Top

20 Juni 2018

Ketika Tuhan menghendaki kita untuk menjadi pelaku firman, sesungguhnya hal tersebut bukan untuk diri kita, melainkan untuk kehidupan korporat. Sebab sebagai anggota tubuh, mulut tidak melakukan untuk diri sendiri, begitu juga tangan dan anggota tubuh yang lain. Tapi semua anggota melakukan sesuatu untuk kemajuan bagi tubuhnya. Sama halnya dengan kita sebagai anggota tubuh Kristus, sewaktu kita menjadi pelaku firmanNya maka hal itu membuat gereja lokal (tubuhNya) semakin kuat dan dapat melakukan kehendakNya secara maksimal!!

Jadi sangatlah perlu kita tanamkan dan ingat – ingat dalam pikiran kita, bahwa kehendak Tuhan untuk kita menjadi pelaku firman agar kita sehat dan kuat dalam segala aspek. Sehingga keberadaan kita akan maksimal, dan berdaya guna bagi tubuhNya!!

Oleh karenanya teruslah antusias untuk membangun manusia rohani, untuk merenungkan firman, dan memperkatakanNya.

1. Ingatlah, saudara – saudara rohani membutuhkan kekuatan manusia batiniah yang mengalir dari diri kita.

2. Ingatlah, saudara – saudara rohani membutuhkan firman yang keluar dari mulut kita.

3. Ingatlah, pekerjaan firman dan Roh yang membuat kita berkemenangan dalam segala aspek bertujuan untuk kita semakin available, berfungsi, dan maksimal melakukan kehendak Tuhan dalam gereja lokal yang terbangun secara akurat.

Jika kita semua sebagai anggota tubuh Kristus berpikir seperti hal di atas, maka kita sedang menggenapi firman Tuhan yang tertulis dalam “Filipi 2:1-11 : Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Sekian waktu lamanya kita hidup hanya untuk diri sendiri, memperhatikan kepentingan sendiri, mengutamakan diri sendiri, dan berfokus mengejar ambisi serta cita – cita pribadi, tapi sekaranglah waktunya kita hidup untuk kemajuan saudara – saudara rohani yang lain dan berfokus melakukan kehendak Tuhan. Saya percaya, jika sikap hati ini terus bertumbuh sebagai anggota jemaat, maka keberadaan kita sebagai tubuh dalam cakupan gereja lokal akan diangkat Tuhan naik mempengaruhi gereja – gereja lain. Dan juga memberi dampak bagi kemajuan kota dan masa depan bangsa!

Saya semakin menyadari, Roh Kudus sedang memimpin kita menjadi ‘selfless’ dalam semua aspek kehidupan kita. Karena Dia akan memunculkan kita menjadi contoh dan teladan kehidupan kekristenan yang sejati dan kehidupan korporat yang benar dan akurat!!

Di saat dunia sedang terus mengajar/mencetak manusia semakin mementingkan diri sendiri dan hidup mengejar ambisi pribadi (penyebab kemerosotan) namun gereja Tuhan justru bangkit dalam kuasa Roh mengutamakan kepentingan orang lain dan berfokus melakukan kehendak Tuhan, maka saat itulah Tuhan akan memulihkan segala sesuatunya melalui kita tubuhNya/gerejaNya di atas bumi ini! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus