Top

20 November 2019

Matius 5:8 (TB) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

 

1 Yohanes 3:2 (TB) Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

 

Ternyata dalam pertumbuhan kita untuk mengenal Tuhan, hal itu sangatlah ‘bergantung’ pada kondisi hati kita. Jika hati kita tercemar, maka kita akan sulit untuk melihat Dia. Akibatnya kita akan tetap berjalan dalam kemanusiawiaan dan kedagingan. Apalagi jika emosi kita “berhasil dikondisikan” oleh lingkungan sekitar (melalui peristiwa dan orang) untuk bergerak ke arah yang negatif. Otomatis kita akan jadi sulit berdoa! Sebab yang ada dalam pikiran kita hanyalah hal – hal yg negatif dan buruk saja. Itu seperti penghalang yang menekan batin kita.

 

Jadi tidak ada cara lain untuk membersihkan hati kita kembali, hanya dengan pekerjaan Roh dan Firman! Namun untuk mengaktivasi pekerjaan Roh dan Firman, dibutuhkan UCAPAN SYUKUR yang keluar dari mulut kita. Itulah yang dilakukan oleh Paulus kepada jemaat Efesus.

 

Efesus 1:15-16 (TB) Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku

 

Terlepas dari kondisi jemaat Efesus yang masih hidup dalam kemanusiawiaan dan emosi negatif (Ef 4:17-32) namun Paulus tetap BERSYUKUR untuk keberadaan mereka. Hal inilah yang membuat Paulus dapat berdoa kepada Tuhan untuk meminta Roh hikmat dan wahyu (pekerjaan Roh dan Firman) yang mencetak/ membersihkan hati dan pikiran mereka.

 

Efesus 1:17-18 (TB) dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus

 

Hanya pribadi yang hatinya bersih dapat meminta hal di atas kepada Tuhan untuk umat-Nya. Jadi apa yang Paulus tuliskan sesungguhnya sudah teraplikasi terlebih dahulu dalam dirinya. Hatinya tahir dan bersih. Itulah yang membuat dirinya tetap bertumbuh sekalipun menghadapi kondisi dan orang – orang yang menentang kehidupannya, membenci, bahkan ingin membunuhnya. Ia tetap melihat Dia, mengenal Dia dan jadi serupa dengan Dia!

 

Pola yang sama seperti Paulus sesungguhnya bisa kita hidupi. Apa pun kondisi yang kita jalani, bersyukurlah. Prinsipnya, jangan pernah ijinkan hati kita tercemar. Sebab itu adalah strategi musuh untuk membuat kita berhenti bertumbuh dan mulai berjalan dalam kemanusiawian. Ucapan syukur berkuasa untuk membersihkan atmosfer hati kita untuk menjadi tahir kembali. Kita menjadi sanggup mengampuni. Bahkan melupakan (benar – benar terhapus segala hal buruk, kenangan pahit) kesalahan orang lain. Emosi negatif sepenuhnya tersingkir! Inilah yang membuat kita TERKONEKSI DENGAN ROH DOA (mengalami pekerjaan Roh dan Firman)

 

Matius 5:24 (TB) tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

 

Matius 5:43-48 (TB) Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

 

Kondisi hati yang tahir membuat kita dapat melihat Dia sebagai Bapa dan mendesak di dalam Roh (memiliki keberanian iman untuk meminta sesuatu) bukan sebagai orang biasa, melainkan sebagai anak Allah yang telah sempurna (mengampuni dan melupakan). Inilah yang membuat doa kita menjadi berkuasa. Apa yang kita katakan akan terjadi! Sebab kita adalah representasi Bapa di atas muka bumi ini – Sebagai anak yang dikasihi dan memperkenan hati-Nya!

 

Secara lahiriah, orang melihat kita “sebagai orang biasa”, tapi sesungguhnya kita memiliki posisi rohani yang berbeda (sebab kita telah melihat Dia sebagai Bapa yang membuat kita sadar bahwa kita adalah anak-Nya). Kita berkuasa kembali atas alam semesta, dan segala nama yang dapat disebut di atas bumi ini (Kej 1:26-27).

 

Saya percaya senjata yang paling ditakuti oleh pemerintah dan penguasa di udara adalah DOA DARI ANAK – ANAK ALLAH! Sebab ketika kita berdoa, sesuatu pasti terjadi!!

 

Yak 5:17-18 (TB) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

 

Oleh sebab itu, ini saatnya untuk menjaga hati kita dengan roh ucapan syukur. Pokoknya apa pun yang terjadi segeralah bersyukur!! Itu akan menghalau berbagai dimensi roh jahat (konflik batin, dendam, kecewa) dan di saat yang sama menarik roh hikmat dan wahyu yang membuat mata hati kita terarah/ melihat kepada Dia! Sehingga kita mengenal Dia dan menjadi sama seperti Dia (terus alami progresivitas pertumbuhan untuk berfungsi dan menghadirkan realita Kerajaan Surga di atas muka bumi ini) #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus