Top

20 Juli 2019

Roh Kudus sedang terus fokuskan mata hati dan pikiran saya tertuju kepada firman yang Dia berikan (jati diri di dalam Kristus) Ternyata waktu saya fokus pada hal itu, maka banyak manfaat yang didapatkan. Khususnya cara saya menjalani kehidupan sehari – hari. Di mana faktor eksternal tidak bisa lagi begitu saja mempengaruhi emosi saya.

Saya menjadi sangat yakin, bahwa Tuhan yang mengendalikan dan mengontrol segala sesuatunya. Akibatnya sukacita dan damai sejahtera tidak bisa lagi dicuri dari hidup saya. Realita hadiratNya menjadi sangat nyata sepanjang hari. Pikiran pun selalu alami kesinambungan perenungan firman. Inilah yang membuat saya tinggal dalam habitat sejati saya, yaitu realita hadiratNya!

Permasalahan banyak orang sering marah, kesal, kecewa, dan baper, karena pikirannya berhasil “terdistract/ tertarik/terfokus” pada hal – hal eksternal (kondisi dan sistem dunia yang semakin jahat) Akibatnya kita selalu melihat hal negatif di sekeliling kita. Orang lain kita anggap buruk, perkataan sesama membuat kita tersinggung, dan dari segala hal buruk yang terjadi, kita jadi menyalahkan Tuhan. Bagi saya hidup seperti ini bagaikan hidup di neraka! Padahal Bapa menghendaki KerajaanNya kita alami di bumi; di mana kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita menjadi sangat nyata atas kita.

Pagi ini saya mau berketetapan untuk fokus terus pada firman, dan mengarahkan pikiran saya kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Merenungkan hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Dan mengingat hal-hal yang menyebabkan saya memuji Allah dan bersukacita (Fil 4:8)

Pastinya tidaklah enak jika kita terus memikirkan kesalahan orang, membesarkan masalah kecil, dan me-raksasakan masalah besar. Inilah kehidupan yang penuh beban. Bagaimana kita bisa mengalirkan kehidupan Ilahi jika diri kita terus disumbat dengan hal – hal seperti itu. Belum lagi saat kita terus memikirkan fakta – fakta negatif. Bagaimana hidup kita mau bersukacita?

Saya jadi tersadar sekarang, ternyata Tuhan menginginkan kita meresponi segala sesuatu dengan sukacita!! Entah itu fakta negatif, masalah, atau saat menghadapi perilaku orang lain yang sering menyebalkan.

Filipi 4:4 (TB) Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 

Saya makin merasakan, pekerjaan Roh dan Firman memang sedang membentuk hidup kita menjadi pribadi yang terus bersukacita. Menghadapi dan mengatasi apa pun dengan sukacita.

Memang benar, diri kita perlu dibentuk ulang sebab kita sudah terbiasa meresponi segala sesuatu dengan marah, kesal, sedih, dan berbagai emosi negatif lainnya. Oleh karenanya pikiran kita harus terus kita fokuskan pada firman dan pekerjaan RohNya. Ini jalan satu – satunya yang membuat kita ilahi. Sehingga kita tidak lagi terusik dengan hal – hal eksternal. Apapun kondisinya, sukacitalah sikap kita! Inilah kehidupan di mana Kerajaan Surga (kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita) menjadi sangat nyata atas kita.

Bersukacita senantiasa bukan lagi hal yang sulit untuk kita praktekkan. Sebab saat kita fokus pada apa yang Tuhan firmankan, maka kita sedang menyatakan jati diri kita yang sesungguhnya di dalam Kristus; sebagai orang benar yang penuh sukacita dan damai sejahtera.

Mazmur 16:11 (TB) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. 

Fakta negatif, masalah, penyakit, konflik, dan berbagai gejolak emosi negatif lainnya merupakan bentuk lain dari maut. Itu semua dapat tersingkir dengan kita bersukacita. Sebab sukacita adalah kehidupan! Di mana ada kehidupan, maut pasti tersingkir.  Selama ini kita sibuk berusaha untuk mengatasi/ mengubah faktor eksternal yang seringkali membuat gejolak emosi kita jd negatif. Ternyata pribadi kita dahulu yang seharusnya berubah.

Saat kita memutuskan untuk bersukacita sebagai respon kita, maka kita akan melihat perubahan terjadi. Roh akan menuntun kita berjalan dalam jalan Tuhan. Hidup dalam jalan Tuhan merupakan kehidupan yang nikmat senantiasa; penuh kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita.

Bagian kita fokus pada firman, memperkatakan firman, dan merenungkan segala yang benar (Fil 4:8) Maka sukacita ilahi akan terus terpancar dari dalam batin kita! Itu sebabnya saya berketetapan untuk bersukacita senantiasa.! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus