasaan yang lama. Dari Ef 4:17-22, alkitab mencatat bahwa sebagai ciptaan yang baru, kita masih bisa memanifestasikan kodrat dari manusia yang lama.

Efesus 4 : 22-23 …yaitu bahwa kamu, berhubung dengan KEHIDUPAN KAMU YANG DAHULU, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

Versi KJV mencatat kata “kehidupan kamu yang dahulu” sebagai:
The former conversation the old man”.

Kata conversation…berasal dari kata Yunani anastrophe, yang artinya: manner of life, conduct, behaviour, deportment…yaitu: cara hidup, tingkah laku, kelakuan, sikap.

Dari sini saya mendapati, kehidupan kita yang dahulu, yang sudah kita jalani sampai sekarang dan sudah mencetak diri kita sekian tahun lamanya, sadar atau tidak, pasti sudah membentuk sikap hati, jalan berpikir, sudut padang, perilaku dan kebiasaan kita: itulah manusia lama kita. Kehidupan yang lama itu pasti sudah berakar kuat dan bersumber dari intinya, yaitu dalam nature/roh dari pikiran kita.

Sebagai contoh: seorang yang memiliki kebiasaan mencuri, pasti memiliki nature seorang pencuri. Mungkin awalnya hanya terdesak kebutuhan, dia mencuri, namun karena dia menikmati hal tersebut, dia akan mulai mencuri lagi dan mencuri lagi. Dalam pikirannya pasti bermuara berbagai ide, pemikiran yang suka bermain “jalan pintas” untuk mewujudkan apapun keinginannya, dan masa bodoh dengan konsekuensinya.

Dalam setiap situasi dan kondisi yang dia hadapi, pasti akan dia hubung-hubungkan dengan nature mencuri tersebut. Situasi dan kondisi jugalah yang akan membawa orang ini dalam besar kecil peranannya. Jika status sosialnya di bawah, paling dia hanya menjadi maling ayam. Namun jika status sosialnya ada di atas, apalagi berkuasa, nature pencuri ini berpotensi membentuk dia menjadi seorang koruptor!!

Nature dari manusia lama ini harus kita TANGGALKAN! dengan jalan: MEMBAHARUI ROH DARI PIKIRAN KITA (spirit of your mind, terj NKJV). (Ef 4:23)

Alamilah pembaharuan akal budi (metamorpho). Hanya firman yang membuat kita bisa hidup sebagai ciptaan baru, karena ada KODRAT ILAHI di dalam firman (2 Pet 1:4).

Prinsipnya adalah lawanlah nature lama dengan menggunakan nature baru di dalam firmanNya. Dalam Matius 4:4 mencatat manusia tidak hidup hanya dari roti saja, namun lewat firman yang keluar dari Mulut Allah. Roh Kudus sudah membawa firman dari mulut Allah kepada bapa rohani, dan lewat bapa rohani kita belajar menerima perkataan sang bapa, dan ketika kita menghidupinya, kitapun akan mulai menikmati pengenalan akan Allah yang benar, karena firman sudah terlebih dulu dihidupi dan dipraktekkan dalam diri bapa rohani ! (Amsal 2)

1. Ambil keputusan untuk hidup seturut firman, tidak lagi menganggap firman hanya berupa kotbah atau pengetahuan rohani saja

2. Miliki tekad dan minat untuk membangun dalam ketekunan.

Karena tanpa ketekunan, apa yang kita bangun tidak akan pernah jadi. Apalagi jika kita hanya mendengarkan firman tiap hari Minggu saja, itupun terkadang cuma 45 menit. Bayangkan saja dalam hidup sehari-hari, tidak ada rumah yang akan jadi jika dibangun dengan 45 menit setiap minggunya. Yang ada pasti hanyalah onggokan bangunan dan semak belukar saja. Tidak bisa didiami !

3. Mau tidak mau, bangun gaya hidup merenung firman agar firman dapat mempengaruhi jalan berpikir dan sudut pandang kita.

Latih kembali mulut kita untuk terbiasa memperkatakan firman. Karena hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah (Ams 18:20-21). Mereka yang rajin pasti menikmati buahnya.

4. Mulai hubung-hubungkan firman yang kita perkatakan dengan hidup kita sehari-hari, imajinasikan jika firman itu menjadi nyata dalam hidup kita.

Lakukan dengan berbahasa roh, jika kita alami hati kita berkobar, artinya sudah terjadi aktivasi dari pekerjaan firman dan RohNya. Jika pikiran kita masih menolak, ulang kembali dan perkatakan kembali, sampai pikiran kita berhasil diubah settingannya. Saya mendapati sebuah settingan akan sangat menentukan hasil yang kita harapkan.

Sebuah handphone misalnya, jika sudah disetting dengan benar, barulah bisa dipakai. Tanpa settingan yang benar, dia hanya sebuah benda yang tidak berguna. Demikian pula hidup kita, jika dalam hidup sehari-hari kita alami sesuatu yang salah/tidak kita harapkan secara berulang-ulang terjadi, pasti ada settingan yang salah. Mulai libatkan Roh Kudus untuk menunjukkan areal-areal mana yang selama ini selalu menghambat kita (kita sering jatuh bangun di aspek hidup tersebut) sehingga sulit untuk hidup sebagai ciptaan baru.

5. Pakai impresi yang kita terima untuk diperkatakan kembali.

Dan Roh akan menolong kita, bahkan memberikan instruksi, arahan yang sederhana, ambil dan lakukan hal tersebut. Praktekkan sampai terbangun kebiasaan yang baru. Jika kita mulai lakukan hal ini dengan tekun, saya percaya settingan pikiran kita pun mulai dibelokkan oleh firmanNya, dari mode manusia lama masuk ke mode manusia baru di areal tersebut. Alamilah hidup berkemenangan sebagai ciptaan baru. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus